Home / Headline / Imbau Hati-hati Tawaran Investasi

Imbau Hati-hati Tawaran Investasi

OJK Bentuk Satgas Pencegahan

3-Audiensi Kepala OJKPalembang, BP
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau untuk lebih waspada dan pintar dalam menyerap informasi tawaran investasi. Apalagi ada tawaran investasi yang memberikan imbalan hasil besar, seperti 20-30 persen sebulan atau lebih.

Kepala OJK Kantor Regional 7 Sumbagsel Lukdir Gultom mengatakan,  pihaknya bekerja untuk mencegah masyarakat tidak tertipu investasi bodong atau produk yang sebenarnya tidak ada izinnya. Seperti otoritas untuk penghimpunan dana, termasuk penjualan produk serupa.

“Kami akan melakukan pencegahan melalui edukasi ke masyarakat. Selalu hati-hati terhadap penawaran investasi. Ciri-cirinya, melakukan seminar di hotel mewah, membawa tokoh agama, dan masyarakat menawarkan investasinya,” ujarnya usai bertemu dengan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dalam rangka membentuk tim satuan kerja (satgas) waspada investasi daerah di ruang rapat, di Griya Agung, Rabu (29/6).

Baca:  OJK Tunggu Juklak dan Juknis Akses Data Nasabah

Dirinya menjelaskan, dari sisi imbal hasil kalau ada yang menawarkan 10 persen per bulan, bayangkan hasil lima persen sebulan saja sulit. Apalagi kalau diukur dari deposito maksimal perbankan, berdasar panduan di kisaran lima sampai tujuh persen per tahun.

Lalu ada program investasi murah. Seperti paket investasi Rp50 juta dengan memberikan tawaran cashback Rp5 juta. Menurut dia, uang yang dikasih sebagai cashback itukan uang investasi investor sendiri.

Baca:  OJK - BEI Genjot Sosialisasi Pasar Modal

Mengenai tawaran investasi imbal hasil tinggi itu bodong, salah atau bukan, ia menegaskan, itu merupakan tugas hakim, kami (OJK,red) tidak bisa bilang ini legal atau tak legal, karena nanti ada hakim yang menentukan.

Satgas ini sebenarnya sudah ada di kantor pusat yang beranggotakan kepolisian, Bank Indonesia (BI), OJK, Kejaksaan, dan beberapa dinas. ”Belakang ini semakin marak investasi yang bersifat ilegal dan banyak korban dari masyaraka. Itu pun dari berbagai kalangan,” jelasnya.

Baca:  OJK Minta Perbankan Selektif Biayai Developer

Karena itu, perlu dibentuk tim satgas dan diefektifkan dan dukungan dari seluruh jajaran Gubernur, Kapolda, KaKanwil, Kemenag, Kejati, dan beberapa dinas yang terkait agar mendapat dukungan dan keefektifan bekerja.

Anggota dari tim kerja satgas waspada investasi daerah Sumsel, yakni Dinas Perdagangan, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Kominfo dan Informatika Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD).

Serta Kantor Perizinan Terpadu Satu Pintu, Kejaksaan Tinggi (Kejati) atau Kejaksaan Negeri (Kejari), Kepolisian Daerah (Polda), Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) dan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag). #idz

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Cintani Penderita Kanker Tulang Dapat Bantuan Sebesar Rp27,8 Juta

Baturaja, BP – Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), melakukan penggalangan dana ...