Home / Headline / Sisihkan Harta Untuk Berbagi

Sisihkan Harta Untuk Berbagi

dsc_7116Palembang, BP

Minimnya perkumpulan arisan dengan berbasis kegiatan sosial menjadi penggerak Salsabila Community untuk menyisihkan dana demi kebajikan dari kegiatan arisan yang diadakan setiap bulan. Hal tersebut diungkapkan Inisiator Salsabila Community Lury Elza Alex, di Griya Agung, Kamis (29/9).

“Di Sumsel belum ada kegiatan seperti ini. Komunitas ini menjadi penyeimbang hidup kita. Artinya arisan bukan hanya sekadar pamer dan hura-hura tetapi lebih kepada kegiatan amal yang bermanfaat, dengan menyisihkan dana dari harta kita untuk orang-orang yang membutuhkan,” katanya.

Salsabila sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti Mata Air Surga. Pemberian nama ini diresmikan pada April 2016 di Jakarta sekaligus dengan berdirinya majelis taklim/ kelompok pengajian Salsabila secara reguler. Ia mengatakan, dengan semangat yang sama, maka tercetuslah keinginan untuk memperluas tali silaturahmi antar sesama muslimah, terkhusus di Kota Palembang, Sumsel. Sehingga rasa kepedulian kepada sesama muslim yang membutuhkan semakin besar.

Baca:  Lury Ajak Siswa Fokus Kejar Cita-Cita dan Jauhi Narkoba

Ia menjelaskan, tujuan dari komunitas ini untuk menumbuhkan dan menyiarkan semangat berbagi dan menolong sesama sebagai bentuk amal jariah demi investasi bagi kehidupan kekal di akhirat. Tak hanya itu, membantu dan meringankan beban saudara yang mengalami kekurangan. “Tiap bulannya menyisihkan dana, kita kerja sama dengan Kesra Provinsi Sumsel karena mereka list sehingga tidak asal memberi,” jelasnya.

Baca:  Lury dan Mularis Sinergikan Visi dan Misi Pro-Rakyat

Ia melanjutkan, memperluas jaringan antar anggota komunitas dalam pengembangan usaha masing-masing. “Dengan mengadakan hijab festival, kita akan gaet pengusaha lokal Palembang, dan ini juga sebagai wadah silaturahmi dan mempererat ukhuwah Islamiah antar anggota regional Sumsel,” ujarnya.

Dikatakannya, kegiatan Salsabila Community yang dilakukan secara berkala ke panti jompo, panti asuhan anak, panti werdha dan panti sosial. Buka puasa bersama anak yatin dan kaum dhuafa saat bulan Ramadhan. Pengajian /majelis taklim, juga donor darah yang bekerja sama dengan PMI Sumsel.

“Komunitas ini akan di-launching 25 Oktober nanti dan nantinya dalam agenda kita ada wisata religi sebagai bentuk menambah pengetahuan keislaman selain melakukan majelis taklim,” katanya.

Baca:  Bahaya HIV/AIDS, Salsabila Community Kunjungi Lapas Wanita

Lury mengatakan, anggota komunitas ini merupakan wanita muda berusia 25-45 tahun yang berdomisili di Sumsel. Keanggotaan saat ini dengan berbagai latar belakang profesi seperti dokter, notaris, dosen, pengusaha dan ibu rumah Tangga.

“Salsabila beranggotakan wanita-wanita muslimah sekitar 28-30 orang yang berjiwa muda, kreatif, aktif dan berkomitmen. Salsabila juga menghimpun orang yang jelas berpendidikan, intelektual, sehingga niat-niat baik mudah terserap dan terlaksanakan,” jelasnya.

Komunitas ini juga yang bertindak sebagai Ketua Umum yakni Eliza Alex Noerdin. Dewan pembina yakni diantaranya Thia Yufada, Nadia Bassir.#pit

 

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Kasus Korupsi Alkes RSUD OKUT Masuk Tahap Tuntutan

Palembang, BP–Penyidik Kejati Sumsel dan Kejari OKU Timur menyatakan penyidikan terhadap dr Dora Djunita Pohan, mantan Direktur RSUD OKU Timur, ...