SFC Curi Poin di Partai Perdana Piala Presiden

12

Palembang, BP

Sriwijaya FC berhasil mencuri satu poin dari Bali United dengan skor 2-2, dalam partai perdana turnamen Piala Presiden 2017 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Selasa (7/2).

Gol Laskar Wong Kito dicetak duo Brasil, Hilton Moreira dan Alberto Goncalves, masing-masing menit ke-7 dan menit ke-86. Sementara gol Bali United dilesakkan Marcos Flores dari titik putih menit ke-26 dan Abdul Rahman menit ke-33.

Hasil ini membuat SFC dan Bali United sama-sama memuncaki grup 4 dengan mengantungi satu poin. Hal itu menyusul Barito dan Pusamania Borneo FC juga bermain imbang tanpa gol.

Usai pertandingan, Pelatih SFC Widodo Cahyono Putro memberikan pujian setinggi langit pada anak asuhnya. Meski belum berhasil memenangkan pertandingan, menahan imbang tim berjuluk Serdadu Tridatu di depan ribuan pendukungnya sudah sebuah prestasi gemilang.

“Saya acungi jempol buat kerja keras seluruh pemain. Persiapan tidak ideal namun mereka tidak mau menyerah dan bermain di bawah guyuran hujan tentu tidak mudah,” katanya.

Namun, dalam segala keterbatasan itu, anak asuhnya tetap gigih untuk dapat memberikan perlawanan. Sempat unggul 1-0, kemudian tertinggal satu angka dengan skor 1-2, tak membuat mental pemain down.

Pemain masih terus berupaya untuk mengejar ketertinggalan, hingga akhirnya dapat mencetak gol penyeimbang menit ke-86 oleh Alberto Goncalves.

Sementara saat disinggung soal keputusan kontroversial wasit yang menyatakan Hilton telah berdiri pada posisi offside di pertengahan babak pertama, padahal kenyataannya tidak demikian, Widodo menyerahkan sepenuhnya pada pengawas pertandingan.

“Saya mendapatkan laporan dari yang menonton televisi bahwa itu onside. Silakan masyarakat yang menilainya, tetapi saya berharap tim pengawas bisa menindaklanjutinya,” harapnya.

Winger asing SFC Hilton Moreira menambahkan, laga melawan Bali United sangat menarik. Kedua tim saling menekan sepanjang pertandingan.

“Berhasil dapat satu poin itu sudah sangat baik. Saya pun sangat senang bisa bermain sampai usai, padahal saya baru seminggu bergabung. Saya punya masalah di gigi dan sekarang masih berdarah, tapi malam ini (Selasa malam-red) kondisi saya membaik sehingga bisa bela SFC,” jelasnya.

Diakui Hilton, melawan Bali United ini jelas terasa berbeda dari musim 2016, itu karena memang dalam skuad Laskar Wong Kito saat ini banyak pemain muda.

Di lapangan dia, Beto dan Yu Hyun Koo tak hanya harus bermain tapi juga dituntut untuk menjadi mentor bagi punggawa muda Laskar Wong Kito. Dia bersama pemain muda harus dapat saling mengerti satu sama lain agar bisa bermain kompak.

Di tempat yang sama pelatih anyar Bali United Hans Peter mengaku sangat kecewa dengan hasil imbang itu. Bertindak sebagai tuan rumah tentu Bali United harus memenangkan pertandingan.

“Tentu saya tidak puas karena harus membuang poin penuh di lima menit terakhir. Kami punya banyak PR setelah laga melawan SFC ini,” jelasnya.

Salah satu yang perlu diperbaiki konsentrasi menit akhir. Hal itu karena Beto mencetak gol menit ke-86. Jelang berakhirnya pertandingan memang kerapkali konsentrasi pudar, dan itu bisa dimanfaatkan tim lawan.

“Kita akan perbaiki itu semua sehingga di laga kedua lebih baik,” tegasnya.

Jual Beli Serangan

Pertandingan berjalan seru sejak menit pertama. Baik SFC dan Bali United sama-sama menerapkan permainan menyerang.

SFC unggul terlebih dahulu pada menit ke-7 melalui tendangan bebas Hilton Moreira. Sepakannya tak dapat digapai dengan baik oleh kiper Bali United, Kadek Wardana.

Lepas dari gol Hilton, permainan Bali United tidak mengendur. Umpan dari kaki ke kaki terus diterapkan Serdadu Tridatu. Hasilnya, Bali United mendapatkan hadiah penalti setelah Ricky Fajrin dilanggar dengan keras oleh bek Sriwijaya.

Marcos Flores yang dipercaya menjadi algojo tak menyia-nyiakan kesempatan yang didapat. Tendangan mantan pemain Persib itu tak mengecoh kiper Teja Paku Alam. Kedudukan menjadi imbang 1-1.

SFC sebetulnya mampu mencetak gol pada menit ke-45, namun Hilton Moreira sudah terlanjur berdiri pada posisi offside. Babak pertama pun berakhir dengan keunggulan tuan rumah atas Sriwijaya FC.

Di babak kedua tempo permainan tidak mengendur. Jual beli serangan masih terus terjadi mulai dari babak kedua dimulai.

Menit ke-54, pemain SFC, Zalnando mendapatkan peluang emas untuk menyamakan kedudukan. Sayang tendangannya dapat ditangkap dengan baik oleh kiper Kadek Wardana.

Perjuangan SFC akhirnya berbuah manis, sebuah tendangan Beto Goncalves pada menit ke-86 tak dapat dihalau oleh Kadek Wardana. Sriwijaya imbangi Bali United 2-2.

Di sisa menit akhir, keduanya tetap berupaya mencetak gol. Sayang hingga pertandingan berakhir, kedudukan tetap imbang 2-2. Tuan rumah gagal mengambil tiga poin perdana di Piala Presiden 2017. 0zal