Home / Headline / Pertahankan, Suasana Kondusif Jelang Asian Games

Pertahankan, Suasana Kondusif Jelang Asian Games

Palembang, BP
Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumsel Drs Koimuddin,  SH, MM menilai perlu adanya peran strategis FPK ini dalam menjaga persatuan dan kesatuan di seluruh anak bangsa.
“Seperti di kemukakan oleh pak Gubernur Sumsel semalam kalau Sumsel alhamdulilah tidak ada gesekan antar suku, agama, budaya maupun gesekan lain dan aman ini bukan berarti tidak,  ada gesekan tapi cepat tanggap baik FKUB, FPK, Badan Kesbangpol, Pemerintah ditingkat  masing-masing, aman ini bukan berarti bukan berarti tanpa riak, ada  tapi kita pemerintah bersama FPK, FKUB , Kesbangpol Kabupaten Kota berkerjasama  untuk mengantisipasinya sehingga masalah-masalah ini tidak sempat mencuat,” katanya saat memberikan sambutan saat membuka Rapat koordinasi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tahun 2016 di aula Bina Praja Pemprov Sumsel, Selasa (20/12).
Turut Hadir diantaranya Kol Jefri Buang Dari Kementerian Pertahanan Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Sumatera Selatan (Sumsel) Dr H MC Baryadi, alumni Lemhanas Erry Gustion SH Mkn, Kabid I  Kesbangpol Sumsel Fitriana, Wakil Ketua FPK, tokoh masyarakat, tokoh paguyuban, anggota FPK Sumsel dan FPK Kabupaten dan kota di Sumsel. 
Karena itu menurutnya peran FPK sangat strategis kedepan untuk mempersatukan anak bangsa di Indonesia ini.
        Apalagi tahun 2018 , menurutnya Sumsel memiliki program internasional Asian Games sehingga situasi kondusif ini harus dipertahankan dan ditingkatkan sehingga kegiatan Asian Games dapat berjalan sebaik-baiknya sehingga mengharumkan nama bangsa Indonesia bukan saja Sumsel.
Dia menilai FPK Sumsel sebagai mitra pemerintah daerah dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa melalui kerukunan suku, ras dan etnis hendaklah selalu mengembangkan pembauran di masyarakat baik tokoh masyarakat dari suku, ras dan etnis dan organisasi suku, ras dan etnis yang berada di Sumsel.
“FPK juga diharapkan dapat memberikan rekomendasi kepada pengambil kebijakan pembauran kebangsaan , pembauran kebangsaan bukan hal baru dalam menjaga kerukunan suku dan etnis di Indonesia karena dimana orde baru sudah ada namanya Badan Komunikasi Penghayatan Dan Kesatuan Bangsa (Bakom PKBI), pasca reformasi untuk persatuan dan kesatuan bangsa maka dikeluarkanlah Peraturan Menteri Dalam Negeri  No 34 tahun 2006 tentang penyelenggaraan pembauran di daerah,” katanya.
        Dia mengajak semua pihak untuk menegakkan Pancasila dan UUD 1945 , nilai-nilai kepribadian bangsa ,menghargai gotong royong , bantu membantu dan kerjasama , harga menghargai, mendahulukan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi dan golongan serta kelompok.
        “Melalui rakor ini FPK Sumsel dapat mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan dan menyusun secara prioritas program-program untuk tahun mendatang,” katanya.
Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Sumatera Selatan (Sumsel) Dr H MC Baryadi  MM mengatakan kalau FPK Sumsel harus ada untuk menyikapi hal yang terjadi di Indonesia untuk itulah pengurus FPK Sumsel yang dibentuk ini bersama-sama mensukseskan kehendak pemerintah pusat .
      Selain kejadian banyak hal di Indonesia ini pihaknya tidak muluk-muluk menyikapinya , kalau ada sedikit atau banyak masalah di daerah yaitu masalah kemiskinan, kebodohan dan pengangguran.
