Home / Headline / Gol Beto Gagal Selamatkan Sriwijaya FC

Gol Beto Gagal Selamatkan Sriwijaya FC

‘Marquee Player’ Tije Dipuji

Palembang, BP

Sriwijaya FC gagal mengamankan tiga poin saat menjamu Bhayangkara FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Rabu (3/5). Laskar Wong Kito kalah 1-2 dari tim berjuluk The Guardian.

Gol semata wayang SFC dicetak Alberto Goncalves menit ke-62. Sementara gol tim tamu dicetak Evan Dimas menit ke-27 dan Thiago Santos menit ke-76.

Hasil buruk ini membuat SFC turun dua tangga di posisi ke-13 dengan empat poin, sementara Bhayangkara FC naik ke posisi tujuh dengan mengantungi enam poin.

Pelatih Kepala SFC Oswaldo Lessa tak bisa menutupi kekecewaannya. Tapi dia menganggap anak anak asuhnya sudah bekerja keras.

Tertinggal satu gol babak pertama, membuat Hyun Koo dkk tampil menekan. Pemain SFC terus bekerja keras untuk mencetak gol penyeimbang.

Gol penyeimbang Beto menit ke-62 menjadi angin segar. Anak asuhnya kembali bersemangat untuk memenangkan pertandingan.

Tapi tim tamu juga tak mau kalah dan beberapa kali mengandalkan serangan balik. Transisi yang kurang baik benar-benar dimanfaatkan anak asuh Simon.

Pemain masih belum maksimal saat transisi dari menyerang ke bertahan. Itulah yang menjadi penyebab Thiago berhasil mencetak gol kedua Bhayangkara FC.

“Transisi yang baik bisa didapat dari latihan. Latihan terus menerus akan membuat performa tim,” ucapnya.

Sementara saat disinggung mengenai penampilan marquee player anyarnya, Tijani Belaid, pelatih asal Brasil itu memuji permainannya.

Tije punya passing dan tendangan bebas terukur. Gol yang dicetak Beto berkat umpan manja dari Tije.

“Dia bermain bagus, punya teknik bagus, hanya fisik saja kendalanya,” ucapnya.

Tije baru tiba dari Tunasia sehingga kondisi yang kurang prima itu bisa dimaklumi.

Striker Alberto Goncalves usai pertandingan meminta maaf karena gagal mempersembahkan kemenangan bagi SFC.

Secara permainan terus meningkat, tapi dalam laga ini dia bersama rekan-rekannya harus merelakan kehilangan tiga poin.

“Sebelum gol kedua Bhayangkara FC ada handball pemain lawan, tapi wasit tidak memberikan itu, hingga terjadi gol,” ucapnya.

Di mata Beto, permainan SFC bagus, tapi karena banyak keputusan wasit yang merugikan timnya, kemenangan itu lenyap.

“Pada laga ini, kita mainkan formasi beda. Masih ada kesalahan individu, ke depan tidak boleh terulang, kita akan lebih baik lagi,” ucapnya.

Sementara itu Pelatih Simom Mcmenemy tak bisa menutupi kegembiraannya. Gol yang dicetak Thiago sangat menit ke-76 sangat berarti. Berkat golnya itu, Bhayangkara FC bisa mencuri tiga poin.

Tapi dalam laga SFC bermain bagus. Tim tuan rumah tampil menekan, tapi anak asuhnya bermain sabar dan terus berusaha untuk dapat mencetak gol.

“Tapi saya tidak mau mengkritisi lebih jauh permainan SFC, sebelumnya saya sudah bicara dengan pelatih SFC, memang sulit main di Indonesia,” ucapnya.

Wasit salah satunya, standarisasi pengadil di lapangan hijau harus ditingkatkan lagi. Dalam duel dengan SFC banyak permainan keras yang dilakukan pemaim tapi tidak berbuntut kartu.

“Marquee player kita tadi sempat bilang, keras main di Indonesia, saling sikut, tendang, tapi tidak pelanggaran. Standarisasi wasit memang perlu ditingkatkan lagi,” ucapnya.

Dominasi Permainan
Pada babak pertama melawan Bhayangkara FC tim tuan rumah sebenarnya lebih dulu mengambil inisiatif menyerang, tapi belum bisa mencetak gol. Memasuki babak ke-14, Rahmad harus dihadiahi kartu kuning karena melanggar wing bek Bhayangkara Dann Saputra.

Peluang emas malah lebih dulu datang dari tuan rumah. Guy Junior menit ke-22 melepas sepakan keras tapi masih melebar dari gawang yang dijaga Teja Paku Alam.

SFC coba membalas menit ke-25, Hilton harus dijatuhkan untuk meredam serangan Laskar Wong Kito sehingga berbuah tendangan bebas.

Marquee player SFC Tijani Belaid ditunjuk sebagai penendang melepas sepakan cukup keras dan tipis dari mistar gawang.

