Home / Bisnis / Pengendara Motor Dilarang Beli Premium

Pengendara Motor Dilarang Beli Premium

Mobil boleh beli premium, pengendara sepeda motor dilarang.
Palembang, BP
Sejak diluncurkan bahan bakar minyak (BBM) pertalite, pemerintah memproyeksikan agar ada pengurangan penggunaan BBM premium di masyarakat. Hanya saja, di tengah upaya itu, terjadi ketimpangan di lapangan, mobil mewah leluasa antre BBM premium.
“Sejatinya pengendara sepeda motor ini yang lebih berhak menggunakan BBM premium, selisihnya dengan pertalite cukup tinggi bahkan lebih dari Rp1.000, tapi mengapa malah mobil yang diperbolehkan?” kata Putra (29), pengendara sepeda motor, usai antre di SPBU R Sukamto, Palembang, Selasa (7/2).
Putra mengatakan, keberpihakan pemerintah untuk masyarakat kecil masih belum sepenuhnya dijalankan, bahkan upaya mengurangi penggunaan premium ini dinilai tidak tepat sasaran. Sebab, masih ada SPBU yang tidak menyediakan premium untuk sepeda motor dan malah menyediakan untuk kendaraan mobil yang sejatinya menggunkan BBM dengan oktan tinggi.
Berangkat dari pengakuan pengendara sepeda motor dan makin banyak keluhan masyarakat yang semakin sulit mendapatkan premium, BeritaPagi mencoba menelusuri sejumlah SPBU di Kota Palembang, hasilnya saat ini sudah semakin banyak SPBU yang tidak lagi menyediakan nozel premium untuk kendaraan sepeda motor, salah satunya SPBU di Jalan R Sukamto.
Koran ini pun mencoba untuk antre pada salah satu mesin SPBU yang menyediakan premium di barisan antrean mobil yang saat itu hanya ada dua mobil yang sedang antre. Belum sempat dilayani, petugas pengisian BBM langsung menyuruh untuk tidak antre, karena antrean ini hanya khusus untuk mobil.
Karena penasaran, BeritaPagi mencoba menayakan kembali kepada petugas mengapa dilarang membeli premium di lokasi, lagi-lagi petugas ini melarang dan menyuruh untuk antre pada antrean BBM pertalite. Tidak puas akan pelarangan ini, kemudian mencari pengawas SPBU.
Benar saja, pengawas pun tidak memperbolehkan untuk membeli BBM premium karena sudah ada pertalite untuk sepeda motor, sedangkan premium yang tersedia untuk antren mobil bukan sepeda motor. “Sudah ada tempatnyo, motor untuk motor, untuk mobil, jadi dak boleh, aku ni pengawas, nak ngapo betanyo namo aku,” kata pengawas SPBU ini tidak mau menyebutkan nama saat diminta klarifikasi.
Sementara itu, Officer Communications and Relations MOR II Area Sumbagsel Siti Rahmi mengatakan Pertamina diberi tugas pemerintah untuk menjual Bahan Bakar Minyak jenis premium. Jadi pihaknya tetap akan menjual premium selama ditugasi pemerintah karena premium adalah BBM subsidi.
Namun di sisi lain, Pertamina juga memberikan pilihan bahan bakar yang dari sisi kualitas lebih bagus dengan harga cukup terjangkau, yaitu pertalite. Selanjutnya terserah konsumen mau beli yang mana.
“Karena premium itu subsidi, jadi kalau semakin banyak yang berpindah dari BBM subsidi ke yang bukan subsidi, tentunya akan membantu mengurangi beban negara,” katanya.
Dijelaskan dia, dana subsidinya bisa digunakan untuk sektor lain yang lebih membutuhkan.  Harapannya, akan semakin banyak masyarakat yang akan memilih bahan bakar yang lebih baik untuk kendaraannya. “Tapi sekali lagi, Pertamina tetap akan menyediakan premium selama masih ditugasi pemerintah, dan itu masih tersedia di beberapa SPBU,” tuturnya.
Terkait terjadi ketimpangan untuk pengendara mobil yang diperbolehkan menggunakan premium di SPBU tertentu dan bemtuk pengawasan Pertamina, Rahmi menjelaskan Pertamina tetap menyediakan nozzle premium baik untuk motor maupun mobil selama masih ditugaskan untuk menyalurkan premium dan Pertamina terus melakukan penataan menyesuaikan dengan kondisi SPBU.
“Pertamina juga terus mengimbau masyarakat yang memiliki kendaraan berteknologi modern untuk menggunakan bahan bakar berkualitas,” katanya.
Sementara itu, pengamat transportasi Saidina Ali mengatakan, bahan bakar subsidi seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat ekonomi lemah, upaya mengurangi penggunaan premiun dengan menghadirkan pertalite cukup baik, hanya saja praktik di lapangan seperti apa juga harus tepat sasaran dan pengawasan.
“Jika yang terjadi pengendara sepeda motor antre pada nozle pertalite, sedangkan mobil masih banyak yang menggunakan premium, ada ketimpangan di sini, ada hajat orang yang lebih membutuhkan tidak terpenuhi di sini apalagi sampai dilarang,” katanya. #ren
Area lampiran
Baca:  Kapjappin Protes Rencana Penghapusan Premium
x

Jangan Lewatkan

Jasa Raharja Tuntaskan Santunan Laka Prabumulih

Palembang, BP PT Jasa Raharja (persero) cabang Sumsel mengambil langkah cepat guna merespon peristiwa kecelakaan maut yang terjadi di Prabumulih ...