Home / Headline / Tanpa Beri ‘Fee’, Proyek Tak Keluar

Tanpa Beri ‘Fee’, Proyek Tak Keluar

Palembang, BP

Praktik suap untuk mendapatkan proyek sudah menjadi tradisi di lingkungan Pemkab Banyuasin. Hal ini terungkap dalam sidang lanjutan Bupati Banyuasin non-aktif Yan Anton Ferdian di Pengadilan Tipikor Palembang, Kamis (2/2).

Dalam sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, Rahmat Setiawan, pengusaha yang sejak 2007 mendapat proyek di Dinas PU Bina Marga Kabupaten Banyuasin itu mengaku ada aturan fee sebesar 15 persen jika ingin mendapatkan proyek di dinas terkait.

“Sebelum 2010 (bupati sebelumnya), fee 13 persen dan diserahkan setelah proyek selesai. Setelah 2010 naik jadi 15 persen dan diberikan di awal,” ujar saksi.

Ia mengatakan, jika tidak memberikan fee tersebut maka tidak akan mendapat proyek yang diinginkan. Pengusaha yang berminat harus menyetor terlebih dahulu ke kepala dinas terkait.

“Contohnya saat saya ikut tender proyek jalan di Pulau Rimau, harus setor dulu ke kadisnya. Saya diundang bertemu langsung di Kopi Tiam untuk mendengar penjelasan terkait persentase fee yang bertambah,” kata dia.

Baca:  Terima HPS Dulu, Baru Lelang

Saat itu, Rahmat mengaku terkejut karena jika sudah dipotong 20 persen, maka akan sulit untuk mengerjakan proyek tersebut. “Saya bilang, saya makan dari mana lagi jika dipotong 20 persen. Tapi Pak Kadis bilang, terserah. Jika mau, silakan setor. Ini permintaan bos,” kata dia.

Ketika ditanya hakim, bagaimana mengetahui bahwa setelah menyetor dipastikan mendapatkan proyek, ia menjawab proses tender secara otomatis akan diatur oleh panitia.

“Saya terkadang pakai CV atau PT milik teman, jadi seolah-olah peserta tendernya bukan hanya saya. Istilahnya yang lain itu PT cadangan saya. Jadi pasti saya juga yang dapat. Ini lumrah bagi kami, saling pinjam nama PT,” tuturnya.

Selain Rahmat, dalam persidangan kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan empat saksi, yakni Adrian Candy yang juga pihak rekanan.

Baca:  Yan Anton Lantik Juru Pemantau Jentik Nyamuk

Kemudian saksi Sopran Nurozi selaku Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuasin dan Sapta Oktaviani, selaku customer service Bank SumselBabel.

Usai persidangan JPU KPK RI Kresno Antowibowo menuturkan bahwa berdasarkan keterangan saksi, tradisi fee sudah jadi kebiasaan dan semacam aturan tidak tertulis.

“Keterangan saksi seperti itu dan pekan depan kita akan hadirkan lagi sekitar empat sampai lima orang,” tuturnya.

Rudi Alfonso, penasihat hukum Yan Anton menuturkan bahwa dari keterangan para saksi kliennya tidak mengetahui adanya praktik suap dalam proses mendapatkan proyek.

“Keterangan saksi terbukti, klien kami cuma dikasih uang, tidak tahu ada anak buah di bawahnya yang mengatur. Apalagi disebut bahwa itu untuk bos,” tuturnya.

Selain itu, menurutnya, sejak dulu kontraktor memang sudah seperti permainan. Mereka yang atur biar menang tender. “Dia (Yan Anton) terima, tapi tidak sebanyak yang disebut saksi tadi, sampai 15 persen dari nilai proyek,” tandasnya.

Baca:  Yan Anton Terpukul Dituntut 8 Tahun Penjara

Dalam perkara ini, terdakwa Yan Anton didakwa JPU dengan dakwaan ke satu melanggar Pasal 12 huruf a subsider Pasal 11 Jo Pasal 55 KUHP Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Kemudian dakwaan kedua melanggar Pasal 12 huruf b Jo Pasal 55 KUHP Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tipikor.

Yan Anton dimajukan ke meja hijau setelah terjerat operasi tangkap tangan KPK di kediamannya pada 4 September 2016. Saat itu Bupati menerima suap dari Direktur CV Putra Pratama Zulfikar Muharrami yang diserahkan oleh perantara yakni Kirman (salah seorang pengusaha).

Yan Anton menerima bukti pelunasan pembayaran haji ONH plus Rp531.031.000 atas nama dirinya dan keluarga. Dalam OTT itu, KPK juga menyita uang Rp620 juta yang merupakan uang milik Abi Hasan (Kadis PU Cipta Karya) yang berada ditangan Kirman. # ris

 

 

x

Jangan Lewatkan

Jasad Putri Tersangkut di Eceng Gondok

Palembang, BP–Setelah hampir tiga hari dilakukan pencarian, akhirnya jasad Putri Kirina (9) ditemukan tersangkut tumpukan eceng gondok, di perairan Sungai ...