Budaya dan Sejarah yang Diabaikan Membuat Kota Palembang ‘Gersang’

13

Palembang, BP

Berangkat dari keprihatinan atas terabaikannya kebudayaan dan sejarah di Kota Palembang, Muhammad Abdul Roni bertekad maju dalam pemilihan walikota (Pilwako) Palembang tahun 2018 mendatang guna membangkitkan sektor kebudayaan dan sejarah di Palembang.

“Kita lihat pertumbuhan ekonomi di Palembang bagus, kelompok menengah semakin banyak namun kemajuan kota tidak diiringi dengan kemajuan budaya dan sejarah maka kota ini menjadi gersang dan kering, jangan sampai Palembang ini melupakan sejarah,” kata Abdul Roni, Minggu (16/4/)

Menurut dia, bagaimana pun Palembang ada karena Palembang Darussalam dan itu pernah dijejakkan di zaman Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.

“Palembang Darussalam ini ada keterkaitannya penegakan Islam, arahnya ke sana, dulu para ulama hidup menyebarkan Islam walaupun dijajah Belanda, sekarang merdeka menurun, terjadi dekadensi, panti pijat di mana-mana, orang bertujahan (tusukan –red) tiap hari, karena budayanya  sudah lepas dan agama tidak lagi mengakar,“ ujarnya lagi.

Dirinya dalam hal ini tidak akan berbicara masalah kemiskinan, sekolah dan segalanya dan mengajak masyarakat Palembang mengembalikan Palembang Darussalam kepada kejayaannya.

“Soal infrastruktur dan lain-lain itu dengan sendirinya, namanya manusia ingin berkembang dibuktikan dengan pembangunan makro ekonomi bagus. Setiap tahun pertumbuhan ekonomi bagus, apakah itu yang terus kita kejar tentang dunia, bagaimana nasib adik-adik kita dan anak-anak kita yang sekarang tidak menghormati orangtua lagi, itu yang kita perbaiki,” kata pria yang berprofesi sebagai eksportir ikan

Apalagi menurutnya, banyak orang Palembang dari sisi sejarah terkenal dan dia mengajak agar kebanggaan ini dihidupkan kembali dan pembangunan Palembang menurutnya jangan hanya mengejar dunia dan infrastruktur, namun lupa karakter asli orang Palembang.

“Kita akan dirikan lagi gedung kesenian, taman budaya sehingga para seniman dan budaya di Palembang ada wadah, sekarang tidak ada. Kasihan mereka mau mentas di mana,” kata pria yang sempat  mengenyam pendidikan di SMPN 2 Palembang, sempat bersekolah setahun di SMAN 1 Palembang, alumni S1 London School of Public Relation dan saat ini sedang menempuh pendidikan S2 Hukum Bisnis di Universitas Al Azhar Indonesia.

Selain itu. pria kelahiran Palembang, 6 September 1970 menilai cagar budaya yang ada di Kota Palembang harus segera diselamatkan karena itu bukti sejarah dan generasi muda bisa belajar dari sejarah.

“Rencana saya mau membuat film SMB II, kalau skenarionya jadi  kita soft launching, syutingnya  90 persen di Palembang, supaya ekonomi Palembang bangkit, pemainnya ada orang Palembang dan ada artis di luar Palembang kita libatkan,” kata Ketua Koperasi Pekerti Indonesia Jaya yang bergerak di bidang ekspor ikan dan juga Vice President Director Cahaya Bahari Corp.

Bapak tiga bersaudara ini mengaku saat ini baru dua partai politik yang sudah serius memberikan sinyal.

“Untuk sementara ini baru serius dua partai, yakni PBB dan PKS. Ke depan semua partai akan saya mintakan dukungannnya yang satu visi untuk membangun Palembang ini,” katanya.

“Sejak Oktober 2016 lalu, seminggu sampai sepuluh hari berada di Palembang melakukan sosialisasi untuk pencalonan ini. Aku perkuat keluarga dan teman-teman masa kecil seperti kawan-kawan di SD, SMP, dan SMA, memang fokus di keluarga dulu, Insya Allah merambat. Kita juga fokus ke partai sebagai pengusung,” ujar Abdul Roni.

Abdul Roni mengaku akan melakukan politik santun terhadap calon walikota Palembang lainnya,

“Terhadap Harnojoyo kita akui apapun dia telah melakukan sesuatu , persoalan puas dan tidak puas khan subjektif tapi kita ingin yang terbaiklah,” katanya.

Roni mengaku mengamati perkembangan saat ini, di mana nama Lury Elza Alex menjadi buah bibir dan incaran para cawako untuk digandeng karena diyakini bakal mendongkrak suara.

“Soal bakal dipasangkan dengan Lury saya sangat welcome. Seluruh partai yang membuka pendaftaran akan saya daftar. Demokrat sekali pun ada Harnojoyo calon di situ. Termasuk PDIP meski di situ ada Fitri. Termasuk Perindo yang belum ada kursi di parlemen akan kita datangani. Mereka juga punya massa,” katanya. #osk