Home / Headline / Ribut Warisan, Sepasang Kakek Nenek Dibui

Ribut Warisan, Sepasang Kakek Nenek Dibui

unnamed-3

Sepasang kakek nenek kasus penganiayaan dan pengancaman beserta barang bukti diamankan di Mapolsek Kertapati Palembang, Senin (19/9).

Palembang, BP
Tua-tua keladi, semakin tua semakin jadi. Papatah tersebut pantas disandang sepasang kakek nenek Anang (53) dan Yohana (51). Walau sudah memiliki dua cucu mereka masih berlagak seperti anak muda.

Karena masalah warisan peninggalan orangtua, sepasang kakek nenek yang tercatat sebagai warga Jalan Nilakandi, Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Kertapati Palembang ini harus kompak mendekam di balik jeruji besi Mapolsek Kertapati Palembang, Senin (19/9).

Baca:  Pulang-pulang, Bang Toyib Malah Aniaya Isteri

Pertama, Yohana diamankan karena nekat menganiaya korban, Maya (48) yang masih merupakan adik dari suaminya dengan tongkat alat bantu berjalan. Sedangkan, Anang ditangkap karena mengancama Asrul (37) menggunakan senjata tajam (Sajam) jenis Samurai.

Kejadian yang membuat keduanya di sel ini bermula saat korban Maya tak meminta izin membuat WC Umum di tanah warisan. Mengetahui itu, Yohana yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini langsung menemui Maya.

Di tempat kejadian perkara (TKP) yang tak jauh dari rumahnya ini, diketahui Yohana dan Maya sempat ribut hingga akhirnya Yohana nekat memukul tubuh korban dengan tongkat alat bantu berjalan warna silver hingga memar.

Baca:  Datangi Suami Siri Karena Kangen, Malah Dianiaya

Usai kejadian itu, Yohana kembali ke rumahnya sambil menangis. Sang suami, Anang yang baru pulang bekerja dan mengetahui istrinya menangis langsung menanyakan dan seketika emosional saat mendengar cerita Yohana telah dianiaya Maya serta Asrul.

Tanpa pikir panjang, Anang langsung pergi menemui Asrul. Setibanya di rumah Asrul yang tinggal di atas tanah warisan itulah, Anang langsung mengayunkan samurai tersebut ke arah Asrul. Beruntung Asrul mengelak hingga tak mengalami luka.

Baca:  Aniaya Pegawai Toko, Pedagang Dipolisikan

“Saya ini yang ngurus tanah warisan itu. Tiba-tiba Maya itu bangun WC di sana tanpa izin. Jadi kami ribut (beranten-red) dan saya dicakar. Waktu pulang ke rumah saya nangis, di sana suami saya kesal dan emosi,” ungkap Yohana.

Kapolsek Kertapati Palembang Iptu Deli Haris mengatakan, kedua tersangka ditangkap berdasarkan dua laporan yang berbeda. Untuk motifny karena diduga ribut masalah tanah warisan.

“Tersangka Yohana ini dikenakan Pasal 351 KUHP. Sedangkan suaminya, Anang bakal dijerat Pasal 335 KUHP,” pungkas Deli. #rio

x

Jangan Lewatkan

Napi Kasus Pembunuhan Meninggal Dunia

Lubuklinggau, BP–Diduga karena serangan jantung, Nasip (35), narapidana kasus pembunuhan yang kini mendekam di Lapas Kelas IIA Kota Lubuklinggau meninggal ...