Home / Headline / Pilkada Damai Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang juga Marketing Director Maju Motor Group, Alvin Kennedy

Pilkada Damai Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Palembang, BP

Anjloknya angka penjualan otomotif di ibukota Jakarta hingga 25 persen, diketahui salah satu penyebabnya karena hiruk-pikuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) beberapa waktu lalu.

“Kalau pilkada damai dan kondusif yakin dan percaya pasti mendongkrak pertumbuhan ekonomi,” kata Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia  (PSI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang juga Marketing Director Maju Motor Group, Alvin Kennedy, Selasa (13/6).

Anjloknya penjualan di Jakarta ternyata tidak diikuti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Inilah yang membuat banyak kalangan menilai jika Pilkada berpengaruh.

Meski demikian jika Pilkada berlangsung damai justru malah berdampak pada peningkatan penjualan unit kendaraan.

Sementara peningkatan penjualan unit kendaraan di Sumsel sebesar lima persen tahun 2017 ini dirasa akan terus mengalami kemajuan, namun bukan karena menjelang Pilkada serentak 2018 dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah.

“Tetapi juga disebabkan naiknya harga komoditi seperti sawit dan karet dibeberapa daerah di Sumsel berkat regulasi dan kebijakan pemerintah tentunya,” katanya.

Kenapa lebaran tidak membawa dampak baik bagi penjualan unit kendaraan lanjut Alvin, pengalaman menunjukkan trend kenaikan penjualan pada perayaan hari raya besar umat beragama di Indonesia eranya sudah lama berlalu.

Pesatnya persaingan dan maraknya rental kendaraan membuat masyarakat berpikir ulang hendak membeli kendaraan jelang lebaran.

“Mereka lebih memilih rental atau sewa sesuai kebutuhan penggunaan kendaraan saat libur lebaran dengan harga cukup terjangkau dan kepuasaan dari kendaraan dapat disesuaikan,” katanya.

Meski demikian lanjut Alvin, bukan berarti Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah tidak membawa berkah bagi industri dan penjualan otomotif di tanah air.

“Sejak lima tahun terakhir penjualan jelang lebaran cukup baik tetapi memang tidak terlalu mendongkrak penjualan paling pertumbuhannya 10-15 persen,”  katanya.

Maju Motor Group lebih berharap pada pembelian unit kendaraan dari hasil peningkatan komoditi, karena dinilai lebih realistis dalam bisnis jual beli otomotif.

Sementara dukungan pemerintah baik Provinsi Sumsel maupun Kota Palembang juga turut menyumbang. Banyaknya even lokal, nasional maupun internasional digelar di sini.

“Tentu ini menambah kebutuhan kendaraan sebagai mobilisasi pengangkut barang dan jasa,” katanya.

Apalagi dia melihat perkembangan industri otomotif semester satu di Indonesia sudah mulai membaik. Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi bahkan penjualannya rata-rata sudah naik 20 persen.

“Hanya Jakarta yang tingkat penjualannya turun sampai 25 persen,” katanya.

Sementara untuk angka penjualan di Sumatera dan Sumatera Selatan (Sumsel) juga menunjukkan pertanda baik. Pertumbuhannya kecil cuma stabil bahkan terus mengalami peningkatan.

“Untuk saat ini pertumbuhannya kecil lima persen tidak sampai tetapi trendnya meningkat terus,” ujarnya optimis.

Pertumbuhan angka penjualan otomotif tidak hanya di Sumsel dan Sumatera saja namun juga diikuti, Sulawesi dan Kalimantan.

Pertumbuhan tersebut ditengarai dampak positif dari ekonomi Indonesia yang kini berada di posisi lima besar dunia.

“Market sudah mulai membaik, ekonomi global membaik, ekonomi Indonesia sudah masuk lima besar juga bagus sekali. Ini yang membuat trend otomotif di Indonesia terus meningkat. Dengan kata lain bisnis otomotif di Indonesia saat ini kembali bergairah dan sangat menjanjikan,” katanya. #osk

x

Jangan Lewatkan

46 ‘Preman’ Terjaring Operasi Pekat

Palembang, BP–Subdit III/Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel menjaring 46 orang yang diduga preman di beberapa titik lokasi di ...