Home / Headline / Bobot Rizki, Bocah Obesitas Turun Drastis

Bobot Rizki, Bocah Obesitas Turun Drastis

IMG-20160729-WA0006Palembang, BP

Menyusutnya berat badan Rizki Rahmad Ramadhan (11) menjadi 98 kilogram, disambut gembira keluarganya. Orangtua Rizki berjanji akan mengatur pola makannya baik selama di rumah sakit maupun sepulang ke rumah.

Salia (40), ibunda bocah yang awalnya memiliki berat badan 119 kilogram, ini mengaku sudah mengira berat badan anaknya menyusut sejak beberapa hari terakhir. Hal itu karena tubuh Rizki lebih lembut dan wajahnya terlihat agak kecil dari sebelumnya.

“Alhamdulillah ya Allah, tak menyangka 21 kilo berkurangnya, saya kira kemarin lima kilo saja. Masuk ICU kemarin ada hikmahnya juga, kalo tidak mungkin ceritanya berbeda,” tutur Salia, Jumat (29/7).

Ke depan, Salia berjanji akan lebih ketat mengatur pola makan anak bungsunya itu. Dia mengakui, selama ini kecolongan dengan kebiasaan Rizki yang sering jajan atau memesan makanan dari luar.

“Pokoknya keluar dari rumah sakit nanti harus saya atur, tidak boleh lagi makan di luar, tidak boleh jajan, uang saku disetop dulu. Ini pengalaman berharga buat saya,” ujarnya.

Baca:  Puluhan Dokter Fokus pada Komplikasi Rizki

Selama masih dirawat, kata dia, tim medis tidak mengizinkan bagi keluarga memberikan makanan bocah kelas VI SD dari luar rumah sakit. Meski sulit dilaksanakan lantaran Rizki sering merengek meminta suatu makanan, Salia akan mengikuti arahan medis.

“Saya ingin anak saya sehat dan normal lagi, apapun kata dokter siap saya ikuti,” tukasnya.

Tim dokter yang telah menilai kondisi sang bocah obesitas berbobot 119 kg makin stabil dan normal, meskipun demikian prioritas kesehatan rizki akan tetap dipantau selama 24 jam.

Berdasarkan pantauan, sekitar pukul 13.00, proses evakuasi pemindahan Rizki langsung dilaksanakan oleh tim dokter dan perawat RSMH. Memakai pakaian putih, Rizki yang masih terguling di ranjang tampak begitu senang dan bahagia, saat mulai dibawah berjalan menelusuri jalan keruangan perawatan barunya.

Proses pemindahan sang bocah obesitas ini pun sempat menarik perhatian para pengunjung rumah sakit yang sempat meneriakan namanya untuk cepat pulih dan bisa menurunkan berat badannya.

Kini ruangan perawatan berada di kelas 1 kamar nomor 6 yang terletak dilantai 3 bangsa kemuning , memiiki luas 6×7 meter dimana dalam ruangannya hanya Rizki seorang tanpa pasien lain.

Baca:  Orangtua Rizki Mendapat Konseling

Sang ayah , Edi Hartono dengan didampingi istrinya lia, dirinya tidak bisa menutupi rasa senangnya melihat kondisi sang anak yang sudah makin sehat dan membaik, terlihat dari rona mukanya yang bahagia.

Sementara itu, Dr Yuliuz Azhar SpA (K) selaku salah satu dokter yang ikut menangangi, mengatakan, hasil dari penilaian dari tim dokter yang menangani Rizki, memutuskan bila kondisi sang bocah obesitas sudah sangat membaik. Melihat dari kemajuan kesehatan , baik dari pernapasan dan lainnya, maka dinilai sudah bisa dialihkan perawatan ke ruang biasa.

“ Kita nilai kondisi jauh lebih baik dari sebelum masuk ICU, maka dari itu kita putuskan untuk pindah ke bangsal anak. Si pasien pun sudah bisa tegak dan duduk diranjang,” ungkapnya.

Lebih jauh ia mengatakan, selama perawatan di bangsal Anak nantinya, pemantauan kesehatan Rizki akan tetap sama ketika di ruang ICU. Terutama dalam penerapan penurunan berat badan dengan melakukan program diet.

Baca:  Penurunan Obesitas Riski, Orangtua Harus Berperan

“Tetap kita pantau tiap harinya, sebab tim medis yang sudah dibentuk akan selalu mengawasi Rizki, khususnya dalam menjalankan pola hidup yang sehat dari sebelumnya,” urainya.

Pihaknya pun tetap menyiapkan alat bantu CPAP (Continus Positive Airway Pressure (CPAP) di ruangan rizki yang baru. Sebab ini dilakukan agar mengantisipasi keadaan sulit bernapas, jika kalau hal tersebut muncul maka bisa langsung dipasangkan.

“Alat bantu pernapasan otomatis atau CPAP tetap kita taruh disana, selain itu juga tim medis akan menyiapkan program aktivitas fisik dengan menyesuiakan kondisi Rizki sekarang,” bebernya.

Terakhir, Dr Julius, juga  mewanti-wanti semua pihak termasuk Riski dan keluarganya agar bekerjasama dengan baik. Artinya, komitmen mendukung memotivasi dan disiplin harus benar-benar terjaga.Misalnya dikatakannya Riski harus displin makannya harus sesuai standar penerapan diet.

“Dan juga orang tua atau keluarganya kalau lagi makan jangan didekatnya (Riski-red) karena akan menambah nafsu makan untuk makan berlebihan,” harapnya. #sug

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Penjaga Malam Ditemukan Tewas Dengan Luka Tusuk

Palembang, BP Seorang penjaga malam, Indra Cahya,(35)  warga Jl. KH Wahid Hasyim Lorong Terusan Palembang ditemukan tewas dengan luka tusuk ...