Home / Headline / Hasil Survei LSPI, Tiga Kandidat yang Dipantas Memimpin Palembang
H Mularis Djahri dengan Hj Lury Elza Alex Noerdin berfoto dalam satu momen kegiatan.

Hasil Survei LSPI, Tiga Kandidat yang Dipantas Memimpin Palembang

Palembang, BP 

Lembaga Suvei Politik Indonesia (LSPI) merilis hasil survei terbaru Pilkada Kota Palembang 2018 yang digelar April-Mei 2017.

Survei yang dilakukan dengan jumlah responden sebanyak 800 orang dan margin of error sebesar 3,46 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen, menghasilkan kesimpulan tiga kandidat dipandang pantas memimpin Kota Palembang.

Koordinator Riset LSPI Indonesia Barat, Muchtar S Syihab menyatakan lembaganya memantau perkembangan persepsi pemilih Kota Palembang dan mengukur peta dukungan secara berkala.

Dijelaskan, sepanjang belum ada calon resmi yang disahkan KPU Kota Palembang, cara terbaik mengukur calon kandidat terkuat adalah dengan menguji apakah publik mengenalnya, menyukainya, menerimanya dan bagaimana mereka menilainya.

Survei akan menjadi semacam fit and proper test untuk ungkap pendapat responden soal para bakal calon.

Dalam survei terkini yang digelar lembaganya, Muchtar mengatakan responden menilai Pilkada Kota Palembang 2018 tidak akan begitu mencolok karena para kandidat yang sudah melakukan sosialisasi masih wajah-wajah lama.

Walaupun kata dia ada kejutan dengan munculnya figur baru seperti Lury Alex Noerdin, namun responden menilainya wajar.

“Lury dianggap kelanjutan trah Alex Noerdin, jadi sama sekali bukan figur baru, namun demikian responden berpendapat Lury pantas saja jadi pemimpin mereka namun untuk periode sekarang ini lebih pas jika jadi wakil walikota,” ujarnya kepada, Selasa (13/6).

Dari pertanyaan terbuka soal siapa yang dianggap paling pantas menjadi Walikota Palembang jika Pilkada dilakukan hari ini, kandidat Mularis Djahri justru memproleh suara tertinggi dengan perlehan 20,99 persen.

Mularis Djuhri adalah Ketua DPD Partai Hanura Sumsel. Menyusul di bawahnya, Sarimuda 18,26 persen, Harnojoyo 15,44 persen, sisanya terbagi pada beberapa nama lain.

“Hasil survei dengan pertanyaan pemimpin paling pantas adalah Mularis Djuhri yang jadi walikota,” ungkapnya.

Masih berdasarkan survei, publik di Palembang juga tidak mau memilih pemimpin yang korup, sudah tua, lemah, tidak tegas, berada di bawah bayang-bayang kekuasaan pihak lain, berpenampilan tidak menarik dan tidak memiliki cukup sumber daya untuk bergerak.

Muchtar menambahkan, ada tren baru dalam Pilkada serentak yang sudah digelar di beberapa daerah khususnya tahun 2017. Salah satunya yaitu banyak calon petahana dan calon yang dominan justru tumbang di medan perang.

“Itu terjadi karena terlalu menonjolkan aspek elektabilitas sedari awal, padahal elektabilitas itu dinamis bergantung pada peristiwa dan kerja kampanye yang menyertainya. Artinya adalah, jangan pernah berpikir sekali diukur melalui survei elektabilitasnya tinggi, apalagi masih dalam arsir margin of error, kemudian merasa akan menang, banyak calon tumbang karena terbuai hasil survei model begitu,” tegas Muchtar.

Sementara itu, Bakal Calon (Balon) Walikota Palembang yang juga Duta Anti Narkoba Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Hj Lury Elza Alex Noerdin didampingi Ketua DPC Partai Hanura Kota Palembang Erwanto melakukan silaturahmi dan kunjungan ke  warga di Jalan  Kapten Cek Syekh , Kelurahan 18 Ilir Palembang, Senin (13/6).

Lury memohon doa restu warga atas pencalonannya sebagai bakal calon walikota Palembang dan telah mengambil formulir pendaftaran di sejumlah partai politik (parpol).

“Kalau memang diamanahkan, kalau memang ada jalannya direstui Allah, ya itu lancar-lancar tapi semua tergantung dari  keputusan partai, Insya Allah, yang penting aku datang dulu bawa tanda mata dari kami untuk bapak dan ibu,” kata Lury.

Selain itu program sekolah gratis dan berobat gratis dari Gubernur Sumsel H Alex Noerdin akan ditingkatkan lagi untuk kuliah gratis.

“Untuk mencari pemimpin yang dicintai rakyat itu, carilah pemimpin yang mengusung program yang memang pro rakyat, nah pelopor sekolah dan berobat gratis adalah Pak Alex, nah gek 2018 entah untuk pemimpin Sumsel atau Palembang , cari yang sama sejalan juga dengan Pak Alex jugo program itu,” kata Lury.

Tapi menurut Lury dirinya tidak bisa berbicara muluk-muluk karena belum terpilih, Mularid Djahri belum terpilih.

”Tapi doakan kalau salah satu kami terpilih, doakan program pak Alex dijalankan lagi dan lebih banyak lagi, bukan hanya sekolah gratis, berobat gratis, kuliah gratis  , apopun di gratiskan karena Palembang dan Sumsel itu pendapatannya banyak sekarang,” katanya.

Apalagi saat ini Palembang sudah maju sudah ada Light Rail  Transit (LRT), ada Jakabaring, banyak hotel-hotel , restoran disana banyak pendapatan asli daerahnya .

“Dari situ nanti kalau pemimpinnya pro rakyat , pemimpin visioner , jauh melihat kedepan untuk kesejahteraan masyarakat dan itu bisa di sisihkan untuk program rakyat yang gratis-gratis,” katanya.

Lury mengingatkan agar mencari pemimpin jangan hanya pencitraan saja tapi cari pemimpin yang benar-benar sebelum dia mencalonkan atau dalam sosialisasi ada program-programnya yang pro rakyat.

“Kalau cuma sekadar datang ngasih sembako itu selesai, itu gampang, tapi kalau mau berkelanjutan lima tahun , nah itu susah, jangan salah pemimpin, karena kalau tidak kamu lima tahun akan sengsara,“ katanya.

Lury mengajak masyarakat jangan sengsara untuk lima tahun kedepan , pikirkan dengan hati nurani sesuai partai hanura , hati nurani rakyat .

“Jangan galak tibo-tibo kagek karena ini karena itu jadi tidak mikir panjang, tahu lah dewek siapa pemimpin yang memang pro rakyat,” kata  Lury. #osk

 

x

Jangan Lewatkan

UIN Raden Fatah Berduka

Palembang, BP Civitas akademika Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang berduka, salah satu dosen terbaiknya Drs. Kailani Mustafa, ...