Home / Headline / KEK TAA Menarik Minat Investasi Bellarusia

KEK TAA Menarik Minat Investasi Bellarusia

IMG_8768_1Jakarta, BP

Sejumlah perusahaan dari Republik Belarusia tertarik untuk berinvestasi di Sumatera Selatan menyusul dibangunnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api, Kabupaten Banyuasin. Gubernur Sumsel H Alex Noerdin meyakinkan bahwa Sumsel merupakan tempat yang tepat dan kondusif untuk berinvestasi.

Alex menuturkan, Sumsel telah menyiapkan KEK Tanjung Api-Api untuk para investor. TAA merupakan lokasi yang tepat dan strategis bagi berbagai bidang investasi. Pemprov Sumsel menyambut baik Belarusia untuk memasok berbagai produk ke Indonesia, khususnya Sumsel.

Seperti truk dan bus merek, ban mobil, alat pertanian dan perkebunan, perusahaan pertambangan dan serta perusahaan pupuk. Bahkan beberapa perusahaan Belarusia sepeti MAZ, Belshina, dan Minsk Tractor sudah menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di Sumsel.

“Ketertarikan delegasi bisnis Belarusia ini membuktikan kalau Sumsel menjadi daerah utama di Indonesia yang cukup menjanjikan untuk berinvestasi. Kami mendukung rencana Belarusia untuk mendirikan usaha bersama di Indonesia dan transfer teknologi seperti membangun industri kendaraan truk dan bus MAZ. Juga perusahaan ban kendaraan bermotor Belshina. Selanjutnya ada produsen kendaraan atau traktor pertanian, pabrik susu, serta ada perusahaan pupuk Belarus juga berminat membangun pabrik di Sumsel,” ujarnya saat Pertemuan Peningkatan Hubungan Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan antara Sumsel dan Republik Belarus di Borobudur Hotel, Jakarta, Minggu (29/5).

Bukan itu saja, Gubernur pun menyarankan mengenai rencana pengembangan industri truk MAZ untuk sebaiknya tidak hanya memproduksi kendaraan komersial seperti transportasi produk pertambangan, pertanian, dan logistik tetapi juga untuk tujuan strategis lainnya. “Untuk tujuan ini beberapa tipe truk akan diproduksi di Indonesia, kami menyarankan lokasi investasi di KEKTAA,” katanya.

Baca:  Mei, Rusunami Jakabaring Groundbreaking

Pertemuan dengan delegasi bisnis Belarusia ini, jelas Alex Noerdin, dapat menjadi catatan khusus untuk ditindaklanjuti. Sehingga perlu pertemuan lanjutan seperti technical meeting guna membahas hambatan perdagangan dan investasi dari kedua negara sehingga pelaksanaan kerja sama ini dapat terealisasi.

Wakil Perdana Menteri Belarus Vladimir Semashko menjelaskan, pihaknya mengaku tertarik berinvestasi di Sumsel di beberapa bidang seperti pertanian pengolahan karet, pengolahan kelapa sawit, kopi, kakao, produk perikanan. Nantinya semua kerja sama yang akan mereka bangun ini akan dipasarkan melalui korporasi Ekonomi Eropa dan Eropa Timur.

Dirinya mengungkapkan, dengan penduduk yang hanya 10 juta jiwa, Belarusia berhasil menjadi pusat manufaktur di kawasan Eropa Timur. Setidaknya 65 persen produksinya diekspor keluar dengan nilai perdagangan mencapai 6 miliar dolar AS pada tahun 2015.

Di bidang pertambangan, kata Vladimir, mereka juga memiliki perusahaan pertambangan ketiga terbesar di dunia dengan market share hingga 75 persen. Selain itu peralatan berat dari Belarusia juga memiliki keunggulan dari negara Eropa lainnya karena adalah lebih murah dibanding produk Komatsu dan Caterpillar.