      “Tiga hal inilah yang berada di urutan puncak yang mengakibatkan sebagian ada membuat keributan, untuk itulah marilah FPK Sumsel bersama-sama dengan Pemerintah Daeah untuk dapat mensosialisasikan kehendak dari FPK pusat dan kehendak masyarakat di Indonesia ini,” katanya.
      Dan pihaknya sudah rapat dengan Uskup Agung Palembang untuk menyikapi tanggal 24 Desember natal, pihaknya berharap  di daerah bersama-sama untuk mengawal proses dan natal dan tahun baru berjalan sebagaimana kita diinginkan.
“Pemuda NKRI semalam sudah sepakat menjaga, karena dari gereja saja kurang lebih hampir 90 sampai 100 gereja di kota Palembang, kalau dikawal satu gereja ada 10 orang itu sudah 1.000 orang tanggal 24 Desember malam, untuk di daerah ada singkronisasi dengan pejabat-pejabat di daerah,” katanya.
      Pihaknya berharap pengurus FPK Sumsel bisa menjalankan tugasnya dan ini merupakan pekerjaan yang mulia.
Sekretaris FPK Sumsel Ahmad Marzuki mengatakan kalau program FPK Sumsel setelah pelantikan 27 April 2016 melakukan kunjungan kerja dan menghadiri dan menyaksikan penandatanganan MoU tentang pembauran kebangsaan dan saling tukar informasi , deteksi dini pemerimtah kabupaten OKI dan Pemerintah Kabupaten Mesuji, Lampung.
      Tanggal 19 Agustus 2016, pihaknya kunjungan kerja FPK Sumsel dan pelantikan FPK kabupaten Muratara dan FKDM Muratara telah dilaksanakan pelantikan FPK yang terakhir di Sumsel.
      “Beberapa program kerja FPK Sumsel telah dilaksanakan  dengan melakukan konsolidasi, komunikasi, koordinasi dengan beberapa sektor stekholder yang berhubungan FPK,” katanya.
      Peserta rakor hari ini menurutnya adalah pembina dan pengurus dan anggota FPK bersama Kaban Kesbangpol , Kabid I Wawasan kebangsaan, pengurus dan anggota FPK Kabupaten kota se-Sumsel.
      “FPK Sumsel telah melakukan inisiasi pertemuan dan komunikasi kepada Pemuda, Ormas di Sumsel menyikapi beberapa kejadian atau isu terkait di Sumsel dengan adanya kesuruhan di Tanjung Balai , kami FPK Sumsel mempertemukan beberapa tokoh pemuda di Sumsel , Pemuda NKRI dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat komunikasi yang baik sehingga program FPK di 2016 bisa tercapai untuk komunikasi menjaga kondusif di Sumsel,” katanya.
       Sedangkan Alumni Lemhanas Erry Gustion SH Mkn mendorong pemerintah pusat dan provinsi agar memberikan dana yang cukup bagi Kesbangpol Sumsel sehingga gaungnya bisa terdengar.
        “Sehingga rasa kebangsaan yang mulai tergerus itu bisa dikembalikan lagi dengan adanya bela Negara, dimana bela Negara ini saya juga berpikir, bagaimana saya selesai Lemhanas ini membuat sekretariat tujuannya seperti itu , saya akan melakukan pelatihan dan penataran bela negara yang sekarang sangat rawan, kalau kita mengharapkan pemerintah apalagi Kesbangpol yang minim sekali anggarannya itu tidak mungkin dalam waktu dekat sehingga sebagai masyarakat mengajak para tokoh bergabung kita bantu kesbangpol,” katanya.
        Selain itu menurutnya pemuda harus diberikan masukan dimana mereka harus bekerja dan membela negara ini yang nantinya akan sinergi dengan kabupaten dan kota dan Sumsel.
“Kita sangat kondusif dan itu yang harus dipertahankan, jadi iklim kondusif di Sumsel harusnya menjadi percontohan bagi provinsi lain ,” katanya.#osk
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Lokasi Potensial Jembatan Sumsel-Bangka Diwacanakan Pindah

Palembang, BP Wacana pembangunan jembatan penghubung Sumatera Selatan –Bangka Belitung kian terang setelah Menteri PUPR RI, Basuki Hadi Moeljono menyetujui ...