Bahaya HIV/AIDS, Salsabila Community Kunjungi Lapas Wanita

15

Palembang, BP

Ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Wanita Palembang, mendapatkan ‘Sosialisasi Pembekalan, Pengetahuan, Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit menular HIV/AIDS’ dari Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Ir Permana, MMA didampingi Inisiator Salsabila Lury Elza Alex Noerdin, Kamis (22/11).

Penyakit HIV/AIDS merupakan penyakit mematikan yang belum ada obatnya. Penyakit ini menyerang sistem imunitas manusia. AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah sekumpulan gejala dan infeksi yang terjadi karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia yang diakibatkan infeksi virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Di Indonesia khususnya korban penyakit ini setiap tahun terus bertambah.

Dalam kata sambutan sekaligus membuka resmi sosialisasi bahaya penyakit mematikan tersebut Ir Permana mengatakan, saat ini lapas wanita paling banyak kasusnya masalah narkoba yang dimana narkoba merupakan salah satu faktor dalam penyebaran virus HIV.  Adapun tujuan dari sosialisasi ini guna memberikan perhatian dalam rangka memperingati Hari Ibu. “Saya yakin ibu-ibu dan semua yang dibina disini bukan kemauan sendiri, tapi masalah hidup yang mengharuskan kalian di sini,” tegasnya

Dikatakan Permana, pihaknya menghimbau kepada Ketua Lapas Wanita untuk segera membuatkan komunitas yang masing-masing beranggotakan 5-10 orang untuk dilatih hingga mahir berdasarkan minat dan kemampuan dalam keterampilan. “Diharapkan warga binaan kembali ke masyrakat mempunyai keahlian yang bernilai jual, sehingga tidak kembali lagi ke lapas,” imbaunya

Pada kesempatan ini Lury Elza Alex mengatakan sosialisasi bahaya HIV/AIDS merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Salsabila Community untuk meningkatkan rasa kepedulian kepada warga binaan lapas wanita dalam rangka memperingati Hari Ibu dan Hari HIV. “Saya harap setelah kegiatan ini warga binaan lapas wanita sudah mengetahui bagaimana mencegahnya, menanggulanginya, bahkan untuk yang sudah terkena tidak perlu khawatir karena sudah ditemukan obat menidurkan virus HIV tersebut,” jelasnya.

Lanjut Inisiator Salsabila, kedepan Salsabila Community bekerja sama dengan Ketua lapas wanita dalam mengembangkan pelatihan kepada warga binaan antara lain pembuatan tenun songket. “Hasilnya akan dijual keluar, untuk kehidupan mereka setelah keluar dari lapas,” pungkasnya

Kegiatan ini menghadirkan Narasumber langsung Dr. Marlia reflanti, Dalam materinya membeberkan data dan temuan kasus HIV/AIDS terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Lebih lanjut, tentunya membutuhkan peran aktif dari seluruh pihak dan jangan takut untuk memeriksa kesehatan.#iqb