Home / Palembang / Kepala Dinas Kebudayaan Palembang Pertanyakan Komitmen PT Pusri Lakukan Pemugaran Makam Ki Gede Ing Suro

Kepala Dinas Kebudayaan Palembang Pertanyakan Komitmen PT Pusri Lakukan Pemugaran Makam Ki Gede Ing Suro

Kepala Dinas Kebudayaan Palembang Sudirman Teguh

Palembang, BP

 
Kawasan Makam Ki Gede Ing Suro yang rencanannya akan dilakukan penambahan fasilitas umum (fasum) yang akan dilakukan pihak PT Pusri dengan menggunakan anggaran Corporate Social Responsiblility (CSR) kembali di tunda lantaran rapat bersama Dinas Kebudayaan kota Palembang tidak di hadiri Kepala Dinas Kebudayaan kota Palembang Sudirman Teguh dan pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi beberapa waktu lalu.
          Namun pihak Dinas Kebudayaan Palembang justru mempertanyakan komitmen PT pusri untuk melakukan pemugaran makam Ki Gede Ing Suro. “Banyak sekali alasannya, akhirnya nanti batal, padahal biaya kecil Cuma Rp150 juta,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Palembang Sudirman Teguh sembari mempertanyakan komitmen  PT Pusri untuk melakukan pemugaran makan Ki Gede Ing Suro, Minggu (2/7).
Mengenai alasan rapat bersama dirinya tidak datang menurut Sudirman, ”Ya Kepala Dinas tuh datang yang tidak datang Sudirman Teguh, tidak ada persoalan lagi … tinggal kapan mereka mau merehabnya,” katanya dengan nada tinggi.
 
Manager Humas  PT Pusri Hernawan L Sjamsuddin ketika dihubungi, Jumat, membenarkan rapat bersama batal digelar.
“Rapat kemarin kepala dinas Kebudayaan kota Palembang dan pihak BPCB Jambinya tidak datang , yang datang staf Dinas Kebudayaan kota Palembang, saja jadi kita tunda,” katanya.
          Karena itu pihaknya secepatnya bakal menjadwalkan lagi pertemuan dengan Kepala Dinas Kebudayaan kota Palembang Sudirman Teguh dan BPCB Jambi di asistensi pihak Kejati Sumsel.
          “Agar dana tersebut sesuai aturan hukum sehingga kita minta asistensi Kejati Sumsel,”  katanya.
          Rencananya pihaknya akan menyerahkan uang tersebut kepada pihak Pemkot Palembang sehingga rehab akan dilakukan pihak pemkot Palembang melalui  pihak yang ditunjuk Pemkot Palembang nantinya.
           Sebelumnya kawasan Makam Ki Gede Ing Suro yang rencanannya akan dilakukan penambahan fasilitas umum (fasum) yang akan dilakukan pihak PT Pusri dengan menggunakan anggaran Corporate Social Responsiblility (CSR) terpaksa di tunda lantaran kawasan makam tersebut masih dibawah naungan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi.
         “ Kita hanya buat penambahan fasum seperti pagar, toilet, perbaikan jalan setapak, selter pengunjung, pintu gerbang,” kata Manager Humas  PT Pusri Hernawan L Sjamsuddin ketika dihubungi, Jumat (14/4) lalu.
         Menurutnya karena ini di bawah naungan  BPCB Jambi pihaknya tidak ingin CSR yang pakai penambahan fasum di komplek pemakaman tersebut tidak terjadi ada dobel anggaran karena selama ini pemeliharaan komplek makam tersebut di tangan BPCB Jambi.
         “Karena itu kita segera duduk bersama Dinas Kebudayaan, Dinas Pariwisata Palembang membahas masalah tersebut dan juga pendampingan dari kejaksanaan agar kepastian hukum , “ katanya.
         Pihaknya jika semua hal tersebut jelas maka pihaknya secepatnya melakukan penambahan fasum tersebut  karena kawasan makam Ki Gede Ing Suro menurutnya  kini menjadi lokasi wisata religi apalagi sebentar lagi Palembang akan menghadapi Asian Games 2018.#osk
Baca:  Palembang, Lahat Dan Mura Yang Baru Hasilkan PPKD
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

SKD Menuju SKB, BKN Tetapkan Empat Level Verifikasi

Palembang, BP — Demi menjaring peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang berhak mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) sesuai regulasi dan ...