Home / Headline / Shinta Pilih Jalur Independen

Shinta Pilih Jalur Independen

BP/NURUL HUDI
TUMPENG – Hj Shinta Faramita Sari Muzakir didampingi sang suami yang juga Bupati Muaraenim Ir H Muzakir Saisohar memotong tumpeng dalam kegiatan HKG ke-45 PKK Muaraenim, Selasa (16/5).

Muaraenim, BP

Teka- teki apakah Hj Shinta Faramita Sari Muzakir mencalonkan diri sebagai kandidat Bupati Muaraenim melalui jalur perseorangan, terjawablah sudah.
Istri Ir H Muzakir Saisohar yang juga Bupati Muaraenim ini secara resmi menyampaikan akan maju melalui jalur perseorangan.

”Undang-Undang mengatur bisa melalui jalur perseorangan dan bisa melalui jalur Partai Politik (Parpol). Saya baru memulai terjun ke dunia politik. Untuk jalan ke politik itu saya siap melalui jalur independen,” jelas Shinta kepada awak media di kediaman rumah dinas bupati, Selasa (16/5).
Alasannya memilih jalur independen, Shinta ingin melihat sejauh mana dukungan masyarakat kepada dirinya.

Meski terjun melalui jalur independen, tetapi dia tetap akan mengambil formulir pendaftaran cabup dan cawabup yang telah dibuka DPC PDI-P.
”Saya juga akan ambil formulir pendaftaran di PDIP. Karena baru PDIP yang membuka penjaringan,” jelasnya.

Dia sangat mengharapkan dukungan masyarakat maupun partai politik. Dijelaskannya, apa yang dilakukannya saat ini baru sebatas upaya untuk mencalonkan diri dan masih perlu proses.
Untuk mencapai upaya tersebut, mulai kemarin timnya sudah mulai mengumpulkan fotokopi KTP dan surat dukungan masyarakat.Kedepan dia juga akan membuka posko dukungan. Dia juga akan melakukan konsultasi dengan KPUD Muaraenim.

”Sesuai aturan, fotokopi KTP dan surat dukungan masyarakat yang harus dikumpulkan berkisar 35-50 ribu mata pilih,” jelasnya.Dalam pencalonan melalui jalur independen ini, dia akan menggunakan Informasi dan Teknologi (IT). Terlebih lagi dukungan masyarakat yang berasal dari desa desa bisa dihimpun melalui ponsel android lewat aplikasi WhatsApp (WA).#nur

x

Jangan Lewatkan

Kena Hipnotis, Thomas Sadar Setelah Motor Hilang

Palembang, BP–“Aku merasa orang itu teman aku,” ujar Thomas Rahman Hakim (16) saat menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada polisi. Ia ...