Home / Headline / Puluhan Hektar Sawah Gagal Panen

Puluhan Hektar Sawah Gagal Panen

Irigasi Rusak Oleh Longsor

Terancam Gagal Panen (1)Muaraenim, BP

Puluhan hektar sawah di Muaraenim gagal panen karena rusaknya irigasi akibat longsor. Padahal bertanam padi merupakan mata pencarian utama warga setempat selain berkebun kopi.

 Puluhan hektar sawah di dua desa, yakni Desa Cahaya Alam dan Desa Datar Lebar, Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU), Kabupaten Muaraenim yang masuk dalam areal persawahan Padang Baru Ilir terancam tidak bisa digarap.

Pasalnya irigasi tradisional Siring Panjang yang selama ini digunakan untuk mengaliri areal persawahan masih mengalami kerusakan dan belum juga diperbaiki pemerintah. Kalaupun ada, tu merupakan hasil swadaya masyarakat dengan cara dipasangkan paralon ukuran 5 inci. Itu pun hasilnya tidak maksimal. Pipa yang dipasang sebanyak lima jalur sepanjang 50 meter sering tersumbat.

Akibat kerusakan irigasi yang cukup parah, puluhan hektar sawah tidak bisa digarap dan kini menjadi semak belukar. Jika tahun 2016 dan 2017 mendatang masih belum ada perbaikan dari pemerintah, jumlah sawah yang tidak tergarap bisa mencapai ratusan hektar dan terancam menjadi semak belukar dan lahan tidur, tanpa menghasilkan beras untuk kebutuhan masyarakat.

Kepala Desa Cahaya Alam Amrollah mengatakan, longsor parah yang merusak irigasi terjadi awal tahun 2016. Akibat tanah yang amblas menimpa irigasi, banyak sawah petani tak bisa digarap karena kurang pasokan air.

“Makanya tahun ini sangat sedikit petani yang bisa sampai panen, itu pun hasilnya tidak maksimal,” ujarnya, Rabu (10/8).

Menurutnya, jika tahun ini Siring Panjang tidak juga diperbaiki, dipastikan puluhan hektar sawah di kawasan tersebut tidak bisa digarap. Padahal mengelola sawah dan bertanam padi merupakan salah satu mata pencarian utama petani selain berkebun kopi.

“Kami sangat berharap tahun ini segera ada penanganan dan kejadian itu sudah kami laporkan ke pihak terkait di Pemkab Muaraenim. Namun hingga sekarang belum ada tindak lanjutnya,” ujarnya.

Dia menambahkan, perbaikan yang dilakukan terhadap irigasi tersebut dilakukan masyarakat secara swadaya. Dimana pada badan saluran yang amblas dipasang pipa seadanya untuk menyalurkan air. Pipa tersebut didapat dari pinjaman kepada warga setempat. Hanya saja menurutnya, tahun ini pipa tersebut akan diminta kembali.

“Kalau pipanya dilepas karena diambil pemiliknya, jelas tidak akan ada pasokan air,” tandasnya.

Said Arman, warga setempat menambahkan, pengguna air dari irigasi Siring Panjang bukan hanya petani di Desa Cahaya Alam saja. Secara luasan, jumlah areal persawahan yang menggunakan air yang bersumber dari irigasi Siring Panjang lebih banyak berada di Desa Datar Lebar.

“Kalau banyak bidangnya, jauh lebih banyak dan luas di Desa Datar Lebar dan rata-rata sawah yang ada menggunakan air dari sana,” jelasnya. Sebab, kata dia, satu bidang sawah berukuran satu setrngah hingga dua hektar.

Selama ini menurutnya, petani secara bergantian mengontrol titik-titik kerusakan di saluran tersebut. Karena jika tidak, sawah mereka tidak bisa mendapatkan pasokan air. “Jadi bergantian, kalau ada kerusakan sedikit langsung diperbaiki. Makanya masih ada yang bisa digarap,” ujarnya. #nur

 

x

Jangan Lewatkan

Kena Hipnotis, Thomas Sadar Setelah Motor Hilang

Palembang, BP–“Aku merasa orang itu teman aku,” ujar Thomas Rahman Hakim (16) saat menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada polisi. Ia ...