Home / Headline / PON 2016 Menjadi Perang Saudara Bagi Takraw

PON 2016 Menjadi Perang Saudara Bagi Takraw

Vio2Palembang, BP

Masih ingat dengan Reinder dan Yana? Atlet andalan Sumsel yang pada 2012 lalu lolos PON setelah melalui kompetisi Porwil di Batam, Kepulauan Riau. Namun, pada PON 2012 di Riau keduanya tak dipakai oleh Sumsel. Hingga akhirnya keduanya pun hengkang dan memilih dibina oleh Riau.

Kali ini, menghadapi PON Jawa Barat, September mendatang, keduanya diminta untuk memperkuat Sumsel setelah dibina di Riau dan masuk dalam pembinaan PPLP Riau.

Kisruh pengurus Takraw Sumsel hingga kini masih saja berbuntut kepada nasib atlet. Kasak kusuk untuk mencari pembenaran, membuat atlet menjadi korban untuk meraih hasil terbaik dari kerja keras latihannya. Di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 Jabar, September nanti, ada dua atlet Sumsel Randira dan Yana disebut bermasalah. Lantaran, dua atlet yang tahun 2013 kemarin menjadi siswa PPLP Riau itu, dipermasalahkan ketika kembali ke Sumsel di PON 2016.

Baca:  POBSI Palembang Sumbang Atlet ke Provinsi

Sekretaris Umum Persatuan Sepak Takraw Indonesia Islah Taufik Efendi mengatakan, sebenarnya hal tersebut tidak perlu dipermasalahkan. Karena, persiapan PON Jabar nanti, Pengprov memanggil empat atlet yakni, Violiga Maysuari, Reni Eliyati, Widi Astuti, Muthiara dan Arma. Namun dua atlet Violiga dan Reni ketika dipanggil tidak datang hingga saat ini. Untuk itu, demi tetap berlaga di PON, PSTI Sumsel memanggil Randira dan Yana, yang memang notabene atlet Sumsel.

“Sebenarnya kalau dari Riau sendiri tidak ada masalah yah. Apalagi saat itu Randira dan Yana hanya bersekolah dan masuk di PPLP. Untuk saat ini, mereka bisa kembali ke Sumsel dan diharapkan bisa meraih medali untuk Sumsel,” ujar Taufik, Kamis (23/6)

Baca:  Catur Sumsel Borong Lima Tiket PON di Kota Kembang

Menurut Taufik, ia berharap gejolak di tubuh PSTI dapat segera usai. Karena berkaca dari sejarah 2012, akibat gengsi pengurus akhirnya atlet yang menjadi korban. Karena saat itu, ketika atlet yang memang berhak untuk turun tidak diturunkan, atlet tersebut memilih pergi mencari rumah baru. Dan kini, atlet-atlet kita yang dibesarkan kita malah bakal menjadi lawan kita sendiri.

Dan untuk diketahui juga bahwa permasalahan atlet takraw seolah seperti tak diperhatikan. Hal tersebut dari PON musim ini yang kemudian harus menjadi perang saudara akibat dari atlet Sumsel yang tersebar dienam provinsi termasuk Sumsel itu sendiri. Dan salah satu alasannya karena ketika atlet lolos PON akan tetapi tak diikutkan dalam multievent empat tahunan tersebut.

Baca:  Ryan Yohwari Puji Komitmen Pemprov Beri Bonus Atlet Berprestasi

“Tercatat saat ini ada enam Provinsi yang bakal diwakili oleh atlet-atlet asli Sumsel. Anggi memperkuat Jateng, Cahya ke Sulsel, Dwi Febriani, Mela Soraya dan Indri pindah ke Jabar, Septi ke Rau dan Bela bermain di Kaltim,” tutur Taufik

Sementara itu, Wakil Bidang Prestasi KONI Sumsel Syamsulramel mengatakan, jika dari PSTI telah melaporkan kondisi tim PON Sumsel. Berdasarkan laporan tersebut, jika memang Randira dan Yana merupakan atlet Sumsel yang pernah bersekolah di Sekolah Olahraga Nasional Sriwijaya.

“Kami sudah mendapat laporan terkait hal tersebut. Mereka menyampaikan jika memang Randira dan Yana memang atlet Sumsel. Hanya saja, mereka bersekolah di Riau,” ungkap Ramel. #sug

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

DPRD Sumsel Harapkan Puskesmas di Sumsel Harus Aktif Jemput Bola

Palembang, BP Sejak program jaminan kesehatan yakni BPJS diterapkan di Indonesia, masih banyak masyarakat di provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang ...