Home / Headline / Kesulitan Air Bersih, Napi Menjerit

Kesulitan Air Bersih, Napi Menjerit

1407.01.KAKI.HASS

Para napi di Rutan Sarang Elang, Baturaja, menanti pasokan air bersih dari PDAM datang. # Radiansyah

Baturaja, BP
Penghuni Rumah Tahanan Sarang Elang, Kelas II B Baturaja, mengeluhkan kurangnya pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pasokan air bersih menjadi dilema dan permasalahan yang sampai saat ini belum ada solusinya, dan ini sudah lama terjadi. Kepala Rutan Kelas II B, Sarang Elang Baturaja, Herdianto, Amd, IP, SH, M.Si melalui Maini, SH, MM Kepala Satuan Pengamanan Rutan didampingi Ismaton, bagian pelayanan dan humas Rutan, beberapa waktu lalu mengatakan, meskipun ada suplai air bersih dari PDAM namun kebutuhan air masih belum maksimal.

Diungkapkannya, suplai air bersih dari PDAM OKU dan ditambah dengan sumur bor yang ada di rutan belum cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih seluruh warga binaan. Selama ini, suplai air dari PDAM tidak dapat diandalkan sebab tidak maksimal.

“Ya bagaimana mau maksimal, air ledeng mengalir hanya beberapa jam. Itu pun tidak deras, dan terkadang PDAM ini lebih sering mati. Jangankan untuk mengisi 2 bak kapasitas 30 kubik, untuk memenuhi kebutuhan 400 warga binaan saja tidak cukup,” jelasnya.

Menurut Maini, jaringan PDAM menuju rutan merupakan jalur umum, bukan jalur khusus sehingga volume air yang masuk sangat minim. Pihak rutan sudah mengupayakan sumber air yang lain, yakni sumur bor. Hanya saja sumur ini juga tidak berfungsi maksimal karena hanya menghasilkan sedikit air.

“Air yang dihasilkan sumur bor hanya cukup untuk memenuhi keperluan ibadah (wudhu –red), tapi kalau untuk keperluan lain tidak mencukupi. Kita sudah menyampaikan masalah air ini ke PDAM namun untuk solusi jaringan air agar lancar sampai saat ini belum ada solusinya,” katanya lagi.

Dalam sehari, penghuni Rutan Baturaja menghabiskan 10-15 kubik air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pihak rutan terpaksa membeli air dari tangki PDAM. “Ini solusi yang ditawarkan PDAM, kita beli air dari tangki, tapi PDAM memberikan harga di bawah pasaran yakni Rp75.000,” ujarnya.

Dalam sehari pihak rutan hanya mampu membeli tiga tangki air, dan ini tidak cukup untuk kebutuhan rutan. Sementara untuk membeli lebih, pihak rutan tidak ada anggaran khusus. Menurut Maini, pihak rutan hanya punya anggaran untuk membayar air ledeng PDAM.

“Terpaksa kita batasi, karena tidak ada biaya. Kalau lagi hujan biasanya seluruh warga binaan di sini menampung air. Sebab itulah satu-satunya sumber air tambahan yang sangat mereka harapkan,” pungkasnya. # radiansyah

x

Jangan Lewatkan

Kena Hipnotis, Thomas Sadar Setelah Motor Hilang

Palembang, BP–“Aku merasa orang itu teman aku,” ujar Thomas Rahman Hakim (16) saat menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada polisi. Ia ...