Jalankan Profesi Advokat Sesuai Kode Etik

Palembang, BP

IST
SIDANG TERBUKA-Pelaksanaan sidang terbuka dan pengambilan sumpah 14 advokat Peradri oleh Ketua PT Sumsel H Chaidir, SH, MH, di aula Pengadilan Tinggi (PT) Palembang, Rabu (17/5).

Presiden Perhimpunan Advokat Republik Indonesia (Peradri) Bakri Remmang mengukuhan Dewan Pimpinan Provinsi Perhimpunan Peradri Sumsel di aula Pengadilan Tinggi (PT) Sumsel, Palembang, Rabu (17/5). Selain itu, dilakukan juga sidang terbuka dan pengambilan sumpah 14 advokat Peradri oleh Ketua PT Sumsel H Chaidir, SH, MH.

Dalam kesempatan tersebut, Bakri sangat bersyukur, karena pengukuhan pengurus Peradri Sumsel periode 2016-2020 tercatat dalam sejarah, mengingat dilakukan di tempat terhormat, yaitu kantor PT Palembang.

“Kita apresiasi dukungan mitra kita, dan selamat kepada rekan-rekan yang dikukuhkan dan dilantik hari ini (kemarin-red),” katanya.

Menurut Bakri, kepengurusan Peradri Sumsel sebenarnya sudah terbentuk dan sah sejak 2016, karena sudah ada SK dari Peradri pusat.

“Tetapi karena ada yang baru, maka ini bisa diperlengkapi lagi,” katanya.

Bakri menegaskan, dengan perjuangan advokat Peradri selama ini, banyak suka dan dukanya, tantangan yang dilalui, dan sekarang mendapat pengakuan. Bakri Remang mewarning agar advokat menjalankan profesi sesuai kode etik, jika tidak bakal dikenakan sanksi hingga pemecatan.

“Mudah-mudahan bisa menjalankan tugas sebaik-baiknya. Peradri bisa benar-benar menjalankan profesi sesuai dengan kode etik. Ada sanksi tegas sampai pemecatan,” kata Bakri Remang didampingi Ketua Peradri Sumsel Jati Kusumah dan Sekretaris Andi Supratman.

Menurutnya dalam agenda selain pengambilan sumpah 14 orang advokat muda Peradri Sumsel, juga pengukuhan pengurus Peradri Sumsel periode 2016-2020.

“Alhamdulillah teman-teman sudah disumpah. Tidak langsung bergembira. Ada tugas berat dan ada rambu-rambu yang mengatur. Profesi kami ini tidak digaji oleh negara. Hari ini pengambilan sumpah 14 orang. Agenda kita juga pengukuhan pengurus Peradri Sumsel periode 2016-2020,” jelas Bakri.

Ketua Pengadilan Tinggi Sumsel H Chaidir dalam sambutannya mengatakan atas nama PT ia mengucapkan selamat menjalankan tugas sesuai janji.

“Sebelum jalankan profesi bersumpah dengan janjinya. Advokat sebagai penegak. Bebas dan mandiri. Bebas mengeluarkan pernyataan dalam membela perkaranya berpegang kode etik. Advokat sistem peradilan terpadu. Tanpa mempengaruhi independensi. Peradilan dapat dijalankan efektif efisien. Dapat mewujudkan keadilan,” kata Chaidir.

Ia mengingatkan, pekerjaan advokat merupakan pekerjaan profesional, membela klien di pengadilan, mengajukan berbagai fakta yang relevan agar hakim memutuskan seadil-adilnya. Pada dasarnya bisa berperan terhadap pencegahan konflik secara informal.

“Sebagai pemberi jasa hukum hubungan dengan klien atas dasar kepercayaan. Tugas advokat melindungi klien dari kelakuan yang semena-mena,” ujarnya.

#fer