Home / Bisnis / Bank Geber Ekspansi Kredit

Bank Geber Ekspansi Kredit

Mandiri Sekuritas Siapkan Instrumen Investasi

25315-ptb-bisnis01mandiri2 (1)Palembang, BP

Pemerintah telah menunjuk bank persepsi untuk menampung dana hasil repatriasi maupun tebusan para wajib pajak yang ikut tax amnesty. Efeknya, seluruh lembaga keuangan yang ditunjuk berlomba-lomba mempersiapkan instrumen keuangan yang pas untuk menghimpun dana tax amnesty.

Salah satu bank pelat merah yang ditunjuk pemerintah adalah Bank Mandiri. “Dari sisi bank, pastinya Mandiri akan segera ekspansi kredit, nantinya upaya ini akan mendorong pergerakan ekonomi wilayah, termasuk di Sumatera Selatan,” kata CEO Bank Mandiri Kantor Wilayah II Palembang, Riduan, Kamis (14/7).

Riduan menjelaskan, bank akan menjalankan fungsi intermediasi antara pihak yang berkelebihan dana dan pihak yang membutuhkan, jika tax amnesty akan mendorong perhimpunan dana pihak ketiga (DPK) lebih besar, tentunya ada ketentuan dari Bank Indonesia terhadap batas sehat bank,

Dari sisi ekonomi, Riduan menuturkan, potensi uang membanjir di suatu daerah akan sangat besar, pastinya kegiatan investasi akan menggeliat. Proyek yang sempat terhenti dimunkinkan akan segera dilanjutkan, sebab dengan adanya tax amnesty dana yang masuk akan ada kepastian hukum.

“Sejak 2015 pengusaha ini masih wait and see, sebagain besar pengusaha melakukan efisiensi, setelah ada kepastian hukum maka kegiatan investasi akan berjalan positif, dan Mandiri wilayah II siap mendorong ekonomi Sumsel lebih baik lagi ke depan,” ujar Riduan.

Baca:  Mandiri Perkuat Kredit Mikro

Di tempat yang sama, Branch Manager Mandiri Sekuritas M Aidil mengatakanMandiri Sekuritas sebagai salah satu perusahaan sekuritas menawarkan berbagai ragam instrumen investasi untuk menampung dana repatriasi. Beragam produk investasi mulai dari reksa dana, surat utang, hingga saham akan ditawarkan.

“Mandiri Sekuritas akan mempersiapkan instrumen produk investasi. Jadi tergantung seleranya klien, mulai dari produk manajer investasi, reksa dana, semua produknya Mandiri Sekuritas juga ada, bisa beli bond, bisa beli saham,” kata Aidil.

Dikatakan, pada awal pekan ini IHSG kembali melompat naik 1,96 persen di posisi 5.069, dan pada Selasa (12/7) IHSG kembali naik 0,60 persen di posisi 5.099. “ Seluruh sector menguat tajam utamanya sector perbankan dan pertambangan.

Menurutnya, UU tax amnesty memberikan harapan akan pengurangan risiko fiskal dan meningkatkan pendapatan pemerintah yang diekspektasi Bank Indonesia dapat menarik dana-dana di luar negeri berita pengesahan. Sentiment ini telah meniupkan angin segar bagi pasar. “Nilai tukar Rupiah semakin perkasa ke level terkuatnya dalam tiga pekan dan IHSG terlihat memimpin penguatan diantara pasar regional,” katanya.

Baca:  Karnaval Semarakkan HUT Ke-19 Mandiri

Sentimen ini akan memberikan harapan akan pengurangan risiko fiskal dan meningkatkan pendapatan pemerintah yang diekspektasi Bank Indonesia dapat menarik dana-dana di luar negeri. Memang, dalam belied ini, bagi pemohon yang hanya melaporkan kekayaannya di luar negeri, dikenakan tarif sebanyak 10 persen. Sedangkan, tarif tebusan untuk aset repatriasi dan deklarasi aset di dalam negeri sebesar 5 persen.

“Adanya sentimen dari tax amnesty membuat pelaku pasar kembali percaya diri untuk tetap bertahan di pasar. Akan tetapi, juga terlihat melakukan aksi ambil untung di sektor Properti dan switch ke sektor lainnya seperti perbankan dengan memanfaatkan sentimen tersebut;” terangnya.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa keuangan Kantor Regional 7 Sumbagsel, Lukdir Gultom mengatakan, saat ini OJK tengah menyiapkan kebijakan terkait dana repatriasi tax amnesty khususnya dalam pemanfaatan dana tax amnesty di bidang pasar modal yang diharapkan bisa mendorong sentimen positif di pasar modal.

Kebijakan tersebut antara lain dengan menyiapkan instrumen investasi yaitu, Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) dengan relaksasi regulasi berupa penurunan besarnya nilai investasi untuk setiap pemodal dari Rp10 miliar menjadi Rp5 miliar, dan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) dengan relaksasi regulasi berupa dihapuskannya kewajiban adanya perusahaan sasaran pada saat pencatatan RDPT.

Baca:  Mandiri Dorong Transaksi Uang Nontunai

“OJK akan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk memperoleh daftar Wajib Pajak (WP) yang melakukan repatriasi berdasarkan tax amnesty, serta berkoordinasi dengan PT. KSEI dan Bank Indonesia dalam pengawasan dana repatriasi, khususnya selama holding period,” pungkasnya.

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Palembang, Early Saputra mengatakan, dari awal pecan ini perkembangan dari pasar saham domestik menunjukkan tren yang positif.

Nilai transaksi pada Selasa (12/7) mencapai Rp9,43 triliun, jauh diatas rata-rata nilai transaksi harian yang sebesar Rp5,83 triliun. Sementara itu, investor asing kembali mencatatkan net buying sebesar Rp1.577,24 miliar. Secara akumulatif, investor asing telah membukukan net buying senilai Rp17,10 triliun sejak awal tahun. Rupiah melemah -0,13% ke level Rp13.120/USD dari posisi hari sebelumnya sebesar Rp13.103/USD. #ren

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Siapkan 50 Piagam Penghargaan

Palembang, BP Kejuaraan Futsal Gubernur Sumsel 3 dipastikan digelar di Lapangan Boom Futsal, Sabtu-Minggu, 28 dan 29 April 2018. Sama ...