Palembang Butuh Pemimpin Perempuan

14

 

Lury Elza Alex

Palembang, BP

Sosok perempuan berpeluang besar dalam memimpin Kota Palembang ke depan. Peluang tersebut dimungkinkan karena Palembang sangat membutuhkan sosok perempuan dalam menata dan membangun kota ini lebih baik lagi.Peluang itu juga mendapat jalan dari sektor kepemilihan mengingat pemilih pemula dan pemilih perempuan di kota Palembang jumlahnya sangat besar dan membuka celah untuk gelontoran suara bagi figur perempuan yang maju dalam pilkada.

Sosok perempuan seperti Duta Anti Narkoba Sumsel, Lury Elza Alex Noerdin, dan Wakil Walikota Palembang saat ini, Fitrianti Agustinda, SH alias Finda, diprediksi mendapat peluang besar untuk memimpin kota Palembang ke depan.

Pengamat politik dan pemerintahan Sumsel Prof Dr Alfitri, MSi melihat pemilih pemula dan perempuan di kota Palembang, terutama kaum perempuan, sangat besar jumlahnya dan sangat berpotensi memberikan suara kepada pemimpin perempuan.

“Sekarang bagaimana Lury dan Finda bila akan maju dalam Pilkada Palembang tahun 2018 nanti bisa mengemasnya sehingga simpati publik terutama dukungan kalangan perempuan yang besar bisa diraih,” kata Alfitri di ruang kerjanya di Kampus Universitas Sriwijaya, Kamis (5/1).

Apalagi, menurutnya, pemilih perempuan ini selalu konsisten dalam pilihannya.

“Kalau perempuan sudah menetapkan pilihan, sulit untuk berubah-ubah. Nah sekarang peluang Lury dan Finda bagaimana menarik hati pemilih dari kalangan perempuan itu,” ujarnya.

Terlebih dia melihat Finda yang kini menjabat sebagai Wakil Walikota Palembang dan sebagai petahana lebih massif dalam gerakannya.
“Tinggal lagi bagaimana Lury bisa lebih masif lagi dari Finda dan mengimbangi popularitas petahana. Tapi saya lihat Lury berpeluang bisa menang dalam Pilkada Palembang di tahun 2018,” katanya.

Untuk itulah, menurutnya, Lury harus gencar turun ke bawah dan berinteraksi dengan masyarakat kota Palembang, berbuat, kemudian memberikan bukti ke masyarakat agar masyarakat makin percaya.

“Itu syarat utamanya. Apalagi Lury ini perempuan. Perempuan ini kan langka dalam memimpin. Saya lihat track record Lury bagus. Yang penting Lury populer dulu, soal elaktibilitas nanti bisa disurvei,” ujarnya.

Untuk itu kalau Lury memang mau maju dalam pilkada Palembang tahun 2018 nanti dia harus rajin turun ke masyarakat. Kenalkan diri ke masyarakat dan kedepankan dirinya sebagai tokoh perempuan yang peduli dengan kegiatan-kegiatan sosial.

“Bungkus dulu unsur politiknya. Lury memiliki peluang, tapi penuhi dulu syarat itu tadi. Dia harus turun, bisa membuktikan diri, guna menaikkan popularitas,” katanya.

Sebelumnya Lury mengatakan, dengan melihat pesatnya pembangunan Kota Palembang, rasanya inilah waktu yang tepat bagi dirinya memberikan sesuatu untuk Palembang.

Menurutnya, saat ini butuh kebersamaan untuk mensyiarkan kebaikan-kebaikan bagi Sumsel.

“Mungkin banyak orang yang bertanya, mengapa tiba-tiba saya muncul sebagai Duta Narkoba. Tapi, mungkin juga banyak orang yang belum tahu proses bagaimana saya jatuh bangun. Adapun yang membentuk saya seperti ini karena caracter building,” katanya.

Lury mengatakan kalau dirinya peduli akan bahaya narkoba ini, sebagai bentuk kepedulian dalam bentuk kegiatan sosial. Akan tetapi, jika ada yang mengaitkan dirinya akan maju Pilkada Palembang 2018, hal itu belum dipikirkannya.

“Tidak ada tendensi politik apa pun. Saya hanya berpikir, apa yang bisa saya perbuat untuk Palembang. Saya sosok yang independen dan tidak pernah terjun di dunia politik,” katanya.#osk