Home / Headline / Wiwit Dibunuh Karena Tak Punya Uang

Wiwit Dibunuh Karena Tak Punya Uang

Tersangka Martinus Asworo saat diamankan di Mapolda Sumsel, Selasa (13/6).

Palembang, BP

Martinus Asworo (33) dinyatakan sebagai pelaku tunggal dalam pembunuhan terhadap tunangannya, Chatrina Wiedyawati alias Wiwit (30).

Asworo ditangkap di sebuah kamar kos di Lampung oleh Tim Rimau Polda Sumsel yang selama satu bulan pasca kejadian menjadi lokasi persembunyiannya, Senin (12/6).

Berdasarkan data yang diperoleh, Asworo melakukan pembunuhan ini karena ia kebingungan tak mempunyai uang untuk melanjutkan rencana pernikahan pada September 2017.

Terlebih saat ia mengetahui bahwa saldo di rekening milik korban hanya sekitar Rp700 ribu-an saja. Pusing dengan saldo uang yang di luar dugaan itu, Asworo mulai kesal dan akhirnya merencanakan pembunuhan.

Dalam perjalanan pulang menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, ia menghabisi nyawa tunangannya tersebut di dalam mobil Kijang Innova hitam yang disewanya di kawasan Kebun Sayur, Kecamatan Sukarami, Palembang pada 8 Mei lalu.

Baca:  Diduga Berlatar Dendam, Jukir Tewas Dibantai

Saat itu Wiwit diserang secara membabi buta menggunakan kunci setir mobil oleh Asworo hingga tewas. Lalu jasad korban dibuang oleh pelaku ke semak-semak dan baru ditemukan warga dengan kondisi membusuk empat hari kemudian di Jalan Sungai Sedapat, RT41/8, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Palembang.

Dari pengakuan Asworo, dirinya sedang membutuhkan uang untuk banyak keperluan, salah satunya persiapan pernikahan dengan korban pada September 2017 mendatang.

Dia pun berpura-pura mengajak tunangannya itu terbang ke Yogyakarta untuk melakukan prewedding. Asworo menjemput korban dari tempat kosnya di Prabumulih, pada 7 Mei.

Sebelum terbang, Asworo mengajak korban menginap di Hotel Azza Palembang. Semestinya, Asworo turut menginap di kamar itu. Namun, dia justru pulang ke mess tempatnya bekerja di kawasan Ilir Timur II Palembang.

Keesokan harinya, Asworo kembali ke hotel untuk menjemput korban menggunakan mobil yang disewanya. Lantas, dia mengajak korban ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang untuk terbang ke Yogyakarta.

Baca:  Bunuh Istri Bos Kafe, Ali Imron Ditangkap

Ternyata, Asworo belum memesan tiket pesawat. Padahal, mereka rencanakan ke Yogyakarta pada hari itu juga. Belum sampai di bandara, Asworo membunuh korban dengan cara dipukul menggunakan kunci setir.

Sambil mengemudi, Asworo sempat menonjok wajah korban yang duduk di sampingnya. Dengan emosi, Asworo mengambil kunci setir dan memukuli korban berkali-kali.

Atas hasil ungkap kasus ini rencananya Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto akan melakukan gelar perkara dengan menghadirkan tersangka Asworo di hadapan awak media, Selasa (13/6).

Namun, karena alasan masih proses pemeriksaan, ekspos penangkapan ditunda sampai hari ini. Meski belum dirilis secara resmi terkait kronologis dan motif pembunuhan.

Asworo kini masih menjalani diperiksa penyidik Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel. “Sekarang lagi diperiksa intensif tentang motifnya. Besok (hari ini-red) dirilis ya,” ujar Agung melalui pesan singkat.

Baca:  Tidak Butuh 1X24 Jam Polisi Ungkap Pelaku Pembunuhan Andre

Sebelumnya, Martinus Asworo diringkus Tim Rimau Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel di Lampung, pada Senin (12/6).

Saat itu foto penangkapan Asworo, sudah tersebar di jejaring media sosial. Terlihat Asworo nampak menggunakan masker dengan tangan terborgol.

Sedangkan dugaan korban pembunuhan mencuat setelah tim Forensik menemukan luka di bagian kepala depan dan belakang, akibat pukulan keras. Selain itu ada luka di wajah dan bagian langit-langit gigi.

Jenazah Wiwit baru diketahui pihak keluarga, setelah mendengar kabar berita dari kepolisian. Paulus Slamet (59) orang tua Wiwit yang tinggal di Jalan Gereja Atas, Talang Jawa, Kabupaten Muaraenim menuju ke ruang kamar jenazah RS Bhayangkara, Palembang.

Dari hasil tes DNA, Paulus Slamet meyakini jika perempuan itu adalah anaknya. Wiwit langsung disemayamkan di RK Charitas, Palembang setelah itu dibawa ke Yogyakarta untuk dimakamkan. #idz

 

x

Jangan Lewatkan

Mencari Pemimpin Pekerja, Pemimpin atau Penguasa? 

Palembang, BP– Menjelang pesta demokrasi yang bakal dihelat pada 2019 yang akan datang, sejumlah bakal calon pun terus bermunculan dengan ...