Home / Sumsel / Proyek Besar di Sumsel Tidak Ada Pemotongan Anggaran

Proyek Besar di Sumsel Tidak Ada Pemotongan Anggaran

IMG-20160702-03680

Fauzi H Amro

Palembang, BP

Terkait anggaran Pemerintah Provinsi dan kabupaten dan kota di Sumsel dipotong 10 persen karena defisit anggaran pusat menurut anggota Komisi V DPR RI asal Sumsel Fauzi H Amro itu sesuai aturan.
“Pemotongan 10 persen itu terjadi karena yang bersifat bukan menyentuh pelayanan publik, memotong anggaran-anggaran perjalanan dinas, balai, dan seluruh Kementerian, termasuk DPR dan DPRD, wajib dipotong karena kita lagi defisit,” katanya usai menggelar acara buka bersama jajaran Kahmi Sumsel di kediamannya di Komplek Alam Raya Residence Palembang, Sabtu (2/7).
Dia memastikan  untuk proyek-proyek besar yang ada di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) seperti pembangunan Light Trail Transit (LRT), Tol Palindra, Jembatan Musi IV , Underpass simpang Bandara, dan jalan selesai dikerjakan di awal tahun 2018 dan tidak ada pemotongan anggaran.
 “Sumsel juga misalnya dari Rp2,5 triliun sampai Rp3 triliun dipotong menjadi 250 miliar, walaupun demikian anggaran untuk Asian Games di Palembang di tambah seperti pembangunan Jakabaring dan Perumahan Atlet di Jakabaring di Jakarta khusus itu ditambah untuk layanan publik tidak di potong ,” katanya.
Sebelumnya Gubernur Provinsi Sumatera Selatan H Alex Noerdin mengaku sudah mengajukan protes kepada pemerintah pusat terkait dana bagi hasil migas Sumsel yang di kurangi pusat.
      “Kita dikurangi 800 miliar karena harga minyak turun, padahal produksi minyak kita 20 persen, gas 80 persen, harga minyak turun, harga gas tidak turun, jumlah produksi gas kita tidak turun, artinya kita tidak harus menerima pengurangan Rp800 miliar lebih itu. Kalau hitung-hitungan sementara paling tinggi kita harus dikurangi sekitar Rp200 miliar artinya kita masih ada dana seharusnya yang kita terima Rp600 miliar  lebih , nah itu yang sedang kita klaim kepada pemerintah pusat yang selama ini sangat tidak transparan dalam masalah pembagian hasil gas dan minyak daerah, ini sejak saya menjadi Ketua Daerah Penghasil Migas beberapa tahun yang lalu, ini yang selalu di suarakan , Transparansi ! tolong didoakan mudah-mudahan klaim kita berhasil uang itu saya minta di kembalikan uang kami Rp600 miliar lebih,” kata Gubernur  usai agenda pidato pengantar laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sumsel tahun anggaran 2015 dalam rapat paripurna DPRD Sumsel, Senin (4/4).
Akibat pengurangan tersebut menurut Gubernur banyak program yang di efiesienkan, ada dikurangi, ditunda dan dibatalkan,  Jadi luar biasa karena APBD sudah berjalan dan kita harus menyesuaikan lagi,” katanya
      Walaupun tahun 2015 luar biasa berat tetapi Sumsel surplus beras memenuhi target. “Ingat tahun lalu kita mendapatkan 1 triliun dari pemerintah pusat tapi targetnya menambah surplus 500 ribu lagi, target 500 ribu tercapai 600 ribu, bapak ibu sekalian ditengah Elnino, di tengah panas berkepanjangan, kemarau, di tengah kebakaran dan asap  sektor pertanian kita masih bisa melampaui target yang diberikan pemerintah pusat dan tahun ini target ditambah lagi dan mendapatkan tambahan dana lagi,” katanya.#osk
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pemilik Taiwan Yi Long Precision Industry Datangi Bumi Caram Seguguk

Inderalaya,BP Taiwan Yi Long Precision Industry Co Ltd siap menyulap Desa Burai Kecamatan Tanjungbatu Kabupaten Ogan Ilir (OI) menjadi kota ...