Home / Headline / Libur Telah Usai, Daffa Panaskan Mesin

Libur Telah Usai, Daffa Panaskan Mesin

IMG-20160710-WA0031

Muhammad Daffahulkhoyr

Palembang, BP

“Libur telah usai,” itulah ungkapan yang layak disematkan untuk apa yang dilakukan Muhammad Daffahulkhoyr.

Atlet Muaythai cilik Sumatera Selatan ini sejak lebaran ketiga telah kembali latihan seperti biasa demi mempersiapkan diri untuk Pra Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) Remaja di Jambi, November mendatang.

Ia yang bakal turun di kelas 30 kg putra itu sedini mungkin terus digenjot berlatih oleh sang ayah. Apalagi, dalam Pra-PON Remaja nanti ada lawan tangguh dari Jateng yang telah menantinya. Untuk itulah, Daffa giat berlatih pagi sore demi meraih tiket PON juga untuk membayar kekalahnya saat Kejurnas Muaythai di Subang beberapa waktu lalu.

“Mulai latihan lagi. Kita tidak ada waktu berleha-leha. Waktunya mepet. Jika tak cepat kita akan tumbang. Apalagi, diluar sana lawan sudah jauh-jauh hari bersiap,” ujar Irwanto pelatih sekaligus ayah kandung Daffa, Senin (11/7).

Daffa memang dilahirkan dari keluarga petarung. Ayahnya Irwanto merupakan peraih medali emas PON Wushu tahun 2008, sedangkan Ibunya Rina merupakan pesilat. Ditambah lagi, mulai dari paman hingga sepupunya semua merupakan atler beladiri, jadi wajar seorang Daffa menjadi petarung untuk meneruskan tradisi keluarga.

Ia baru berusia 10 tahun, dan dalam debut perdananya di cabor Muaythai Daffa sukses meraih perunggu setelah harus menyerah dari lawanya dari Jateng. Tapi Daffa tak mau patah arang, berkat motivasi dari keluarga kini ia harus kembali berjuang untuk Sumsel.

“Targenya meraih tiket PON dulu. Jika tembus baru kejar medali. Tapi dengan cita-cita itu latihan harus kerja keras, ditambah doa dan dukungan Pengurus Muaythai,” ucap Irwanto.

Sementara itu, Sekretaris Umum Muaythai Indonesia Sumsel Lirman menegaskan bahwa saat ini memang tidak hanya Daffa yang dipersiapkan.

Pasalnya, berdasarkan laporan dari  pelatih, skuad bisa turun full kelas dalam Pra-PON Remaja nanti. Banyaknya bibit muda yang bertalenta membuat pelatih banyak pilihan untuk menurunkan siapa di Pra-PON.

“Selain Daffa ada beberapa nama. Tapi semua harus latihan dengan kerja keras. Karena kita ingin yang turun adalah yang benar-benar berpotensi untuk tiket PON,” pungkasnya. #sug

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Ita Dibunuh Orang Dekat

Palembang, BP–Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara di lokasi kejadian dan menurut keterangan saksi-saksi, polisi menduga Iwan Effendi (56) alias Ita tewas ...