Home / Headline / Palembang Tambah Delapan Lapangan Tenis

Palembang Tambah Delapan Lapangan Tenis

BP/MARDIANSYAH PENINJAUAN-Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI),Susan Soebakti sebagai Competition Manager bersama Technical Delegates Asian Games cabor Tenis Major Shunmugan Uthrapathy melakukan peninjauan ke Venue Tenis di JSC Palembang terkait kesiapan penyelenggaraan Asian Games 2018 mendatang, Rabu (3/8)

BP/MARDIANSYAH
Technical Delegates Asian Games Cabor Tenis bersama Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia meninjau Komplek Tenis Bukit Asam Jakabaring Sport City, Rabu (3/8).

Palembang, BP

Palembang terus berbenah setelah ditunjuk menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Asian Games 2018. Salah satunya persiapan di cabang olahraga tennis. Olimpic Councyl of Asia (OCA) meminta penambahan delapan lapangan tenis baru untuk menggelar pertandingan.

Sejalan dengan itu, Technical Delegates Asian Games Cabor Tenis Mr Major Shunmugam Uthrapathy didampingi Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI), Susan Soebakti, sebagai Competition Manager Goenawan Tedjo Sutikno, meninjau Komplek Tenis Bukit Asam Jakabaring Sport City, Rabu (3/8).

Rombongan disambut Asisten Kesra Pemprov Sumsel Ahkmad Najib, Kepala Dinas Pemuda & Olahraga (Kadispora) Sumsel H Akhmad Yusuf Wibowo dan jajaran dari Dinas PU Cipta Karya Sumsel. Usai melakukan visitasi di venue tenis, Mr Shunmugam Uthrapathy meminta Sumsel untuk menambah delapan lapangan tenis. Dengan begitu, ada total 17 lapangan tenis sebagai syarat penyempurnaan host city dalam penyelenggara cabor tenis Asian Games 2018.

Saat ini, venue tenis PTBA Jakabaring Sport City hanya memiliki enam lapangan sehingga tidak cukup bagi 45 negara peserta. Delegasi OCA memberikan tenggang waktu sampai Januari 2018 agar persyaratan seperti penambahan lapangan dan fasilitasnya selesai.

Shunmugam yang datang sekitar pukul 14.00, langsung meninjau satu persatu ruangan. Mulai dari ruang atlet, medical room, sejumlah arena lapangan hingga toilet yang dipergunakan untuk atlet. Selain itu fasilitas seperti broadcasting, hingga tribun VVIP diminta oleh Shunmugam untuk diperbaiki sesuai standar OCA.

Bukan itu saja, dia meminta kepada pengelola untuk memisahkan beberapa lapangan yang menyatu dengan jaring tirai, hal itu agar bola yang dimainkan tidak keluar arena pertandingan.

“Saya melihat venue ini sangat besar dan cocok untuk pertandingan, tapi masih harus diperbaiki seperti fasilitas lainnya,” ujar Shunmugam.

Dia menambahkan, lapangan tenis yang dimiliki oleh JSC sudah masuk dalam standar internasional. Tapi berbagai syarat juga harus dipenuhi agar atlet dan ofisial nyaman saat melakukan pertandingan. Rencananya, Palembang akan menjadi tempat penyisihan dan final cabor tenis tersebut, dikarenakan luas venue yang memadai. Tinggal lagi melengkapi persyaratan yang sudah dijelaskan kepada Pemprov Sumsel.

“Juga perlu ada peningkatan media room, conference room, yang ada sekarang belum cukup, perlu peningkatan dan saya yakin dengan panitia akan bekerja dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Asisten III Kesra Pemprov Sumsel Ahkmad Najib mengatakan akan menyanggupi permintaan OCA untuk meningkatkan standar sesuai ketentuan panitia. Bahkan rancangan sudah disiapkan sebelum perwakilan delegasi berkunjung ke venue tenis tersebut.

 

“Kalau ukuran lahan sudah luas, tinggal kita tambah masukan dari OCA. Selain itu nanti ada lapangan tenis yang berada di convention hall bantuan PTBA dengan lahan seluas kurang lebih lima hektar, DED sudah dirancang dan diperkirakan akan selesai awal 2018. Ke depan akan ada 17 lapangan untuk sport tenis sesuai arahan OCA,” pungkasnya. #sug

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Penjaga Malam Ditemukan Tewas Dengan Luka Tusuk

Palembang, BP Seorang penjaga malam, Indra Cahya,(35)  warga Jl. KH Wahid Hasyim Lorong Terusan Palembang ditemukan tewas dengan luka tusuk ...