Home / Headline / JSC Jadi Etalase Penerapan Teknologi Hidrogen

JSC Jadi Etalase Penerapan Teknologi Hidrogen

JSC Jadi Etalase Penerapan Teknologi Hidrogen -Gub menerima President IMS ICUBE Norwegia (1)Palembang, BP

JSC akan dijadikan green sport city, komplek olahraga ramah lingkungan pertama di dunia dengan teknologi hidrogen dan tenaga surya. Disokong dana dari Norwegia.

Jakabaring Sport City atau JSC akan menjadi etalase dunia penerapan teknologi hydrogen dan tenaga surya. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berupaya keras agar teknologi terbarukan ini siap digunakan pada Asian Games 2018.

Presiden IMS Ecubes Aleksander Gerbec mengatakan, ada empat macam nota kesepahaman (MoU) awal joint venture yang terjalin antara pihaknya dan Pemprov Sumsel untuk menerapkan teknologi hidrogen di JSC. Tiga MoU di antaranya telah ditandatangani, yakni mengenai pembangkit listrik, kendaraan hidrogen, dan manajemen penerangan jalan.

Satu kesepakatan yang akan segera ditandatangani berikutnya yakni mengenai floating facility, infrastruktur konversi air menjadi bahan bakar hidrogen yang didesain mengapung di atas Danau Jakabaring, serta dilengkapi dengan taman bermain berteknologi tinggi untuk meningkatkan daya tarik wisatawan. Keempat proyek ini digabungkan akan membentuk satu kesatuan teknologi bernama Hidrogen Society.

“Kami bukan pencipta dan penemu teknologi ini. Namun Pemerintah Norwegia percaya, bahwa dengan teknologi hidrogen ini akan menghadirkan masa depan. Pengembangan JSC sebagai etalase dunia ini akan kami dukung dengan dana dari kami sepenuhnya. Setelah pembangunan awalnya selesai, perhitungan bisnisnya baru akan dilakukan,” tuturnya saat audiensi bersama Gubernur Sumsel H Alex Noerdin di Griya Agung, Rabu (29/6).

Baca:  13 Negara Asia 'Serbu' JSC

Tantangan dalam pengembangan ini, Gerbec mengatakan, adalah saat akan membangun infrastruktur. Hal ini terjadi bukan hanya di Indonesia, namun juga Eropa.

Beberapa tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan teknologi ini yakni harganya yang mahal. Pertanyaan soal harga ini pun, ujarnya, datang dari Pemerintah London. Namun, pihaknya menemukan solusi. Apabila diterapkan di sektor transportasi publik sebagai langkah awal, akan dapat lebih merangsang pengembangan ke depannya.

“Seluruh perangkat dan SDM perawatannya pun akan didatangkan. Kami pun datangkan ahli. Hal yang semakin bagus ketika saya dengan Pemprov Sumsel bekerja sama dengan Universitas Sriwijaya. Kajian ilmiahnya semakin lengkap,” tuturnya.

Ia sangat mengapresiasi keputusan Gubernur Alex Noerdin yang memberikan peluang besar bagi pihaknya dan Pemerintah Norwegia untuk mengembangkan teknologi ini, dan menjadikan JSC sebagai etalase yang siap dilihat oleh seluruh dunia.

Menghargai upaya tersebut, pihaknya akan membawa serta Alex Noerdin saat gelaran Konferensi Energi dunia di Barcelona, Spanyol, 16 November mendatang sebagai salah satu keynote speaker untuk merepresentasikan energi terbarukan hidrogen ini.

“Kami akan membawa serta Konsorsium TGE terbesar di dunia untuk LGN, yang sudah akan bersedia untuk investasi di Sumsel. Dalam waktu dekat, mereka akan datang ke Sumsel untuk menindaklanjuti ketertarikan berinvestasi tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, Representatif Direktur Utama IMS Ecubes Husni Azof mengatakan, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan studi kelayakan atau feasibility studi (FS) yang ditarget selesai dalam waktu tiga bulan. Setelah FS selesai dilakukan, pihaknya akan mengetahui berapa dana yang dibutuhkan untuk proyek ini.

Baca:  Puluhan Pedagang JSC Minta Gubernur Sumsel Pecat Direktur JSC

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menuturkan, dengan digodoknya Hidrogen Society di Sumsel, Sumsel bukan hanya akan menjadi ikon di Indonesia, namun juga dunia sebagai green sport city sekaligus etalase penerapan teknologi hidrogen kedua di dunia, setelah London.

“Kesempatan baik seperti ini harus diraih. Sangat sulit menunggu kesempatan bagus seperti ini. Banyak yang ingin menjadi pionir dan kesempatan tersebut kembali jatuh ke Sumsel memanfaatkan momen Asian Games 2018. Kita bawa masa depan ke Jakabaring sekarang juga,” tegasnya.

Setelah proyek ini selesai, Alex berujar, pihaknya pun akan memberikan kesempatan kepada Pemerintah Norwegia untuk berinvestasi di bidang energi matahari dan geotermal pasca Asian Games.

“Saya yakin kalau proyek ini sudah mulai, pasti didukung pemerintah pusat. Kalau tidak melakukan terobosan, Sumsel tidak akan menjadi seperti ini. Tidak akan ada Asian Games, LRT, dan tidak ada Hydrogen Society,” lanjutnya.

Satu-satunya negara yang lebih berambisi dari Sumsel dalam menerapkan teknologi ini adalah Jepang. Pada 2030, Jepang menargetkan seluruh kendaraannya sudah menggunakan bahan bakar hidrogen yang nol emisi. “Kalau bisa selesai sebelum Asian Games, Sumsel bisa menarik bantuan lebih banyak lagi dari sumber yang lain untuk visi pasca 2018,” imbuhnya.

Baca:  4.000 Atlet-Ofisial Ikuti 'Wellcoming Night' Pembukaan Asian Games di JSC 

Dirinya menjelaskan, pada Asian Games 2018 nanti, tidak boleh ada lagi kendaraan yang berseliweran di kawasan JSC. “Orang hanya boleh berjalan kaki, menggunakan sepeda, atau menggunakan kendaraan berbahan bakar hidrogen yang nol emisi ini. Selain itu, listriknya pun akan dialiri dari pembangkit listrik tenaga surya,” paparnya.

Selain nol emisi, Alex pun menambahkan, kendaraan berbahan bakar hidrogen yang menggunakan peralatan hidrogen dalam mesinnya akan menambah daya jelajah mobil tersebut menjadi lebih jauh dibandingkan menggunakan bahan bakar fosil.

Sebelumnya, Gubernur Sumsel bersama Konsorsium Export Financing GIEK di Oslo Norwegia telah berkomitmen untuk menjadikan Palembang sebagai Perintis Penggunaan Blue Technology dengan kendaraan hidrogen yang kedua di dunia setelah London, Inggris.

Kesepakatan awal joint venture antara Pemprov Sumsel dan IMS Ecubes dan Arcola Energi, merupakan tahap awal untuk menyusun studi kelayakan tentang prospek penggunaan kendaraan berteknologi karbon untuk pasar kendaraan bermotor di Indonesia, melalui prototipe di Jakabaring pada Asian Games 2018 mendatang.

Teknologi kendaraan hidrogen pun merupakan upaya Sumsel untuk mendukung mitigasi perubahan iklim dalam kerangka Green Growth Development atau Green South Sumatera sesuai kesepakatan CoP21 Paris Desember 2015 lalu. #idz

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Cintani Penderita Kanker Tulang Dapat Bantuan Sebesar Rp27,8 Juta

Baturaja, BP – Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), melakukan penggalangan dana ...