Home / Sumsel / Tahun ini Arca Budha di Halaman Museum SMB II Dipindahkan ke Bukit Siguntang

Tahun ini Arca Budha di Halaman Museum SMB II Dipindahkan ke Bukit Siguntang

Sebagai Penanda Kerajaan Sriwijaya
patung-archa-budha1

Arca Budha di halaman Museum SMB II Palembang yang akan dipindahkan ke Bukit Siguntang

Palembang, BP

Pada tahun 1920-an di lereng Selatan Bukit Siguntang  ditemukan Arca Budha aliran Satyamuni. Kini arca tersebut diletakkan di halaman Museum SMB Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.
 Arca berukuran cukup besar ini ditemukan dalam beberapa pecahan. Bagian yang pertama kali ditemukan adalah bagian kepalanya yang langsung dibawa ke Museum Nasional di Batavia. Beberapa bulan kemudian bagian tubuhnya ditemukan, kemudian bagian kepala dan tubuhnya disatukan. Akan tetapi hanya bagian kakinya yang kini masih belum ditemukan.
Arca ini mengikuti langgam Amarawati yang berkembang di India Selatan abad II sampai V masehi. Pengaruh langgam Amarawati berkembang sampai ke Kerajaan Sriwijaya melalui hubungan dagang dan keagamaan dengan India.
Arca setinggi 277 cm ini dibuat dari batu granit yang banyak ditemukan di pulau Bangka, maka disimpulkan bahwa Arca Budha ini adalah buatan setempat, bukan didatangkan dari India. Diperkirakan Arca ini dibuat sekitar abad VII sampai VIII masehi. Kini Arca ini dipamerkan di halaman Museum SMB II Palembang .
        Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan Irene Camelyn Sinaga memastikan kalau pemindahan patung ini akan dilakukan tahun ini.
        “Tahun ini harus berjalan , patung itu aslinya akan kita amankan di museum dan reflikanya akan kita taruh di puncak Bukit Siguntang,” kata Irene, Minggu (2/10).
        Untuk di Bukit Siguntang pengerjaan di puncaknya sudah mulai pengerjaannya.
                       “Balar Palembang sudah membalas surat kami untuk mempersilakan, karena kalau dari history dan penataannya sudah beda jauh Arca Budha tersebut dengan Kesultanan Palembang Darusalam memang seharusnya sudah harus dipindahkan ke tempat yang semula, jadi memang sudah masuk program kita tahun ini, jadi sudah tercatat dalam program APBD tahun 2016,“ katanya.

Dia berharap pemindahan Arca Budha tersebut seiring dan sejalan dengan perbaikan Bukit Siguntang yang tahun ini dan tahun 2017 akan dibenahi dengan bantuan dari Kementrian PU Pera.
        “Kita hanya memindahkan Arca Budhanya saja, memang waktu penemuannya arcanya di kaki Bukit Siguntang  terbelah tiga di tahun 1920 ditemukan, saya rasa arca aslinya dari Museum SMB II yang kita pindahkan ke Bukit Siguntang , karena unsur penataannya arcanya kurang tepat dipasang di halaman Museum SMB II, apalagi sudah dibangun taman disana, kami inginnya arca itu menjadi center di Bukit Siguntang sebagai penanda Kerajaan Sriwijaya,” katanya sembari mengatakan pemindahan arca Budha tersebut sudah di rencanakan tahun 2015 tapi harus ada tahapan.
      Menurut Arkeolog dari Balar Arkeologi (Balar) Palembang, Nurhadi Rangkuti  Kalau Bukit Siguntang menjadi penting sebagai petanda Kerajaan Sriwijaya di Palembang, apalagi saat ini orang sudah banyak kenal kalau Sumatera Selatan adalah Bumi Sriwijaya.
“Tapi penanda kalau kota Palembang sebagai pusat Sriwijaya tidak ada, satu-satunya Bukit Siguntang dan itu diatas bukit itu ditaruhlah Arca yang tinggi itu, karena memang di situ, jadi kalau orang datang penanda Sriwijaya ya Bukit Siguntang  dan Balar Palembang rencanakan itu ajukan proposal ke pusat dan Dinas Pariwisata kita mau membuat tetengger atau penanda atau landmarknya Kerajaan Sriwijaya yang ada di Palembang dan tertua, Bukit Siguntang itu sendiri menurutnya sudah merupakan  situs karena dilapisi susunan bata diatasnya,  katanya zaman itu ada stupa diatasnya, kemungkinan arca itu ada diatasnya , karena seperti di Thiland aliran Budhanya Terawada, misalnya arca Budha ditaruh di tempat yang tinggi, jadi satu satunya tempat yang di Palembang yang tinggi di Bukit Siguntang, memang zaman Belanda Arca itu ditemukan di lereng kaki Bukit Siguntang dan sudah patah-patah, jadi para ahli memperkirakan dulu Arca Budha itu berada di atas Bukit Siguntang sudah 1000 tahun lebih,” katanya.
        Menurutnya jika arca Buddha tersebut ditaruh di atas Bukit Siguntang maka orang akan akan melihat penanda Kerajaan Sriwijaya ada di Bukit Siguntang.
“Sekarang penanda kerajaan Sriwijaya di Palembang belum ada , jadi itu rencana kita memindahkan Arca itu ke Bukit Siguntang, pusat tinggal tunggu koordinasi dari sini saja,” katanya, kita sudah koordinasi dengan Pemprov Sumsel,” katanya.#osk
 
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Catatan BPS, Nilai Ekspor Sumsel Turun 10,96 Persen

Palembang, BP Berdasarkan catatab Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel, nilai ekspor Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) periode Januari-September 2019 turun ...