Home / Headline / Gubernur Minta PTBA Genjot Produksi

Gubernur Minta PTBA Genjot Produksi

alex (4)

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin

Palembang, BP
Perkembangan dunia yang semakin tidak menerima bahan bakar fosil, mengkhawatirkan Sumatera Selatan selaku salah satu penghasil energi fosil terbesar di Indonesia.

Dalam beberapa tahun ke depan, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin memperkirakan akan ada pelarangan eksplorasi dan pemanfaatan energi dan bahan bakar dari sumber daya alam fosil.

Oleh karena itu, ia meminta PT Bukit Asam, perusahaan pertambangan yang beroperasi di Sumsel untuk menggenjot eksplorasi batubara, yang merupakan terbesar di Indonesia.

“Saat ini memang belum ada pelarangan. Namun sinyal-sinyalnya mengarah ke situ. Selain memikirkan alih energi seperti yang sudah kami lakukan dengan mencoba energi hidrogen, sumber energi fosil seperti batubara ini harus mulai digenjot dari sekarang sebelum dilarang oleh masyarakat dunia,” tuturnya di Griya Agung, Jumat (22/7).

Baca:  Alex Noerdin: Ayo Gelorakan Demam Asian Games!

Dirinya mengatakan, eksplorasi besar-besaran tidak akan mengancam kelestarian lingkungan hidup apabila dikelola dengan baik. Seperti yang dilakukan oleh PT BA saat ini, bekas-bekas penambangan yang sudah tidak bisa lagi dieksplorasi ditimbun dan direklamasi ulang. Lahan tersebut dijadikan lahan pertanian dan perkebunan.

“Asalkan pengelolaannya baik, dan pengawasannya pun benar-benar serius, kerusakan lingkungan tidak akan terjadi. Justru lahan bekas tambang itu bisa dimanfaatkan lagi menjadi lebih bermanfaat bagi masyarakat, seperti dijadikan lahan pertanian,” jelasnya.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Pemprov Sumsel Robert Heri menambahkan, saat ini PT BA memiliki tiga izin usaha penambangan (IUP) dengan luasan yang cukup besar.  Rencana ini sudah ada dan siap dikembangkan, namun hal tersebut belum dilakukan lantaran terkendala pada banyak faktor.

Baca:  Gubernur Sumsel Berharap Semua Daerah Dapat WTP

“Seperti harga batubara yang saat ini kurang menguntungkan, angkutan batubara selama ini lewat sungai dan tidak boleh melalui darat menjadi hambatan tersendiri bagi PT BA. Seandainya, PT BA melakukan penambahan kapasitas produksi, namun tidak ada alat angkut juga tidak akan berhasil. Akan segera kami rapatkan mencari solusi yang pas agar bisa meningkatkan produksi tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT BA Arviyan Arifin mengatakan, pihaknya sudah merencanakan dua hal untuk mengembangkan transportasi angkutan PT BA, pasca transportasi melalui kereta api yang hampir maksimal. Harus ada alternatif selain kereta api dan jalur sungai yang hampir tidak bisa lagi ditambah.

Baca:  Gubernur Alex: Sumsel 100 Persen Siap Lahir Batin

“Jajaran direksi PT BA sepakat bahwa siapa pun yang akan mengembangkan rencana itu yang penting harga masuk dalam kelayakan pengembangan dan kompetitif,” jelasnya.

Selain pembangunan jalan alternatif oleh PT Servo, jalur kereta api Tanjungenim ke Tanjung Carat juga sudah direncanakan kerja samanya. Sumber dana pengembangan transportasi alternatif tersebut murni dana investor.

Tahun ini PT BA menargetkan produksi sebesar 25 juta ton dari deposit tiga miliar. Namun kebanyakan batu bara tersebut berkalori rendah, sehingga bila dilakukan penambangan saat ini kurang bisa menghasilkan harga yang tinggi. #adv

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pelayanan Publik di Muba Kekinian dan Tidak Bikin Sulit

Sekayu, BP–Meski berada di level Kabupaten namun pelayanan dan kecanggihan berbasis digital di Bumi Serasan Sekate tidak bisa disepelehkan, guna ...