Selang dua menit, tim tamu membelas serangan dan berbuah gol. Tendangan Evan Dimas menembus dua pemain dan mengarah ke tiang jauh Teja sehingga berbuah gol, skor berubah 1-0 buat Bhayangkara FC.

Belum sampai satu menit, SFC sebenarnya langsung membalas dengan mencetak gol menit ke-28, tapi wasit menganulir karena mengklaim offside.

Tertinggal satu gol membuat pertandingan semakin panas, Beto dihadiahi kartu kuning karena menjatuhkan Firman menit ke-35. Sampai pertandingan usai skor tak berubah, 1-0 buat Bhayangkara FC.
Memasuki babak kedua, tim tuan rumah yang tertinggal satu gol mengubah formasi menarik Slamet Budiyono untuk digantikan Nur Iskandar.
Menit 60, Nur Iskandar dijatuhkan Firman Utina sehingga wasit memberikan hadiah tendangan bebas ke Sriwijaya FC.
Kesempatan ini tidak disia-siakan tim tuan rumah. Pemain marquee player Tijiani Belaid melesatkan bola tepat di hadapan Beto dan langsung ditanduk ke arah gawang. Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring yang dipadati sekitar 20 ribu penonton sontak bergemuruh menyambut gol balasan itu. Skor pun berubah imbang 1-1.
Pada menit berikutnya, pertandingan pun semakin sengit. Tim tuan rumah berambisi kuat memetik kemenangan pada laga kandang ini karena pada laga sebelumnya dikalahkan Persib 2-0.
Petaka kedua pun kembali terjadi bagi tim rumah, tepatnya pada menit 76. Striker Bhayangkara, Thiago menyambut umpan matang Paolo Sergio setelah alur bola begitu lancar dari lini tengah. Skor pun berubah 2-1 untuk keunggulan Bhayangkara FC.
Pelatih Sriwijaya FC Oswaldo Lessa harus putar otak dengan memasukkan Anis Nabar dan menarik Rachmad Hidayat.
Tensi permainan pun semakin memanas ketika terjadi benturan keras antara Jajang Mulyana dan Nur Iskandar. Wasit tak ayal lagi memberikan kartu merah ke Jajang yang telah mencederai Nur Iskandar. Akibat kejadian ini, sempat terjadi aksi lempar botol dari bangku penonton karena merespon tindakan ofisial tim Bhayangkara yang mengintimidasi ofisial tuan rumah.
Hingga tambahan waktu lima menit, keunggulan Bhayangkara FC atas tim tuan rumah Sriwijaya FC 2-1 tetap bertahan.
Memasuki babak kedua, tim tuan rumah yang tertinggal satu gol mengubah formasi menarik Slamet Budiyono untuk digantikan Nur Iskandar.
Menit 60, Nur Iskandar dijatuhkan Firman Utina sehingga wasit memberikan hadiah tendangan bebas ke Sriwijaya FC.
Kesempatan ini tidak disia-siakan tim tuan rumah. Pemain marquee player Tijani Belaid melesatkan bola tepat di hadapan Beto dan langsung ditanduk ke arah gawang. Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring yang dipadati sekitar 20 ribu penonton sontak bergemuruh menyambut gol balasan itu. Skor pun berubah imbang 1-1.
Pada menit berikutnya, pertandingan pun semakin sengit. Tim tuan rumah berambisi kuat memetik kemenangan pada laga kandang ini tampil menekan.
Petaka kedua pun kembali terjadi bagi tim rumah, tepatnya pada menit 76. Striker Bhayangkara, Thiago menyambut umpan matang Paolo Sergio setelah alur bola begitu lancar dari lini tengah. Skor pun berubah 2-1 untuk keunggulan Bhayangkara FC.
Pelatih Sriwijaya FC Oswaldo Lessa harus putar otak dengan memasukkan Anis Nabar dan menarik Rachmad Hidayat.
Tensi permainan pun semakin memanas ketika terjadi benturan keras antara Jajang Mulyana dan Nur Iskandar. Wasit tak ayal lagi memberikan kartu merah ke Jajang yang telah mencederai Nur Iskandar. Akibat kejadian ini, sempat terjadi aksi lempar botol dari bangku penonton karena merespon tindakan ofisial tim Bhayangkara yang mengintimidasi ofisial tuan rumah.
Hingga tambahan waktu lima menit, keunggulan Bhayangkara FC atas tim tuan rumah Sriwijaya FC 2-1 tetap bertahan.#zal

x

Jangan Lewatkan

Pengalihan BKB Untuk Tempat Wisata Takkan Terealisasi

  Palembang, BP–Revitalisasi Benteng Kuto Besak (BKB) yang kini dijadikan kantor Kesdam II Sriwijaya dan Rumah Sakit AK Gani bakal ...