Home / Headline / Dinsos Perketat Rekomendasi IPWL Rehabilitasi Narkotika

Dinsos Perketat Rekomendasi IPWL Rehabilitasi Narkotika

294311_01550524032014_kadinsosapriadi

Kepala Dinas Sosial Sumsel Apriyadi

Palembang, BP
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengawasi dengan ketat keberadaan yayasan pusat rehabilitasi pecandu narkotika atau disebut juga dengan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL). Upaya itu juga diberlakukan dengan tidak memudahkan pendirian yayasan baru.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumsel Apriyadi mengatakan, pihaknya sangat selektif dalam hal pengajuan dan pengawasan yayasan baru yang juga dicek track record-nya. Pihaknya akan sangat hati-hati agar tidak ada potensi penyalahgunaan kewenangan yang muncul di pusat rehabilitasi pengguna narkoba ini.

Baca:  PNS Pemda Pesta Shabu di Warung

Dinsos memiliki kewenangan memberikan rekomendasi untuk izin pusat rehabilitasi pengguna narkoba dan mengecek terlebih dahulu keberadaan yayasan yang ada di Sumsel sebelum sampai ke Kementerian Sosial. “Kalau saat ini kita sudah punya dua yayasan pusat rehabilitasi narkoba bernama Pusat Rehabilitasi Ar Rahman dan Panti Rehabilitasi Dharma Karya yang keduanya ada di Palembang,” ujarnya.

Apriyadi menegaskan, kedua pusat rehabilitasi yang sudah ada ini terus dimonitoring karena diawasi oleh pihaknya.  Sejauh ini jelas mantan Pj Bupati PALI ini, keduanya berjalan relatif baik. Disamping itu, pusat rehabilitasi bagi pecandu narkotika ini rata-rata mampu menampung sekira 20 pecandu untuk yang reguler atau menginap. Namun, tak sedikit yang melakukan rawat jalan dapat mencapai sekitar 50 orang.

Baca:  Sudah 14 Tahun Konsumsi Ganja

“IPWL yang sudah ada ini berjalan baik, selain itu rencananya akan dibangun lagi di kawasan Ogan Ilir (OI) dengan daya tampung 100 orang yang direhab,” jelasnya.

Untuk di Palembang sendiri, dua IPWL rehabilitasi narkoba tersebut juga tidak sedikit berasal dari luar kota dan tinggal di tempat tersebut. Dikatakan Apriyadi, untuk tinggal atau pun rawat jalan biasanya dikembalikan oleh pihak keluarga penderita atau pecandu, juga terkait dengan kondisi kesehatan atau psikologis yang bersangkutan.

Baca:  Kodam Sriwijaya Bentuk Desa Bersih dari Narkoba

“Peranan keluarga juga sangat penting. Karena dapat saja pecandu akan mengulang karena faktor candu dan lingkungan sehingga Support keluarga sangat lah penting selain proses rehab,” tuturnya

Apriyadi menambahkan, biasanya para pecandu yang dirawat sekitar 3-4 bulan lamanya. Mereka pun dapat berkonsultasi jika sudah selesai rehab. “Nah, Dinsos pun melakukan kegiatan koordinasi yang sifatnya mandiri dan memonitoring,” imbuhnya. #idz

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

UTD PMI OKU Gelar Buka Puasa Dengan Pendonor Aktif

Baturaja, BP – Guna mempererat tali silahturahmi dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah, Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten ...