Perempuan Ikut Berperan Menjaga Perdamaian

7

Palembang, BP

BP/DUDY OSKANDAR
REMBUK KEBANGSAAN-BNPT bekerja sama dengan FKPT menggelar acara rembuk kebangsaan, Kamis (30/3).

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerja sama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar rembuk kebangsaan , perempuan pelopor perdamaian di Hotel Santika, Palembang, Kamis (30/3). Kegiatan ini diikuti 63 orang dari guru perempuan, organisasi perempuan keagamaan dan organisasi perempuan kemasyarakatan.

Menurut Izzah Zen Syukri FKPT Sumsel, kaum perempuan ikut memiliki peran dalam menjaga perdamaian dan mencegah tindakan radikal dan terorisme yang terjadi selama ini di Indonesia.

Apapun peran dan pekerjaannya kaum perempuan bisa berbuat agar tindakan radikal tidak terjadi Indonesia, dengan membina keluarganya dengan baik dan sesuai tuntutan agama yang diajarkan dan jauh dari rasa kebencian dan tindakan radikalisme.

Dia menjelaskan dalam Alquran dikenal dengan perempuan sholihah seperti Siti Hawa, Siti Asiah, Hana istri Imran, Maryam Ibunda Musa AS, Sarah, Zulaikha, Maryam saudara Nabi Musa AS, istri Nabi Musa (putri Nabi Syu’aib), Ratu Balqis, Ummahatul Mukminin (Siti Khodijah, Aisyah, dll), dan para putri Rasulullah saw.

Dan juga mengenal perempuan durhaka seperti Istri Nuh, istri Luth AS, istri Abu Lahab.

Irhamuu man fil ardhi yarhamukum man fis samaa ‘sayangilah yang ada di bumi, niscaya kamu akan disayangi yang ada di langit di mana yang ada di bumi bukan hanya manusia, tetapi hewan dan tumbuhan juga. Yang ada di bumi bukan hanya orang Islam, tetapi nonmuslim juga banyak, yang ada di bumi bukan hanya orang dewasa, orangtua dan anak-anak juga tidak sedikit jumlahnya,” kata Izzah.

Apalagi menurutnya, dalam Islam kasih sayang tidak berkasta, tidak berkelas, sama rata, sama rasa. Kata dia, kasih sayang meliputi top down dan bottom up (orang ke anak, pemerintah ke rakyat, pemimpin ke bawahan, dan sebaliknya) dan dari unit terkecil (dari rumah hingga ke sebuah negara)

Sedangkan Farida Mahri dari Yayasan Wangsakerta menjelaskan, harus membantu orang membangun perdamaian dengan siapa saja dan membantu orang-orang di dalam konflik guna mencari aturan dasar, mendukung dialog dan mencapai solusi tanpa kekerasan.

“Selain itu kedepankan pencegahan yang tidak lain melakukan sesuatu tentang akar penyebab konflik dan menciptakan pondasi bagi pengelolaan perbedaan yang kooperatif,” jelasnya.

Sedangkan aktor legendaris Indonesia Jajang C Noer mengatakan, dengan kegiatan ini anak-anak pelajar ini , orangtua dan kalangan agama jangan salah memberikan persepsi yang salah tentang agama.

“Katanya kita beragama , agama yang mengajarkan kasih sayang kok enggak jalan. Kasih sayang dengan keadilan kok enggak jalan di mana letak missnya, BNPT ini menyadari harus diberikan masyarakat wawasan tambahan tentang ini,” katanya.

Sekretaris FKPT Sumsel Dr Periansya, SE, MM, mengatakan, kegiatan ini adalah rembuk kebangsaan perempuan pelopor perdamaian. Sedangkan tujuan dari kegiatan ini adalah mengajak para tokoh perempuan dalam mencegah potensi radikal terorisme di Sumatera Selatan untuk membentuk majelis kebangsaan.

#osk