Home / Sumsel / Wartawan ‘BeritaPagi’ Raih Penghargaan Patani

Wartawan ‘BeritaPagi’ Raih Penghargaan Patani

Tokoh Jurnalis Penggali Sejarah Palembang

Palembang, BP

Wartawan BeritaPagi, Dudy Oskandar, menerima penghargaan dari Pengurus Pusat Pandu Tani Indonesia (Patani) di kawasan Kambang Iwak Palembang, Minggu (11/6).

Wartawan Koran Harian BeritaP agi, Dudy Oskandar, mendapatkan penghargaan dari Pengurus Pusat Pandu Tani Indonesia (Patani) sebagai Tokoh  Jurnalis Penggali Sejarah  Palembang.

Hal ini berdasarkan Keputusan Pengurus Pusat Pandu Tani Indonesia (Patani) Nomor 009/KPTS/PP-PATANi/VI/2017 tentang Penghargaan Tokoh Masyarakat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2017 Pandu Tani Indonesia (Patani), pemberian penghargaan diberikan di acara Festival Panti Asuhan 2017 Pandu Tani Indonesia (Patani) provinsi Sumatera Selatan di Kambang Iwak Palembang, Minggu (11/6).

Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada H Muhammad Rifai (Wakil Bupati OKI) sebagai tokoh penggerak pertanian khususnya di OKI, Prof Andi Mulyana (akademisi/Dekan Fakultas Pertanian Universtas Sriwijaya) sebagai tokoh penggerak pertanian modern , Ir H Syaiful Islam MM (tokoh politik) sebagai tokoh pengembangan tanaman  dan buah-buahan,  M Akbar Alfaro (pengusaha) , tokoh penggerak sosial dan kemasyarakatan, M Sutrisno (petani) sebagai tokoh penggerak pertanian kelapa, Anita Siviani (pengusaha)  sebagai tokoh bidang keagamaan khusus penyelenggaraan haji dan umroh.

Turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Palembang Drs K Sulaiman Amin, Direktur Utama Patani H Sarjan Tahir, SE, MM, Kakanwil Patani Sumsel , Ir Hj Misliha Rasyim, Kacab Patani Kota Palembang Moehammad Reza Ar, SH.

Menurut Sekretaris Kantor Wilayah (Kanwil) Patani Sumsel, Husyam Usman penghargaan diberikan kepada Dudy Oskandar karena selalu menggali potensi-potensi sejarah Sumatera Selatan dan kota Palembang khususnya.

“ Dan tentu kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan beliau , kami memberikan penghargaan kepada saudara kami Dudy Oskandar, seorang jurnalis dari Koran Harian Berita Pagi, beliau tokoh jurnalis, penggali sejarah Kota Palembang,” kata Husyam.

Selain itu menurut Husyam kalau surat keputusan penghargan langsung dikeluarkan Patani pusat memberikan penghargaan kepada tokoh yang ada di Sumsel  dalam rangka kegiatan-kegiatan positif yang dilihat sepanjang satu tahun dari tahun kemarin pihaknya berikan penghargaan sampai tahun ini konsisten memberikan kontribusi yang nyata bagi  Sumsel khususnya kota Palembang pada umumnya.

“Tokoh –tokoh ini secara konsisten memberikan sumbangan kepada Sumsel, kami yakin dan percaya banyak sekali penghargaan yang ada, tapi ini adalah penghargaan yang demikian besar diberikan Patani kepada tokoh masyarakat tentunya bersama doa dari anak-anak panti asuhan, insya Allah berkah , mudah-mudahan anak-anak ini membawa keberkahan bagi para tokoh,” katanya.

Kakanwil Patani Sumsel, Ir Hj Misliha Rasyim mengatakan kalau Festival Panti Asuhan ini sudah diselenggarakan sejak 20 tahun lebih sejak tahun 1998.

“Banyak tokoh yang hadir, memberikan dukungan dan menerima penghargaan untuk pengabdiannya kepada masyarakat dimana anak-anak panti ini adalah generasi muda, generasi penerus bangsa yang harus selalu kita perhatikan, terutama di bulan suci Ramadhan ini kita selalu umat muslim harus rajin-rajin memberi dan berbagi kepada semua hati anak-anak yang membutuhkan, Karena anak-anak inilah tonggak /tiang bagi  kemajuan bagi bangsa Indonesia ke depan umumnya dan Sumsel, kota Palembang pada khususnya ,” katanya.

Direktur Utama Patani H Sarjan Tahir SE MM mengapresiasi anak-anak panti asuhan yang mengikuti festival panti asuhan dan pihaknya yakin kalau Festival Panti Asuhan kali ini memiliki nuansa yang lain, biasanya dilakukan di ruangan tertutup, di mall kali ini dilakukan di ruang terbuka .

“Kegiatan ini juga menyalurkan kreativitas bakat adik-adik panti yang selama ini kita mengenal hanya anak-anak yang mampu yang bisa ikut festival, kita berikan ruang kepada anak-anak panti, kalau kita sama dan bisa mengikuti festival ini, tidak menutup kemungkinan ada di antara anak-anak kita ini jadi presiden kalau tidak bisa jadi presiden jadi istri presiden, ada yang bisa jadi gubernur, tidak bisa jadi gubernur jadi istri gubernur, ada bisa jadi walikota atau bisa jadi istri walikota dan seterusnya,” katanya. #osk

 

x

Jangan Lewatkan

Palembang Butuh Perluasan Wilayah

Palembang, BP Anggota Komisi I DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) Elianuddin HB mengakui, sengketa wilayah yang masih ada antara Palembang dan ...