Home / Sumsel / Simpati Gubernur pada Korban Penembakan

Simpati Gubernur pada Korban Penembakan

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengunjungi korban penembakan polisi di Lubuklinggau. Ia menyesalkan peristiwa ini dan berharap menjadi pembelajaran.

Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin usai menghadiri peringatan hari ulang tahun Kabupaten Musirawas (Mura), Kamis (20/4), langsung bertolak ke Rumah Sakit Umum Dr Sobirin membesuk korban penembakan yang dilakukan oleh oknum polisi Kota Lubuklinggau saat sedang menggelar razia beberapa hari lalu.

“Sangat menyesalkan kejadian ini, jangan sampai terulang lagi. Sekarang bagaimana caranya yang sedang sakit segera sembuh dan ini juga harus menjadi pembelajaran,” ujar Alex Noerdin saat membesuk korban penembakan.

Baca:  Alex Noerdin: Bisnis, HAM, dan Lingkungan Bisa Seiring Sejalan

Tak hanya Alex, di tempat terpisah Kapolda Sumsel Irjen Agung Budi Maryoto kembali mengunjungi keluarga para korban. Dalam kunjungan tersebut, Agung memberikan mainan untuk anak korban, di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Tiga korban yang mengalami luka karena menjadi korban penembakan yakni Dewi, Novi, dan putranya, Genta, dirujuk ke RS Bhayangkara Palembang untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, kemarin. Setelah dirujuk, ketiganya dirawat di ruang VIP RS Bhayangkara Palembang. Sedangkan Indrayani yang mengalami luka tembak di bagian leher, sudah menjalani operasi dan saat ini masih mendapatkan perawatan secara intensif di ICU RSMH Palembang.

Baca:  Gubernur Alex Noerdin Resmi Buka Kejurnas Rally Ogan Ilir

“Sudah saya perintahkan kepada Kabidokkes untuk memberikan perawatan dengan dokter terbaik di RS Bhayangkara. Nanti, dokternya datang karena saat ini dokternya baru selesai melaksanakan operasi di RSMH Palembang,” ujar Agung usai menjenguk para korban.

Sebelumnya, satu keluarga penumpang mobil Honda City di Lubuklinggau, Sumsel diberondong peluru oleh Brigadir K. Dalam insiden itu, satu orang dilaporkan tewas, satu lainnya kritis dan beberapa lainnya luka tembak. Mobil berisi delapan orang termasuk dua di antaranya anak kecil berusia 3 dan 6 tahun. Insiden tersebut bermula ketika polisi melakukan razia Cipta Kondisi. Mobil tersebut distop namun tidak berhenti.

Baca:  Forsikada Pererat Silaturahmi Antar-Istri Kepala Daerah

Polisi kemudian mengecek pelat nomor kendaraan tersebut dan ternyata tidak terdaftar. Polisi kemudian mencurigai mobil tersebut berisi pelaku kejahatan sehingga dikejar. Polisi juga sempat mengeluarkan tembakan peringatan, namun si pengemudi tetap memacu kendaraannya. Hingga akhirnya Brigadir K menembaki mobil tersebut sampai tujuh kali tembakan.#adv

x

Jangan Lewatkan

Gubernur Alex Minta Pengembang Segera Bangun Pasar Cinde

Palembang, BP–Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin meminta pengembang properti PT Magna Beatum yang tergabung dalam Aldiron Hero Group segera ...