Home / Sumsel / Calon Gubernur Sumsel Harus Mampu Sejahterakan Masyarakat

Calon Gubernur Sumsel Harus Mampu Sejahterakan Masyarakat

Suasana acara diskusi “Mencari Pemimpin Baru Sumatera Selatan” yang digelar oleh Forum Jurnalis Parlemen di Ruang Banggar DPRD Sumsel, Kamis (22/6).

Palembang, BP

Ketua DPRD Sumsel HM Giri Ramandha N Kiemas mengatakan tantangan Sumsel ke depan adalah masalah ekonomi yang hanya mengandalkan Sumber Daya Alam (SDA) terutama sawit, karet, gas batubara yang kondisinya ketika harga komoditas ini turun membuat ekonomi Sumsel untuk tidak baik.
Bagaimana pola produksi SDM menjadi industri di kota Palembang harus dijadikan kota jasa.
“Pelabuhan  TAA sub Tanjung Carat harus segera di wujudkan untuk mengembangkan ekonomi Sumsel, apakah gubernur setelah H Alex Noerdin  bisa mewujudkan ini, ini pekerjaan rumah  kita bersama,” kata Giri dalam acara diskusi “Mencari Pemimpin Baru Sumatera Selatan” yang digelar oleh Forum Jurnalis Parlemen di Ruang Banggar DPRD Sumsel, Kamis (22/6).
      Ke depan bagaimana mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Susmel bukan ingin maju saja tapi bagaimana mensejahterakan masyarakat Sumsel.
“Bagaimana kita tidak tergantung lagi sektor komoditas, bagaiaman menurunkan biaya petani agar komoditasnya bisa memiliki nilai tambah seperti jalan diperbaiki , bagaimana mengembangkan produk mentah menjadi produk jadi, hal ini harus dipecahkan bersama,” katanya.
Dan seorang gubernur menurutnya harus  bisa menggerakkan dan mengkoodinir bupati dan walikotanya guna merealisasikan hal ini “ Pilih pemimpin yang ada keinginan dan ada kemampuan jangan sekadar pilih pemimpin yang hanya cita cita jadi pemimpin saja,” katanya.
Selain itu kecenderungan primordial di Sumsel sangat besar termasuk primordial kepada partai politik.
“Tidak ada parpol bisa mencalonkan dalam pemilihan  Gubernur Sumsel tanpa adanya koalisi,” katanya.
      Menurutnya jika terkonsolidasi dengan baik maka pasangan calon Gubernur Sumsel bisa mencapai dua pasangan dan paling banyak hanya empat calon gubernur Sumsel.
Selain itu menurutnya masyarakat dan kalangan mahasiswa perlu di berikan pendidikan politik agar sadar kalau memilih calon Gubernur berdasarkan uang sangat tidak baik.
“Selama kepala daerah tidak mendidik masyarakatnya dengan pendidikan dan kesejahteraan maka masyarakat berkutat dalam lingkaran setan dan berpikir kepada orientasi yang dalam pilihannya,” katanya.
Sedangkan Pengamat Politik Universitas Sriwijaya (Unsri)  Dr Andreas Leonardo  mengatakan untuk menjadi kepala daerah tidak gampang dan memiliki tugas berat dan perjuangan.
“Ketika bicara publik kedepan pemimpin bisa memimpin Sumsel yang memiliki kemampuan dalam berkerja dimana menggerakkan birokrasi semaksimal mungkin, memiliki populitas (dikenal sosoknya) , memiliki alasan tertentu pencalonan terutama visi dan misi yang ditawarkan  “ katanya. Selain memiliki integritas , dan memiliki elektibilitas yang tinggi.
      Selain kepala daerah menurutnya harus bisa menggabungkan potensi masyarakat dan potensi ekonomi maka politik bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakatnya.
      “Peran media harus menjadi fasilitator sebagai penjelas kegiatan atau kebijaan apa yang dibuat pemerintah, lebih baik memberitakan kebijakan publik ketimbang hal yang negatip,” katanya.
      Terpenting dirinya berharap kepala derah bisa membuat manajemen kebijakan publik dan bisa menjamin pelayanan publik yang berkualitas dilengkapi sarana dan prasanaranya dan keuangannya.
Sedangkan mantan wartawan Tempo Dr Arif Ardiansyah mengatakan untuk calon Gubernur kedepan memang membutuhkan komunikasi politik yang baik dengan masyarakat, terutama untuk masyarakat yang sulit mendapatkan informasi tentang apa saja yang sudah dilakukan kepala daerah dan apa yang akan dilakukan calon pemimpin kedepannya.
“Semua calon perlu membangun komunikasi politik sampai ke tingkat paling bawah,” singkatnya.#osk
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Blue Print Pembangunan Kota Palembang Tidak Jelas Dan Selalu Berubah

Palembang, BP Blue Print pembangunan kota Palembang hingga kini tidak jelas mau di bawa kemana oleh Walikota Palembang, malahan selalu ...