Home / Headline / Studi Banding Kades dan PMD OKUS ke Manado Dicemooh

Studi Banding Kades dan PMD OKUS ke Manado Dicemooh

Seluruh-Camat-Lurah-dan-Kades-se-Kota-Prabumulih-ikut-studi-banding-ke-Kabupaten-Bandung.

ilustrasi

Muaradua, BP

Keberangkatan kepala desa dan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa ke Manado ibukota Provinsi  Sulawesi Utara dalam rangka studi banding jadi bahan pembicaraan dan cemoohan masyarakat Bumi Serasan Seandanan.

Studi banding ini menggunakan Alokasi Dana Desa, itulah masalahnya. Ada yang berpendapat, ketimbang dipakai studi banding, dana tersebut lebih berguna untuk membangun desa, khususnya membangun infrastruktur desa, bukan untuk dipakai jalan-jalan.

Salah satunya dari Aryo Semendaway,  studyi banding tersebut sangat tidak efektif  karena Manado saat ini mendapatkan raport merah mengenai penggunaan dana desa.

“Masa daerah yang banyak kasusnya dijadikan tempat studi banding, lalu apa pertimbangannya kok Manado tempat belajar tentang pengelolaan dana desa,” kata Aryo, Selasa (26/7).

Aryo menambahkan, semoga keberangkatan  Kades dan PMD ke Manado dan hasil studi bandingnya bisa diterapkan di desa masing-masing. Sebab apabila hal tersebut  melenceng dari aturan ADD yang dikeluarkan kementerian, akan berurusan dengan hukum.

“Mudah-mudahan para penegak hukum tidak buta dan tuli, dan jeli melihat penerapan dana ini,” harap dia.

Senada dilontarkan Lukman Masagus, studi banding tersebut tidak ada manfaatnya, karena terkesan untuk jalan-jalan, dan menghabiskan anggaran untuk mencari keuntungan yang dilakukan oleh pemangku kepentingan.

“Alah itu ngabisin duit bae untuk hura-hura, dan aku ragu barangkali ado pihak yang mengkoordinir, lantaran mau cari uang lebih,” sindir dia.

Sementara itu Ketua Komisi I DPRD OKUS Drs A Cipto ketika dikonfirmasi mengenai perjalanan kades dan PMD ke Manado menjelaskan, untuk sementara program tersebut dibiarkan namun tetap dalam pengawasan.

“Biarkan saja dulu mereka studi banding, siapa tau ada manfaatnya sepulang dari Manado, toh itu juga akan kita evalausi,” katanya.

Ia menegaskan, apabila studi banding yang diprogramkan oleh Satuan Kerja (Satker) terkait tidak ada hasil yang akan diterapkan d iwilayah desanya masing-masing, pihaknya akan meminta Pemerintah Kabupaten OKUS untuk tidak meneruskan program tersebut tahun berikutnya.

“Kalau memang  alokasi dana desa dari pemerintah pusat ini dipakai untuk jalan-jalan, bukan untuk studi banding, nanti akan kita tindak lanjuti,” tandasnya.#bob

x

Jangan Lewatkan

Alex Noerdin Sambangi Istana Bogor, Bahas Progres Asian Games

Bogor, BP— Untuk memastikan persiapan Asian Games 2018 berjalan baik, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Wapres Jusuf Kalla memimpin Rapat ...