Home / Headline / Rico & Meli Lulus Jadi Dokter

Rico & Meli Lulus Jadi Dokter

Program Santri Jadi Dokter Pemprov Sumsel

program-santri-jadi-dokter_20151123_231153

Rico Irawan dan Meliansari bersama 15 santri Sumsel peserta program santri menjadi dokter.

Jakarta, BP

Cita-cita Rico Irawan dan Meliansari menjadi dokter, akhirnya kesampaian. Dua anak muda asal Sumsel ini dilantik dan diambil sumpah sebagai dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Rabu (23/11). Rico dan Meli adalah jebolan program Pemprov Sumsel yang disebut dengan program santri jadi dokter.

Baik Rico maupun Meli tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia. Ungkapan terima kasih meluncur dari Rico dan Meli. Apalagi kedua orangtua mereka sudah berada di Jakarta untuk mendampingi sampai saat wisuda sarjana yang akan digelar Sabtu (26/11) nanti. “Terima kasih kepada Bapak Gubernur Sumsel, Bapak Alex Noerdin, yang telah membuat terobosan untuk memberi harapan bagi santri jadi dokter,” urai Rico. Bersekolah di bidang agama, bukan menutup kemungkinan untuk menjadi dokter. “Berkat program santri jadi dokter inilah, impian kami mewujudkan cita-cita akhirnya jadi kenyataan,” tambah Meli.

Kapala Dinas Pendidikan Sumsel Drs Widodo, yang juga hadir di UIN Syarif Hidayatullah  pada saat pengambilan sumpah jadi dokter, menuturkan, program ini akan terus dilaksanakan dan dari Pemprov Sumsel tetap komitmen guna memenuhi tenaga kesehatan dengan memberikan kesempatan kepada santri dan dari kalangan ekonomi tidak mampu.

Menurut Widodo, program santri jadi dokter adalah program lanjutan dari Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan selanjutnya diduplikasi meluas untuk seluruh daerah di Sumsel melalui Pemprov Sumsel. “Kita harapkan dengan makin bertambah lulusan program santri jadi dokter akan memenuhi tenaga kesehatan untuk ditugaskan di Sumsel,” jelas Widodo.

Rico Irawan sebelum lulus seleksi masuk program santri jadi dokter adalah siswa dari Madrasah Aliyah Nurul Huda di Mertapura, OKUT. Sulung dari dua saudara ini adalah anak buruh tani yang beralamat di Desa Kumpulsari, Kecamatan Bukit Sari, Martapura, OKUT. Rico mulai kuliah dengan  beasiswa penuh dari Pemprov Sumsel pada tahun 2010. Tahun 2016 dapat merampungkan studinya. Setelah studi ini, Rico berharap dapat ditugaskan di wilayah Sumsel, dapat mengabdi ke daerah.  Rico yang kelahiran Martapura, 15 November 1992 ini, bertekad menjadi dokter yang mampu memberikan pertolongan kepada orang lain dengan keilmuan yang telah dimiliki.

Hal yang mirip juga terkait latar belakang Meliansari. Putri sulung dari tiga saudara anak dari Ahmad Fikri dan Hatimah ini merasa sangat beruntung. Bayangkan pekerjaan ayahnya sebagai penarik becak sangat tidak mungkin bisa mencapai gelar dokter. Tapi atas program santri jadi dokter membuktikan bisa mewujudkan cita-cita itu. Meli yang alumni Madrasah Aliyah Nageri (MAN) 2 Palembang tinggal di kawasan Kertapati,  tepatnya di Jalan Faqih Usman,  Lr Sungai Goren II,  RT 53 RW 10 No 2773. “Semula tidak menyangka akan benar-benar menjadi dokter. Awalnya memang ada cita-cita jadi dokter, tapi dengan kondisi ekonomi orangtua”, ujar Meli rasanya tidak mungkin. “Tetapi itulah karena selalu berbaik sangka, jalan untuk mencapai cita-cita tetap ada,” tutur Meli sesaat sebelum pengambilan sumpah. Meli yang kelahiran Palembang, 28 Mei 1992 ini, mengaku,  ingin mengambdi sepenuh dari ilmu yang diperoleh. Meli juga berpesan, selalu bercita cita yang tinggi, jika memang ada jalan mudah-mudahan akan tercapai. # fir  

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Gelapkan Barang Pelanggan, Dua Sopir Ekspedisi Diringkus

Palembang, BP–Dengan dalih gajinya terlalu kecil, Andi Mailani (38) dan Haris Sumara Jaya (32) Dua oknum sopir perusahaan ekspedisi di ...