Home / Headline / Pro Kontra Proyek Pabrik Semen, 2 Kubu Bentrok

Pro Kontra Proyek Pabrik Semen, 2 Kubu Bentrok

1805.01.BENTROK.HASS

Salah satu anggota DPRD OKU menaiki meja sembari menunjuk warga yang terindikasi menghina lembaga dewan, Selasa (17/5).

Baturaja, BP

Dua kelompok massa masing-masing dari Barisan Pemuda Lengkiti Bersatu (BPLB) dan Gerakan Rakyat dan Pemuda (Garda) Ogan Komering Ulu (OKU) nyaris baku hantam di ruang Badan Musyawarah (Banmus) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) OKU, Selasa (17/5). Suasana mencekam itu berlangsung selama 15 menit.

Dua kubu yang pro dan kontra terkait rencana pembangunan pabrik semen milik PT Gunung Pantara Barisan (PT GPB) di Kecamatan Lengkiti, tersebut, rencananya akan menghadiri proses mediasi yang difasilitasi oleh DPRD OKU.

“Peristiwa itu terjadi saat berlangsungnya pertemuan atau interaksi tiga arah, antara massa pendemo yang menolak rencana pembangunan pabrik semen PT GPB yakni Barisan Pemuda Lengkiti Bersatu (BPLB) dan Ampuh, dan massa pro PT GPB yakni Garda OKU, serta perwakilan manajemen perusahaan,” ujar staf Setwan OKU.

Ihwal keributan bermula saat salah seorang perwakilan Lengkiti dari massa yang kontra PT GPB menghendaki agar yang ada di dalam ruangan namun bukan warga Lengkiti untuk keluar. Dari sanalah kemudian berlanjut saling sahut. Josi Robert, perwakilan dari Garda OKU, lantas menimpali omongan perwakilan massa yang kontra tersebut. Pimpinan rapat, Malkomar Du’i (Ketua Komisi II) langsung menyambungnya.

Malkomar berusaha menenangkan seraya mengatakan bahwa seluruh yang hadir dalam ruangan tersebut sesuai dengan undangan, dan semuanya berkepentingan untuk memediasi masalah yang diributkan. Belum selesai perkataan Malkomar, langsung disambut gebrakan meja oleh perwakilan massa yang kontra tadi sembari menunjuk Josi Robert dan menudingnya bukan orang Lengkiti.

Melihat situasi memanas, anggota dewan lainnya seperti Yudi Purna Nugraha, Mirza Gumay, Yopi Sahrudin dan lain lain termasuk H Rahman ikut menenangkan suasana. Dan meminta peserta rapat mediasi untuk berlaku sopan dan tidak gebrak-gebrak meja. “Saya putra Lengkiti yang sekarang jadi wakil rakyat, saya tidak ingin caranya seperti. Di sini ada etika dan jangan ada keributan,” pintanya.

Saat anggota dewan lain mengatakan hal serupa supaya tidak ribut – ribut, lantas timbul lagi reaksi dari kelompok BPLB. Bahkan ada di antaranya yang langsung menunjuk-nunjuk seorang anggota dewan seraya menyebut kata tak pantas bernada hinaan.

Dari sinilah emosi berbagai pihak membara. Anggota dewan yang tersinggung dengan ucapan tersebut sontak ikut gebrak meja, bahkan ada beberapa yang langsung naik ke atas meja hingga jebol. Alhasil, anggota dewan itu pun terjerembab.

Melihat itu, perwakilan pemerintah, Asisten I Pemkab OKU, Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD), Disnakertrans Distamben, Kabag Tapem dan BLH langsung keluar ruangan sembari diamankan petugas agar tidak menjadi sasaran keributan. Situasi nyaris tak terkendali selama 15 menit, di mana semua pihak saling dorong bahkan nyaris baku hantam. Gelas-gelas air mineral berterbangan.

Suasana bisa ditenangkan ketika pimpinan meminta aparat mengusir pendemo dari dalam ruangan. Rapat mediasi dibubarkan dengan ketukan tangan cukup keras oleh Ketua Komisi I Yopi Sahrudin.

Sekretaris Jenderal Garda OKU Azwar Arifin, Mpdi mengatakan, kedatangan pihaknya bersama masyarakat serta para kades guna menyatakan sikap mendukung pembangunan PT GPB. “Kita mendukung pembangunan PT GPB, karena suatu keberuntungan bagi masyarakat dan seluruh elemen sebab bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” kata Azwar.

Atas nama masyarakat Lengkiti, khususnya warga ring satu yakni Desa Bandar Jaya dan Desa Umpam, kata dia, ada tujuh poin nota dukungan. Di antaranya jika ada yang meneriakkan menolak atas pembangunan itu, maka pihaknya tegaskan itu bukan suara masyarakat Lengkiti seutuhnya terkhusus masyarakat Umpam dan Desa Bandar Jaya.

Jikapun di kemudian hari, lanjut Azwar, perusahaan tersebut tidak memenuhi komitmennya, masyarakat Lengkiti yang tergabung dalam Garda OKU siap mengingatkan kembali dan turun membela rakyat. “Kami Garda siap maju di depan jika PT GPB tidak menyejahterakan masyarakat Lengkiti dan tak memenuhi janji,” kata Azwar. # rad

 

 

x

Jangan Lewatkan

Stasiun LRT Bakal Gunakan ‘Vending Machine’

Palembang, BP–Untuk penumpang yang nantinya ingin naik transportasi kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) di Kota Palembang rencananya di setiap ...