Home / Headline / LRT Palembang Diyakini Lebih Cepat dari MRT Jakarta

LRT Palembang Diyakini Lebih Cepat dari MRT Jakarta

staf-kepresidenan-ri-tinjau-lrt-di-palembang-teten-masduki_20161014_101949Palembang, BP

Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki mengatakan, pihaknya memantau langsung sejauh mana persiapan Asian Games 2018 di Palembang, termasuk pembangunan infrastruktur seperti kereta cepat ringan atau light rail transit (LRT).

Ia yakin pembangunan LRT di Palembang akan lebih cepat selesai daripada pengerjaan Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta. Pihaknya pun yakin bahwa Juni 2018, LRT sudah bisa dioperasikan karena sejumlah percepatan pengerjaan teknis dilakukan Pemprov Sumsel dan PT Waskita Karya.

“Kami pantau langsung untuk nantinya dilaporkan kepada Bapak Presiden. Pemerintah sangat memberikan perhatian kepada persiapan Asian Games 2018 karena nantinya ini akan dijadikan national branding kepada dunia internasional. Jadi semuanya harus berjalan mulus,” ujarnya.

Menurut Teten, berdasarkan yang dilaporkan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, pembangunan LRT Palembang bukan tanpa masalah, hanya saja tidak signifikan sehingga target kerja sampai saat ini sudah tercapai.

“Beberapa masalah seperti (pembangunan-red) di kawasan bandara memerlukan izin dari TNI, beberapa pengerjaan pier yang kena utilitas. Namun setelah beberapa kali pertemuan semuanya sudah clear dan bisa diselesaikan,” tambahnya.

Baca:  Akhir Bulan Ini, Perbaikan Jalan Bawah LRT Selesai

Pekerjaan teknis seperti pembongkaran jembatan penyeberangan orang (JPO) dan baliho, yang melintang di tengah jalan pun bisa diselesaikan.

Teten mengatakan, pihaknya akan berkordinasi lebih lanjut dengan Kementerian Perhubungan terkait penyelesaian surat perjanjian dengan PT Waskita Karya, yang mesti dikeluarkan Kemenhub. Sesuai Perpres Nomor 55 tahun 2016, Kemenhub harus mengeluarkan surat perjanjian dengan PT Waskita Karya sebagai kontraktor LRT, yang bisa bekerja sama dengan badan usaha lain mengerjakan megaproyek ini.

“Pada 2 November ini, Kemenhub pasti akan mengeluarkan surat tersebut. Kami akan koordinasikan lebih lanjut. Meskipun belum keluar, PT Waskita Karya masih tetap bisa melanjutkan pengerjaan LRT, jadi tidak ada masalah,” kata Teten.

Pihaknya pun akan berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk membahas kereta jenis apa yang akan digunakan untuk LRT ini.

Sebanyak 18 pier atau tiang penyangga jalur LRT belum bisa sepenuhnya dikerjakan. Itu akibat di dalam tanah yang harus dibor terlebih dahulu, terdapat berbagai macam kabel, pipa, dan utilitas lainnya yang tidak bisa dibongkar begitu saja oleh PT Waskita Karya.

Baca:  Stasiun LRT Akan Bermotif Songket

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan, masalah utilitas seperti kabel listrik, pipa PDAM, pipa gas, kabel optik dan lainnya yang masih berada di jalur pembangunan LRT bisa segera diselesaikan.

“Masalah itu sudah dirapatkan tadi, tidak lagi ada masalah. Tadi hadir Sekda Kota Palembang dan Walikota Palembang. Nanti akan menyurati seluruh instansi tersebut untuk segera memindahkan utilitasnya, jadi bisa segera dilakukan,” ujarnya.

Alex pun berujar, adanya sengketa lahan dengan masyarakat di lahan yang akan dibangun Depo, tidak akan mengganggu progres pengerjaan.

“Memang ada sengketa tapi sedang diurus apakah itu tanah Pemprov atau masyarakat. Kalau tanah kita, tinggal bangun. Kalau itu milik masyarakat, pasti akan dibebaskan dan Pemprov akan bayar ganti rugi lewat konsinyasi. Yang pasti, pembangunan jalan terus,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Proyek LRT Palembang PT Waskita Karya Marsudi Jawari mengatakan, saat ini progres sudah mencapai 17,9 persen dari keseluruhan pengerjaan. Dana yang telah digunakan pihaknya untuk pengerjaan ini mencapai Rp1,8 triliun dari total Rp11,2 triliun anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat.

Baca:  Pembangunan LRT dan Tol Palindra Pertama di Indonesia

Sebanyak 18 pier yang proses pengerjaannya terganggu utilitas yang ditanam di bawah tanah seperti kabel Telkom, pipa gas, kabel listrik, pipa air, kabel optik dan lainnya.

Rapat bersama Kepala Staf Kepresidenan tadi telah disepakati, berdasarkan keputusan gubernur, masing-masing instansi akan memindahkan utilitas tersebut menggunakan biaya masing-masing instansi. Teknis pemindahan utilitas akan didampingi dengan BBPJN II.

Ia pun menegaskan, revitalisasi taman, median jalan, dan jalan yang rusak sebagai dampak pembangunan LRT menjadi tanggung jawab Waskita. “Selepas pengerjaan LRT selesai, baru taman kami revitalisasi dan jalan rusak dibenahi dan di overlay kembali,” katanya.

Untuk mengganti JPO, yang dibongkar akibat menghalangi jalur LRT, pihaknya menyediakan jembatan penyeberangan di setiap halte yang didirikan. Selain itu, ada satu JPO yang tidak dibongkar, yakni JPO depan RS Bhayangkara, Jalan Kol H Burlian.

JPO tersebut tidak dibongkar karena posisi pier atau tiang pondasi jalur LRT-nya lebih tinggi daripada JPO. “Jadi nanti girder jalur LRT-nya melintas diatas JPO. Namun baliho-nya tetap kami bongkar,” ucapnya. # adv

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Penjaga Malam Ditemukan Tewas Dengan Luka Tusuk

Palembang, BP Seorang penjaga malam, Indra Cahya,(35)  warga Jl. KH Wahid Hasyim Lorong Terusan Palembang ditemukan tewas dengan luka tusuk ...