Home / Headline / Fakta Sejarah Membuktikan Sriwijaya Itu Ada

Fakta Sejarah Membuktikan Sriwijaya Itu Ada

Palembang, BP

BP/DUDY OSKANDAR
DISKUSI-Suasana diskusi budaya tentang Sriwijaya Fiktif di Perpustakaan Komplek SMP/SMA NU, Kamis (4/5).

Riduan Saidi mengeluarkan pernyataan kontrovesial dengan menyebut jika Sriwijaya adalah kerajaan fiktif. Komentr itu dianggap menghina dan mengkhianati sejarah nasional negeri ini terutama bagi warga Sumatera Selatan (Sumsel) sebagai pewaris semangat dan nilai nilai Sriwijaya. Untuk itu digelar diskusi budaya menanggapi Riduan Saidi di Perpustakaan Komplek SMP/SMA NU, Plaju, Palembang, Kamis (4/5, yang menghadirkan pengamat budaya dan sejarah Kota Palembang.

Menurut Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP) Vebri Alintani banyak bukti-bukti sejarah menunjukkan kalau Kerajaan Sriwijaya itu ada.

“Di Palembang ini eforia Kerajaan Sriwijaya itu sejak tahun 1918, sejak George Coedes mengatakan Palembang adalah pusat Kerajaan Sriwijaya. Kemudian tercatat dalam sejarah semua menggunakan kata-kata Sriwijaya termasuk tari Gending Sriwijaya di tahun 1945, Pupuk Sriwijaya, Universitas Sriwijaya,” kata Vebri

Apalagi Tahun 1918 George Coedes menulis artikel “Le royaume de Crivijaya” berbahasa Prancis pada Bulletin de I’Ecole Francaise d’Extreeme Orient, edisi 18, tahun 1918. Artikel tu sontak mencuri perhatian dunia setidaknya para ilmuwan sejarah. Inilah naskah pertama yang memperkenalkan Sriwijaya sebagai sebuah kerajaan.

“Saya mengamati Riduan Saidi, beliau banyak pengetahuannya soal kebudayaan, artinya dia terpleset omongan saya rasa tidak. Dia memang punya argumentasi jika mengatakan Sriwijaya itu fiktif, dia berani debat, itu membuat kita kepo. Apa argumentasinya, apakah argumentasinya masuk akal atau tidak, atau cuma sensasi saja, kita belum tahu apa argumentasinya karena kata-kata itu yang dia ucapkan, “ katanya.

Pemerhati budaya Dailami menilai perlu adanya seminar nasional guna menjelaskan keberadaan kerajaan Sriwijaya.

”Kalau Riduan Saidi mengatakan Sriwijaya fiktif tentu ada argumentnya, tentu dia harus juga harus menjelaskan itu melalui seminar itu juga,” katanya.

Toni Fauzi yang merupakan sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Angkatan Muda Keluarga Palembang Darussalam (AMKPD) mengatakan, kalau pernyataan Riduan Saidi perlu diklarifikasi kalau perlu melakukan seminar sifatnya nasional dengan menghadirkan Ridwan Saidi.

“Tidak mudah mengatakan kalau Sriwijaya itu tidak ada, untuk apa ada sejarah kalau mengatakan tidak ada ,” katanya.

Rd Muhammad Ikhsan, Dosen Universitas Sriwijaya (Unsri) yang juga peminat dan pemerhati sejarah Palembang menilai kalau komentar yang dikeluarkan Riduan Saidi ingin menikmati sejarah namun caranya anti mainstream.

“Apa yang diucapkan Riduan Saidi ada mewakili pikiran orang tertentu, mungkin dia teras dari pikiran orang lain , “ katanya.

Dia mendukung upaya membuat seminar nasional mengenai Kerajaan Sriwijaya dan kejadian ini menjadi momentum masyarakat Sumsel agar jangan lalai dengan Kerajaan Sriwijaya ini.

Pemerhati budaya dan sejarah Muhammad Soleh menilai dengan adanya komentar Riduan Saidi menimbulkan macam pendapat.

“ Dengan teknologi informasi ini informasi ini sampai ke desa, jadi apa yang disampaikan kawan-kawan lain memang perlu Sriwijaya lebih dikenal ke depan. Berawal dari sini ambil langkah kita kerja sama dengan Pemko Palembang melakukan tindaklanjut lebih besar apakah dengan melakukan seminar nasional,” katanya.

Selain itu, pemerhati budaya Dedek alias Kemas Umar mengatakan komentar Riduan Saidi menilai banyak motip di belakangnya. Dia berharap seminar tentang Kerajaan Sriwijaya jangan untuk komentar tersebut.

“Argumen kebenaran ini kita tonjolkan tanpa kita memberikan panggung pada Riduan Saidi sedikitpun. Kita adakah seminar nasional tentang Kerajaan Sriwijaya kita hanya membedah bukti otentik peninggalan Sriwijaya,” tegas dia.

#osk

 

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Semburan Lumpur di Kaliberau, Dodi Reza Surati SKK Migas

Sekayu, BP–Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Musi Banyuasin langsung merespon adanya semburan lumpur ...