Home / Bisnis / Daya Beli Petani Menurun

Daya Beli Petani Menurun

Petani membersihkan tanaman pengganggu atau gulma di persawahan yang baru disemai di Blitar, Jawa Timur, Rabu (20/5). pembersihan gulma tersebut bertujuan agar tanaman padi dapat tumbuh normal dan menghasilkan bulir padi yang baik. ANTARA FOTO/Irfan Anshori/ss/pd/15

ilustrasi

Palembang, BP

Perekonomian petani di Sumatra Selatan tampaknya semakin kurang bergairah yang ditunjukkan merosotnya daya beli petani belakangan waktu terakhir.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel melansir nilai tukar petani (NTP) yang merupakan indikator daya beli petani pada Juni 2016 hanya senilai 93,84 persen.

Kepala BPS Sumsel Yos Rusdiansyah mengatakan NTP tersebut menunjukkan bahwa secara umum daya beli petani menurun dibandingkan tahun dasar 2012 yang idealnya 100 persen.

“Bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya pun, NTP April sudah turun sebanyak 1,12 persen,” kata dia, kemarin.

Baca:  Petani Banyuasin Nantikan Mesin Pertanian

Menurut Yos, penurunan tersebut disebabkan adanya kenaikan indeks harga yang diterima petani lebih kecil dari kenaikan indeks harga yang dibayar petani.

Pada Juni 2016 Indeks yang diterima petani (It) turun sebesar 0,54 persen yaitu dari 115,47 persen pada Mei 2016 menjadi 114,85 persen pada Juni 2016. “Namun untuk Indeks yang dibayar petani secara umum mengalami kenaikan sebesar 0,60 persen,” katanya.

Baca:  Anggota BPD Ajak Masyarakat Kuatkan Petani

Secara  sub sektor, hampir semua sub sektor pertanian menurun kecuali sub sektor tanaman pangan. NTP sub sektor tanaman pangan tercatat naik 0,09 persen yaitu dari 98,31 persen menjadi 98,40 persen dibanding bulan sebelumnya.

“Sementara sub sektor perkebunan rakyat mengalami penurunan tertinggi senilai 2,88 persen disusul peternakan, hortikultura dan sub sektor perikanan,” terangnya.

Dijelaskan, penyebab rendahnya nilai tukar petani untuk sub sektor perkebunan rakyat dipengaruhi terutama oleh turunnya harga beberapa komoditi hasil perkebunan  di seperti karet dan cengkeh.

Baca:  Petani Banyuasin Asuransikan Tanaman Padi

Seperti diketahui, petani yang masuk dalam sub sektor perkebunan rakyat di Sumsel banyak menanam komoditas karet. Penurunan NTP itu menunjukkan pula bahwa anjloknya harga karet di pasar global sudah berdampak signifikan terhadap petani karet rakyat.

Dari data yang dihimpu, terdapat sekitar 752.552 kepala keluarga (KK) yang berprofesi sebagai petani karet. Adapun luasan lahan perkebunan komoditas itu di Sumsel mencapai 1,2 juta hektare. #ren

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Bantu Cegah Virus Corona, Fraksi PKS DPRD Sumsel Donasikan Gaji Bulan Maret

  Palembang, BP Enam anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dari Fraksi PKS DPRD Sumsel mendonasikan gaji bulan Maret 2020 ...