Home / Headline / 2.112 Peserta SNMPTN Tes Narkoba

2.112 Peserta SNMPTN Tes Narkoba

tes SBMPTN, menggunakan sistem CBTPalembang, BP

Bersamaan dengan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Selasa (31/5), di hari yang sama, peserta yang lolos verifikasi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) melakukan registrasi ulang serta tes narkoba di Unsri Inderalaya. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi peserta yang mengundurkan diri lewat jalur undangan ini dengan mengikuti tes SBMPTN, dan menghindari calon mahasiswa yang terindikasi narkoba.

Sebelumnya diketahui sebanyak 2.432 peserta yang dinyatakan lolos tahap administrasi SNMPTN Unsri tahun ini. Dari jumlah tersebut, hanya 2.112 peserta yang dinyatakan lolos dan mereka tinggal melakukan registrasi serta tes narkoba. Sisanya dinyatakan gugur, bahkan 7 peserta dieliminir karena ketahuan melakukan penggelembungan (mark up) nilai.

Rektor Unsri Prof Dr Anis Sagaf, MSCE mengatakan, ada sekitar 24% calon mahasiswa yang gugur dari jumlah awal peserta SNMPTN yang lolos. “Ini karena nilai yang tertera pada rapot jauh berbeda dengan yang tertera saat mengisi online. Kita sangat menyayangkan hal ini,” ujarnya.

Ia menyarankan pihak sekolah maupun siswa untuk jujur dalam melakukan pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Sebab data yang sudah dientri akan dicocokkan pada nilai rapor asli. “Tidak ada toleransi bagi yang melakukan mark up nilai. Akan langsung kita eliminir,” tegasnya.

Baca:  SBMPTN Unsri Terindikasi Gunakan Joki

Selain adanya indikasi mark up nilai, pihaknya juga menduga para peserta yang tidak melakukan verifikasi karena alasan klasik, seperti jurusan yang tidak diinginkan dan peserta tersebut tidak berminat.

“Lebih dari 271 lebih yang tidak ikut verifikasi. Ada beberapa sekolah yang membuat mapping (memetakan –red) sendiri siswanya mau ambil jurusan apa. Inilah yang tidak boleh, artinya itu menutup minat siswa tersebut terhadap jurusan yang akan ia ambil. Akibatnya berpengaruh pada proses perkuliahan,” ujarnya.

Sementara untuk Bidikmisi jauh lebih baik dari tahun kemarin. “Hampir semua layak kecuali 1 orang. Karena berdasarkan hasil visitasi, dari rumahnya saja sudah bagus, punya kendaraan dan orangtuanya kerja di instansi. Maka itu kita eliminir,” katanya.

Tahun ini cukup banyak peserta Bidikmisi yang diterima. Ada 534 peserta Bidikmisi untuk SNMPTN. Sedangkan tahun kemarin cuma 400 orang.

Baca:  Siapkan 1.402 Kuota UMPN

“Ini menunjukkan bahwa orang-orang yang tidak mampu di daerah sudah punya fasilitas yang baik untuk mereka lanjut ke perguruan tinggi. Artinya anak-anak kita di daerah yang tidak mampu bisa bersaing. Mudah-mudahan harapan kita ke depan bersama program Pemprov Sumsel yang kuliah gratis bisa komprehensif,” bebernya.

Anies menambahkan, pelaksanaan SBMPTN tahun ini berjalan sangat lancar. Dirinya belum menerima laporan apapun terkait kendala di lapangan.

“Syukur semua berjalan baik, tidak ada hambatan apapun. Semua yang kita laksanakan sesuai dengan apa yang diharapkan,” ujarnya.

Mengenai masih adanya beberapa peserta yang tidak hadir, menurut Anis, kejadian ini merupakan masalah klasik yang selalu terulang. “Ini sudah biasa, ada beberapa peserta yang bayar pin sudah mengambil nomor namun tidak hadir. Kalau diibaratkan, hampir 10 persen dari jumlah pendaftar biasanya yang tidak hadir. Kita tidak dapat memastikan alasannya,” terangnya.

SBMPTN 2016 akan diikuti 17.474 peserta. Rinciannya, 7.848 peserta sainstek, 5.551 orang soshum, dan 4.075 campuran. Pelaksanaan ujian akan berlangsung di 53 lokasi di Kota Palembang.

Baca:  2.025 Peserta SBMPTN Masuk Unsri

Sementara itu Penangung jawab SBMTPN sistem CBT Saparudin, mengatakan, pelaksanaan ujian CBT yang dipusatkan di fakultas kedokteran Unsri di Jalan Madang diwarnai dengan ketidakhadiran dari beberapa peserta. Tercatat dari 80 peserta yang seharusnya mengikuti ujian bidang saintek dan soshum, ada 3 peserta yang tidak hadir.

“Setelah didata tiga peserta yang bidang saintek tidak menghadiri ujian ini. Alasannya, kita belum tahu karena tidak ada laporan kepada pihak kami,” ujarnya.

Lebih jauh, Saparudin mengatakan, pada pelaksanaan ujian sistem CBT pertama ini tidak mengalami kendala apapun. Semua peserta malahan terlihat menikmati dan santai dalam mengerjakan soal ujian.

“Tidak hanya menyiapkan komputer cadangan, kami juga sudah menyiapkan sistem ujian manual (kertas). Sehingga saat peserta mengalami trouble ataupun listrik padam, bisa dialihkan ke sana. Namun syukur semuanya berjalan lancar,” pungkasnya. # adk

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pesona Adu Skill Jam Session MLD SPOT Jazz N Blues

Palembang, BP Suasana di Ranting Coffee Kamis, (23/5) malam tampak lebih ramai dari biasanya. Tampak mulai pukul 21.00 beberapa musisi ...