Home / Pariwisata / Pancasila Harus Diperkenalkan Kepada Anak Usia Dini

Pancasila Harus Diperkenalkan Kepada Anak Usia Dini

Syaifullah-Tamliha-595x279

Anggota Komisi I DPR RI FPPP Saefullah Tamliha

Jakarta, BP

 Anggota Komisi I DPR RI FPPP Saefullah Tamliha menyatakan,  nilai dan sistem bernegara yang baik di masa lalu seharusnya dipertahankan, bukan malah dihilangkan. Misalkan pendidikan Pancasila di sekolah dasar hingga perguruan tinggi  wajib dan nilainya harus baik.  Setelah rezim Orba tumbang dan memasuki era reformasi, kurikulum Pancasila nyaris dihilangkan atau dianggap kurang penting  hingga banyak yang tidak memahami Pancasila sebagai pedoman berbangsa dan bernegara.
“Di zaman Orde Baru (Orba) ada lembaga BP7 untuk mensosialisasikan  Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) dan  kurikulum pendidikan Pancasila di Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi (PT),” ujar Tamliha di Ruangan Wartawan DPR RI, Jakarta, Rabu (22/6).
Menurut Tamliha, salah satu faktor merosotnya moral anak bangsa mulai dari generasi muda hingga elit politik karena kurangnya pemahaman dan pengamalan dari lima sila dari Pancasla tersebut.
Untuk itulah kata Tamliha, perlunya Pancasila dihidupkan kembali untuk anak sekolah. Bila perlu, anak sekolah diberi semacam buku saku soal Pancasila. “Pancasila harus diperkenalkan kepada anak usia dini. Dengan cara demikian diharapkan generasi muda mengerti sekaligus mencintai bangsa dan negara Indonesia,” kata Tamliha.
Pengamat dai LIPI Siti Zuhro menegaskan,  di era reformasi pemahaman berdemokrasi dan berpartai telah meninggalkan nilai-nilai Pancasila. Padahal,  Pancasila sudah menjadi ruh dalam berbangsa dan bernegara.   “  Pembubaran  BP7, penataran P4, kurikulum pendidikan Pancasila di sekolah-sekolah membuat anak bangsa ini kurang peduli terhadap berbagai persoalan bangsa,” jelas Zuhro.
  Siti Zuhro menilai, kondisi bangsa saat ini sempoyongan, tertatih-tatih, akibat nilai-nilai Pancasila sudah tidak lagi menjadi perekat ideologi.  Pancasila sebagai keniscayaan-keharusan sebagai ruh berbangsa dan bernegara.
 Seharusnya, lanjut Zuhro,  nilai dan sistem bernegara yang baik di masa lalu  seperti lembaga  BP7, P4, kurikulum pendidikan Pancasila mesti dipertahankan. Bukan dibubarkan. “Akibatnya  anak-anak kita tidak lagi mengenal dan memahami  Pancasila. Untuk itulah pentingnya kita hidupkan kembali Pancasila,” papar Zuhro. #duk
Baca:  Ketua DPR Berharap KPU Gencar Sosialisasikan Pelaksanaan Pemilu
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Malam Tahun Baru, 6.422 Kembang Api Ditembakkan dari Danau TMII

Jakarta, BP–Sedikitnya 6.422 kembang api ditembakkan dari Danau Arsipel Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada malam tahun baru 2019. Musik ...