Home / Headline / Palembang Berkabut Lagi, Nam Air Urung Mendarat

Palembang Berkabut Lagi, Nam Air Urung Mendarat

Awan berkabut tiba-tiba turun dari langit di Palembang, sekitar pukul 06.25 hingga pukul 07.30, Minggu (2/7).

Palembang, BP

Dua hari belakangan, awan berkabut turun menyelimuti sekitar Bandara Internasional Sultan Mahmud Badarrudin II. Akibatnya, sejumlah penerbangan delay, bahkan Minggu (2/7) sekitar pukul 06.30 Nam Air gagal mendarat dan kembali ke bandara asal.
General Manager (GM) PT Angkasa Pura 2 BandaraSMB II, Iskandar Hamid mengatakan awan berkabut ini terjadi sekitar pukul 6.30 hingga pukul 07.30. Namun Minggu (2/7) paling parah dari sebelumnya, bahkan lamanya lebih dari 1 jam.
“Sebelumnya paling hanya 15 menit sampai 20 menit awan berkabut ini turun, namun hari ini (kemarin-red) paling parah, jarak pandang kurang dari 500 meter, dan maskapai diimbau untuk menunggu sampai normal,” kata Iskandar kepada BeritaPagi, kemarin
Diakui dia, sekitar tiga penerbangan termasuk garuda terganggu akibat cuaca ini, namun tetap bisa berangkat dengan delay hingga 1 jam. “Awan ini turun sekitar pukul 06.30, namun penerbangan pukul 05.00 tetap bisa berangkat,” katanya.
Iskandar membenarkan, pesawat Nam Air dari Jakarta tidak bisa mendarat karena tidak memungkinkan, sehingga pesawat kembali lagi ke bandara asal di Jakarta. “Ketika matahari mulai mucul, dengan sendirinya awan berkabut ini hilang,” katanya.
Operation Service Manager Bandara SMB II Bernard Munte menambahkan di Palembang memang tipikal bandara yang kondisi cuaca mengalami kendala awan berkabut. “Sebenarnya tipikal cuaca di sini memang seperti itu, namun ketika matahari mulai muncul, kabut langsung hilang, namun ini bukan asap kabut,” katanya.
Distrik Manager Sriwijaya Air, Darmando Purba mengakui jika Nam Air sempat balik ke bandara asal Jakarta dan delay yang terjadi sekitar satu jam dan penerbangan tetap dilakukan setelah kondisi normal.
“Kita tidak ada cancel, tetap berangkat, hanya terjadi delay sekitar satu jam, kami pun menyadari penerbangan hari ini (kemarin-red) sangat penting karena sudah mulai aktivitas setelah libur lebaran,” katanya.
Dikatakan, kemarin pesawat baru bisa landing di SMB II pada pukul 08.00 dan embun turun sekitar pukul 07.30 dari pukul 06.00. “Setalah embunnya hilang, pesawat tetap bisa mendarat,” tukas dia.
Station and Service Manager Garuda Indonesia Palembang Megah Bhoma Maridal membenarkan terjadinya delay akibat awan berkabut tiba-tiba turun ke Bandara SMB, akibatnya satu penerbangan garuda dari Palembang harus menunggu sekitar 50 menit baru bisa terbang.
“Visibiliti saat itu dibawah batas minimal kita, sehingga satu penerbangan harus delay sekitar 50 menit. Namun untuk penerbangan lainnya tidak ada masalah,” tutur dia. #ren
Baca:  Kabut Asap Ganggu Penerbangan Atung Bungsu
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

JokoWidodo Bakal Merumput Bareng Ronaldindho dan Alex Noerdin

Palembang, BP Single event bergengsi yang ditunggu-tunggu masyarakat Sumatera Selatan bahkan Indonesia Alex Noerdin Cup dipastikan bakal digelar mulai 4 ...