Home / Headline / Langsung Bertemu Saudara dari Papua

Langsung Bertemu Saudara dari Papua

Satu-satunya petinju andalan Sumsel Lemige Gombo yang turun di PON XIX Jawa Barat, harus melawan saudaranya sendiri di laga perdana. Pertandingan ini berat, namun harus dilalui demi mengharumkan nama Sumsel.

HARAPAN tinggi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sumatera Selatan (Sumsel), kini dibebankan kepada Lemige Combo, petinju tangguh, yang menjadi satu-satunya wakil Sumsel di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Bandung, Jawa Barat. Tentu saja, bebar berat berada di pundak gadis kelahiran Papua, 11 Agustus 1992 itu.

Henny-sapaan akrabnya terpaksa sendirian membawa bendera Sumsel di Jawa Barat karena rekan-rekannya harus gugur di single event Kejuraaan Nasional Pra-PON di Batam tahun2015. Ujian yang dihadapi gadis 24 tahun ini tidak berhenti di situ saja, karena di PON dia harus menghadapi saudaranya sendiri, petinju asal tanah Papua.

“Ya gimana lagi, saya harus melawan petinju Papua Norberta. Ini memang perang saudara, tapi setelah turun ring kami tetap berjabat tangan,” tutur pengagum legenda tinju dunia almarhum Muhammad Ali kepada BeritaPagi, Selasa (13/9).

Petinju spesialis kelas 54 kilogram ini mengakui, berat melawan Norberta yang masuk dalam list penghuni Pelatnas. Selan itu, rekam jejak Noberta jauh di atasnya. Namun, bagi petinju yang bergabung dengan Pertina Sumsel tahun 2014 ini, tidak ada kata menyerah dalam kamusnya. Dia juga ingin menepis rasa takutnya dan berusaha meraih medali di pesta olahraga tertinggai Tanah Air.

“Targetnya medali emas, mudah-mudahan,” ujar putri pasangan Lewi Gombo dan Winda G ini.
Petinju besutan Coach Poulsen Gabriel meniti karir di dunia bela diri tinju amatir bukan tanpa alasan. Sarjana Ekonomi Universitas Tamansiswa Palembang ini menegaskan bahwa wanita juga bisa kuat, bisa membela diri dan mampu berprestasi. Padahal, jika ditarik dari sejarahnya Lemige pernah mendalami dunia atlet lari dan pernah menjuarai lomba di SMP Papua kala itu.

Kemudian, di tahun 2011 Lemige kemudian beralih menjadi seorang pedayung bersama rekan-rekan sedaerahnya. Bahkan, dirinya pernah masuk dalam skuad PON 2012 Riau mewakili Papua dari cabang olahraga dayung.

“Sempat dapat perunggu di PON Riau, tapi itu dayung dan kelompok. Saya ingin coba yang sendiri, terus saya coba tinju,” tuturnya dengan logat khas Papua.

Di bawah asuhan Coach almarhun Abdullah ketika itu, kiprahnya cukup cepat. Apalagi, baru latihan enam bulan, Lemige kerap mengikuti kejuaraan nasional. Tinggal bersama orangtua angkat selama di Palembang, Lemige terus mendapat support. Sampai-sampai ketika orangtuanya hijrah ke Palembang, Lemige kemudian ikut pindah.

“Sekitar 2013 pindah Palembang, karena orangtua angkat saya pindah di Palembang. Kuliah saya juga pindah di Taman Siswa,” jelasnya.

Dari sinilah, Lemige kemudian menjalani kuliah di Taman Siswa Palembang dan ikut di Sasana Tinju Pusri. Selang beberapa bulan, Lemige berhasil meraih perunggu di Kejurnas Makassar, kemudian di tahun 2014 meraih medali perak di Kejurnas Medan.

1409-01-profil-atlet-pon-fer“Nah sejak saat itu, diajak gabung di Pertina Sumsel,” jelasnya.
Sementara itu, Pelatih Tinju Sumsel Poulsen Gabriel menyatakan bahwa perjuangan Lemige di PON Jawa Barat harus diakui sangat berat. Selain try out yang hanya beberapa hari di Papua, Lemige tak memiliki lawan sparing.

“PraPON di Batam, seharusnya meloloskan dua petinju karena ada kejanggalan. Tapi ketika itu, saya cuma sendiri dan gak bisa membela, terpaksa meloloskan satu petinju,” tegas Poulsen.

Lanjut dia, selain Petinju Papua yang memang penghuni Pelatnas, Lemige juga perlu was-was dengan petinju asal Pulau Jawa, termasuk petinju tuan rumah Jawa Barat. Dirinya tak ingin kecurangan PraPON di Batam terulang di PON.

“Ya minimal bisa naik podium, itu saja,” harapnya.

#sugiarto

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

“Tinggal Mendekatkan Diri Pada Allah SWT”

Palembang, BP Ketua Masyarakat Miskin Kota (MMK) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Aripin Kalender  mengaku dengan bencana asap yang menyelumuti kota ...