Home / Headline / Alex Pastikan LRT Selesai Januari 2018

Alex Pastikan LRT Selesai Januari 2018

Palembang, BP

Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin memastikan pembangunan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) selesai sebelum berlangsungnya perhelatan Asian Games 2018.

“Pastinya 1 Januari 2018, sepur di pucuk (LRT-red) selesai,” tegas Alex Noerdin saat ditemui, di Griya Agung Palembang, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, LRT yang tengah dibangun di Kota Palembang lebih baik dibandingkan monorail di Las Vegas, Amerika Serikat. Bahkan, kalau dilihat dari tiangnya, LRT Sumsel tampak lebih kokoh.

Moda transportasi umum memang harus banyak pilihan, lanjut orang nomor satu di Sumsel ini. Ketika dibangun LRT di Kota Palembang, warga mungkin ada yang mengeluhkan dampaknya yakni kemacetan.

“Saya menjamin, nanti setelah rampung (selesai-red) dan sudah dapat digunakan, wong kito galo pasti senang, bangga,” tukas Alex.

Sebelumnya, Wakil Kepala Divisi II Waskita Karya Pius Sutrisno mengatakan, jika LRT yang tengah dibangun ini sudah beroperasi, kecepatannya bisa mencapai 100 Km per jam. Namun realisasi kecepatan maksimal bisa 85 Km per jam.

Menurut dia, untuk lebar jalan rel dapat mencapai 1067 mm, sementara untuk stasiun terdapat sedikitnya 13 stasiun ditambah sembilan sub stasiun. Sejauh ini, progres pengerjaan LRT ditargetkan memakan waktu selama 2,5 tahun sejak 21 Oktober 2015 sampai 30 Juni 2018 .

Baca:  Singapura Tertarik 'Green Growth' Sumsel

“Pengerjaan LRT di Sumsel paling cepat di dunia, ini adalah proyek roket. Biasanya memakan waktu 4 tahun, di Sumsel hanya 2,5 tahun,” ungkap dia.

Masih dikatakan dia, dengan dukungan semua pihak, tentu bisa berjalan dan dapat selesai sebelum Asian Games 2018. Selain itu, dampak dari pembangunan LRT menjadikan jalan di sekitar LRT menjadi bergelombang dan macet.

“Kita (Waskita-red) minta pengorbanan masyarakat Sumsel menikmati debu dan minta jangan demo,” pungkasnya.

Koordinasi Belum Maksimal

Ketua Komisi IV DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) Herpanto mengatakan, banyak pihak yang terlibat dalam menangani proyek LRT, di antaranya, PT Waskita Karya, PT KAI, Dirjen Perkeretaapian, INKA, PLN, dan Dishub.

Untuk itu, kata dia perlunya kerja tim baik agar proyek LRT ini dapat rampung dikerjakan. Termasuk mengeluarkan penyataan ke publik harus satu suara, jangan sendiri-sendiri.

Baca:  Gubernur Alex Panggil Walikota-Bupati, Cari Solusi Tegal Binangun

Selama ini statemen yang dikeluarkan tiap instansi yang terlibat dalam LRT berbeda-beda. PT KAI menyoroti soal manajemen, Waskita Karya menonjolkan pembangunan beton LRT, Inka lebih kepada pengadaan peralatan.

“Mereka harus bicara dalam satu meja, buka secara fair permasalahan yang bisa diantisipasi dan mereka ini harusnya bekerja dalam satu tim, tidak bisa satu satu. Nanti jika ini sudah berjalan saat operasional kalau macet yang disalahkan PT KAI sebagai manejemen pengelola, semua yang terlibat harus terkoneksi,” katanya, Senin (2/1).

Pihaknya melihat sejauh ini koordinasi antara semua pihak yang terkait belum optimal. Untuk itu Pemerintah Provinsi Sumsel harus mengajak semua pihak tersebut duduk bersama.

“Kita lihat koordinasi itu belum jalan. Kita minta Pemprov memanggil semua pihak yang terkait untuk duduk satu meja dan sebagai leader-nya pemprov,”  katanya.

Selain itu Komisi IV DPRD Sumsel mengingatkan pemerintah agar pembangunan proyek light rail transit (LRT) tepat waktu alias on schedule.

Sehingga pada saatnya, kereta cepat tersebut dapat beroperasional tanpa ada kendala. Menurut Herpanto,  pembangunan LRT termasuk dalam program prioritas pemerintah. Untuk itu pemerintah dimintanya lebih intens dalam pengerjaan mega proyek untuk menyambut Asian Games 2018 tersebut.

Baca:  Dikebut, Jembatan Musi VI Capai 85 Persen

Ditambahkannya, pengerjaan LRT harus segera dirampungkan, terlebih saat ini dampak pembangunan tersebut telah menimbulkan kemacetan lalu lintas.

“Ini macet karena LRT, tapi kalau tidak segera cepat diselesaikan infrastruktur yang direncanakan bisa crowded, karena pengguna jalannya bukan cuma orang Sumsel tapi 40 negara,” katanya.

Apalagi menurut Herpanto, saat ini Sumsel memprioritaskan program-program terkait dalam menghadapi Asian Games 2018. Di mana  untuk pembangunan infrastruktur mengutamakan jalan provinsi yang memang banyak kerusakan supaya segera diperbaiki pada tahun 2017.

“Tetapi kita memprioritaskan program-program terkait menyongsong Asian Games, karena tinggal setahun lagi, termasuk masalah pembangunan jalur kereta ringan atau light rail transit/LRT supaya tetap sesuai dengan jadwal, kemudian jalan tol,” katanya. Sementara untuk progres pembangunan jalan tol sejauh ini masih sesuai dengan jadwal dan hampir tidak ada kendala.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Lepas Jemaah Haji, Wabup Minta Doakan OKI

Kayuagung, BP–Wakil Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H.M. Djakfar Shodiq melepas jemaah calon haji berjumlah 286 orang plus petugas haji ...