Home / Headline / Sumsel Pilihan Utama Lokasi Industri Baru

Sumsel Pilihan Utama Lokasi Industri Baru

kawasan-industri-ilustrasiPalembang, BP
Pulau Sumatera, termasuk Provinsi Sumatera Selatan, diyakini menjadi pilihan utama lokasi pengembangan kawasan industri baru di luar Jawa.

Direktur Eksekutif Himpunan Kawasan Industri (HKI) Fahmi Shahab mengatakan, saat ini Pulau Jawa dengan sudah semakin padat dan sumber dayanya pun semakin menipis. Sudah saatnya pembangunan kawasan industri diarahkan ke luar Jawa, seperti Sumatera maupun Kalimantan dan Sulawesi.

Fahmi mengatakan, ketersediaan air merupakan faktor pendukung kawasan yang penting untuk pengembangan sebuah kawasan, bukan hanya tanah. “Sumatera yang paling jadi pilihan untuk kawasan industri karena sumber daya air di Jawa sudah berkurang. Ketersediaan air, listrik, bahkan kontur tanah sangat menentukan investasi. Karena investor kalau mau bangun kawasan bakal tanya, ada apa di sana? Apa yang mereka dapat (infrastruktur-red) dan apa benefitnya,” kata Fahmi, Kamis (28/7).

Dirinya menerangkan, realisasi pengembangan kawasan industri perlu didorong oleh berbagai pihak karena bakal mendongkrak pertumbuhan ekonomi di daerah.

Baca:  16 Petugas KPPS di Sumsel Meninggal Dunia

Sementara itu Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis, mengatakan industri pengolahan berbasis sumber daya alam merupakan sektor investasi yang diarahkan pihaknya untuk ditanam di Sumatera.

“Sebagai wilayah yang kaya sumber daya alam dan berada di lokasi strategis yakni Samudera Hindia, industri berbasis SDA merupakan peluang untuk berinvestasi di Sumatera,” ujarnya.

Ada pun industri yang dimaksud, yakni industri hilir pertanian dan perkebunan, seperti hilirisasi kelapa sawit menjadi kosmetika. Dia menambahkan saat ini pemerintah sedang menggenjot pembangunan 15 kawasan industri, yang mana 13 kawasan berada di luar Jawa.

“Hanya dua yang ada di Jawa, begitu pula pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) sudah diarahkan ke luar Jawa,” jelasnya.

Azhar mengemukakan, saat ini Pulau Jawa memang masih mendominasi sebaran investasi di Tanah Air, yakni sebanyak 55 persen, sementara sisanya 45 persen tersebar di pulau lain. Hanya saja, dia meyakini, saat ini tercatat persentase itu cenderung bakal bergeser. Lima hingga sepuluh tahun ke depan kontribusi tersebut diprediksi bakal berubah.

Baca:  SK Pjs dan Plt Sumsel Segera Diserahkan

“Ini bisa terjadi, karena memang sumber daya alam sangat kaya di luar Pulau Jawa, baik pertanian, pertambangan, perkebunan, perikanan, mineral, dan sebagainya,” ujarnya.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menuturkan, pengembangan KEK Tanjung Api-api di Sumsel terus didorong lebih cepat dari hari ke hari demi berkembang lebih pesatnya perekonomian Sumsel. Pemprov Sumsel pun sudah berupaya maksimal untuk datangkan investor. PT Indorama, PT Dex, Oropesa Port, Dubai Port sudah diyakini akan menanamkan modal di KEK TAA.

“Kita juga utamakan persetujuan dari pemerintah terkait rencana pembangunan di Sumatra Selatan. Seperti kilang minyak di KEK Tanjung Api-Api. Persetujuan sudah ada, tapi prosesnya panjang dan butuh waktu. Sekitar dua tahun lagi, sabar saja,” kata Alex.

Baca:  Sumsel Kehilangan Insentif Rp7,5 Miliar

Selain itu, dirinya menuturkan, investasi di Sumsel sedang dalam kondisi menggeliat karena akan adanya even olahraga besar Asian Games 2018 mendatang. “Sehingga semakin banyak infrastruktur pembangunan di Sumsel, dan investor pun mulai melirik daerah tersebut,” jelasnya.

Dirinya mengatakan, memang ada banyak kelemahan untuk tanam investasi di daerah, yakni sumber daya alam yang masih lemah, anggaran yang tidak begitu besar, perizinan, dan sebagainya. Namun untuk layanan PTSP di Sumatra Selatan sudah sesuai standar bahkan mendapat nilai terbaik nomor dua di Indonesia, setelah Jawa Timur.

Pihaknya memang masih menghadapi sejumlah kendala dalam merealisasikan investasi yang bakal ditanam pemilik modal. Masalah perizinan dinilai masih menjadi penghambat utama kegiatan investasi di daerah seiring keluhan yang disampaikan investor maupun pelaku bisnis. Masalah perizinan seringkali akhirnya membuat investasi jadi tertahan atau tak kunjung terealisasi. #idz

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Masyarakat Muaraenim Desak Gubernur Cabut Izin PT GPP

Muaraenim, BP—Masyarakat Kabupaten Muaraenim mendesak Gubernur Sumsel H Herman Deru untuk mencabut surat izin rekomendasi PT GPP untuk mengangkut batubara ...