“Baru-baru ini juga kami berhasil menjual 40 kendaraan pertambangan  dengan kapasitas 110 ton senilai 50 juta dolar AS. Kami juga tertarik menyediakan kendaraan untuk transport publik terutama untuk kota berpenduduk padat seperti Jakarta. Untuk alat pertanian, Belarus umumnya memproduksi alat pertanian dengan kemampuan 80 hingga 120 tenaga kuda. Tahun lalu produksi alat pertanian kami mencapai 40 miliar dolar AS, di mana 8 milyar dolar AS digunakan untuk keperluan domestik dan sisanya diekspor,” katanya.

Baca:  Alex Diberi Gelar Pangeran Natadiraja Utama

Menurutnya, mereka juga menguasai teknologi pengembangan infrastruktur, yaitu pembangunan jalan. Kemudian produksi petrokimia juga menjadi sektor unggulan Belarus, bahkan produksinya terbesar kedua dunia. Indonesia sendiri merupakan tujuan ekspor petrokimia keempat terbesar dari Belarus setelah Tiongkok, India, dan Brazil. Melihat potensi yang besar itu Belarusia merencanakan membangun pabrik pupuk nitrogen terbesar di dunia pada 2021 dengan produksi melebihi 1 juta ton per tahun.

Sementara dalam pengembangan kawasan industri, Belarusia telah menjalin kerja sama dengan Tiongkok. Untuk meningkatkan investasinya itu juga Pemerintah Belarusia menerapkan pemotongan pajak sebesar 15 persen selama 10 tahun untuk Kawasan Ekonomi Khusus di negara itu.

Dalam pertemuan ini, Alex Noerdin, juga mengajak dan mengenalkan beberapa mitra usaha dari Sumsel kepada delegasi bisnis Belarusia. Mereka ini antara lain Djoko Pramono, Direktur Operasional dan Produksi PT Bukit Asam Tbk, perusahaan BUMN bidang tambang batubara. Bayu Priaman Djokosoetono, pimpinan PT Pusaka Bumi Transport selaku perusahaan dari Blue Bird grup.

Kemudian Mulyono Prawiro, Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang M Nasir, Direktur Produksi PT PN VII, Noerdi Tedjaputra selaku Presiden Direktur PT Baja Baru, perusahaan pengolahan karet terkemuka di Sumatera Selatan, dan Dr A Yaniarsyah Hasan, Direktur Regional perusahaan Tambang dan energi Sumsel.

Baca:  Penepatan Janji Kampanye Alex Noerdin Sudah 91%

Kunjungan bisnis dari Belarusia ini mendapat tanggapan positif dari para pengusaha yang ikut mendampingi Gubernur Alex Noerdin. Perusahaan transportasi Blue Bird misalnya, melalui anak usahanya PT Pusaka Bumi Transport menyatakan kalau mereka telah menjalin kerja sama dengan perusahaan Belarusia yakni Belaz selama 4 tahun untuk penyediaan truk dan alat berat.

“Harapan kami ke depan, kerja sama ini dapat lebih dikembangkan lagi dengan kerja sama penyediaan kendaraan transport publik juga,” kata Bayu Priaman Djokosoetono.  Sambutan positif juga disampaikan Dirut Pusri Mulyono Prawiro yang menyatakan kalau PT Pusri memiliki 4 pabrik Ammonia dan Urea dengan produksi berkisar 1,5 juta ton ammonia dan 2,3 juta ton urea per tahun.

Ke depannya Pusri akan membangun pabrik NPK 1 juta ton per tahun dengan kebutuhan phosphate selama ini disuplai dari Jordania. Sehingga ke depannya perlu ada kerja sama dengan Belarusia.

Demikian juga dengan PT Badja Baru yang mengharapkan dibangunnya pabrik ban Belshina di KEK Tanjung Api-Api (TAA). Para pengusaha di Sumsel juga yakin kalau KEK TAA memiliki syarat yang cukup baik sebagai lokasi investasi karena letaknya sangat strategis. Sehingga mereka juga sangat mendukung upaya dari Gubernur Sumsel untuk mempromosikan KEK TAA. #ril/idz

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Warga Pasang Patok Tapal Batas Muaraenim-Lahat

Muaraenim, BP–Puluhan warga Kelurahan Tungkal yang tergabung dalam Himpunan Keluarga Tungkal (HKT), Kecamatan Kota Muaraenim, Kabupaten Muaraenim, memasang patok tapal ...