Home / Headline / Asisten III Pemkab Banyuasin Ditahan

Asisten III Pemkab Banyuasin Ditahan

Terbelit Kasus Penipuan dan Penggelapan 

2907.01.asisten III Banyuasin (2)Palembang, BP

Setelah enam jam melakukan pemeriksaan secara maraton, akhirnya penyidik Ditreskrimum Polda Sumsel menahan Asisten III Bidang Administrasi Umum, Sekretariat Daerah Pemkab Banyuasin Merki Bakri (55), Rabu (27/7).

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Banyuasin ini ditahan penyidik dari Unit IV, Subdit IV Ditreskrimum Polda Sumsel atas kasus penipuan proyek pada Dinas Pendidikan Banyuasin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus ini terkuak atas pengaduan korban Reza Fahlevi dengan laporan polisi nomor LPB/505/VII/ 2015/ Sumsel, pada 6 Juli 2015 lalu.

Bermula saat tersangka yang menjabat Kepala Dinas menawarkan tender pengadaan buku cetak SD hingga SMA di Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin kepada korban dengan anggaran 2014 senilai Rp25 miliar, di Perumahan Pemda, Kabupaten Banyuasin, pada 4 April 2014.

Saat itu pelaku meminta uang kepada korban sebesar Rp1,75 miliar dan pada 11 Agustus 2014 pelaku kembali meminta uang sebesar Rp750 juta. Namun hingga 2015, tender yang dijanjikan pelaku tak kunjung berjalan.

Sehingga korban mulai menanyakan, namun pelaku selalu berjanji dan mengulur-ulur waktu, hingga korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang berwajib.

Atas laporan tersebut Unit Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel mulai melakukan pemeriksaan dan memeriksa saksi-saksi. Serta menyita sejumlah dokumen, rekaman, bukti dari bank.

Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Daniel TM Silitonga didamping Kasubdit I Keamanan Negara AKBP Richard Pakpahan membenarkan penahanan tersebut.

“Sejak kemarin sudah kita tahan dan untuk kasus ini ada tiga orang korban, namun pelapornya adalah Reza Fahlevi yang juga staf dari tersangka,” ujarnya, Kamis (28/7).

Daniel melanjutkan atas perbuatan tersebut, tersangka dijerat Pasal 378 dan Pasal 372 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara. “Berkasnya akan segera dilengkapi untuk diajukan ke penuntut umum,” imbuhnya.

Selain itu dirinya menuturkan, berdasarkan hasil pemeriksaan tersangka mengakui menerima uang tersebut dan penyerahan dilakukan di rumah dinas tersangka.

“Menurut pelaku, uang sebesar Rp2,5 miliar dari pelapor itu sudah habis untuk kepentingan pribadi,” tuturnya.

Sedangkan Merki Bakri tak mau memberikan komentar banyak kepada wartawan terkait penahanan dirinya dan hanya mengaku kalau kasus yang menimpanya hanya salah paham. “Enggak ada pelunasan hanya kesalahpahaman,” ucapnya. #osk

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Masyarakat Muaraenim Desak Gubernur Cabut Izin PT GPP

Muaraenim, BP—Masyarakat Kabupaten Muaraenim mendesak Gubernur Sumsel H Herman Deru untuk mencabut surat izin rekomendasi PT GPP untuk mengangkut batubara ...