Home / Sumsel / Ogan Komering Ulu Timur / Radikalisme, Pemahaman Tanpa Akal, Rugikan Banyak Pihak

Radikalisme, Pemahaman Tanpa Akal, Rugikan Banyak Pihak

Bupati Ajak Ulama Berantas Musuh Rakyat

Martapura, BP

Dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari sudah semestinya manusia saling mendengarkan dan mengingatkan serta memberikan nasihat kepada manusia lainnya. Pesan itu  disampaikan Bupati OKU Timur HM Kholid MD, Ssos, MSi saat mengisi acara pengajian akbar dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan peresmian Masjid Al-amin Desa Jatimulyo dan pertemuan Triwulan Muslimat NU se-Kecamatan Belitang Madang Raya, Minggu (1/1).

“Ada ungkapan dari almarhum Gus Dur yang menyatakan bahwa kita dalam menjalankan kehidupan jangan hanya selalu memberikan wejangan kepada orang lain. Namun kita juga harus bisa berlapang dada dan menerima ketika ada saudara teman atau siapa pun memberikan wejangan,”ujarnya.

Kholid pada kesempatan itu juga mengajak para ulama untuk memberantas musuh rakyat yang bisa menghancurkan bangsa secara perlahan-lahan yakni narkoba, komunisme, radikalisme, terorisme, dan perjudian yang merupakan musuh generasi muda, musuh masyarakat dan musuh seluruh negeri ini.

“Cukup banyak kehancuran yang ditimbulkan oleh narkoba. Dengan menyasar generasi muda, berbagai cara dilakukan untuk melancarkan bisnis haram tersebut. Untuk itu peran kita semua terutama keluarga dan ulama sangat penting dalam memberantasnya,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini bangsa kita sedang diterpa oleh isu konunisme yang mengancam bangsa ini. OKU Timur, kata dia, dibangun dengan perbedaan yang sangat besar. Untuk itu marilah jadikan perbedaan tersebut sebagai sesuatu yang berharga dan sesuatu yang membanggakan dalam membangun daerah ini. OKU Timur merupakan salah satu daerah yang zero konflik dengan keberagamaan suku, agama dan golongan yang ada.

“Marilah kita jaga perbedaan itu untuk kemajuan daerah ini,” namanya.

Demikian juga dengan radikalisme dan dan terorisme, mereka yang memahami suatu pemahaman tanpa menggunakan akal sehat membuat keputusan-keputusan yang merugikan banyak pihak. Bukan hanya pribadi sendiri, namun juga agama dan negara. Menurutnya mereka yang melakukan berbagai tindakan kekerasan yang mengatasnamakan agama sebenarnya bukanlah dari organisasi keagamaan seperti NU maupun Muhammadiyah, namun mereka berasal dari golongan Islam kiri dan kanan yang memahami agama hanya dari satu sisi tanpa mengedepankan akal, keberagaman dan kebhinekaan.

“Demikian juga dengan perjudian. Saat ini judi semakin marak dilakukan oleh berbagai kalangan. Bukan hanya generasi muda dan orang kaya saja. Perjudian dilakukan berbagai kalangan. Mengadu nasib dengan sesuatu yang tidak pasti adalah salah satu dari bentuk perjudian itu sendiri.  Judi membuat kita selalu berangan-angan. dan hal itu jelas-jelas dilarang dalam islam,” tandasnya.

Kholid menambahkan bahwa dalam memangku suatu jabatan baik dalam pemerintahan atau jabatan apapun untuk tidak menghalalkan segala cara dalam memperolehnya. karena jual beli jabatan dalam sebuah organisasi pemerintah merupakan sesuatu yang dilarang dan dalam agama .

“Hal itu adalah sesuatu yang dilarang dengan hukum haram. Dalam agama, hukum jual beli jabatan itu haram,” tegas Kholid.#yto

x

Jangan Lewatkan

UU No 35 Sudah Memiliki Kekuatan Hukum

27 Zat Narkoba Jenis Baru Martapura, BP Berdasarkan temuan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bahwa terdapat 46 narkoba jenis baru ...