Home / Headline / Konflik DPRD OI Berakhir di Kantor Gubernur

Konflik DPRD OI Berakhir di Kantor Gubernur

ricuh-sidang-dprd-ogan-ilir_20160418_134539Palembang, BP

Kisruh yang terjadi di DPRD Ogan Ilir terkait belum dibacakannya Surat Pemberhentian Ahmad Wazir Nofiadi sebagai Bupati OI dan pengangkatan HM Ilyas Panji Alam sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati oleh Ketua DPRD OI Ahmad Yani, berakhir di kantor Gubernur Provinsi Sumatera Selatan.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengaku telah menyelesaikan konflik internal DPRD OI tersebut. “Sudah beres, tadi saya sudah panggil Ketua DPRD OI. Inshaa Allah segera akan selesai,” kata Gubernur Sumsel H Alex Noerdin usai Rapat Paripurna DPRD Sumsel, Kamis (21/4).

Namun Gubernur enggan menyebutkan arahan yang diberikan kepada Ketua DPRD OI terkait kisruh tersebut. “Karena kita ini termasuk wartawan mudah manasi galo, cobo kalau sabar-sabar inshaa Allah bisa,” kata Gubernur sambil tersenyum.

Ketua DPRD Sumsel yang juga ketua DPD PDIP Sumsel HM Giri Ramandha N Kiemas  telah meminta bukan hanya anggota Fraksi PDIP di DPRD OI tapi seluruh fraksi di DPR OI agar tenang dan dewasa menyikapi permasalahan. “Tidak perlu sampai adu jotos atau sampai hal-hal kekerasan terjadi, karena kita seyogianya anggota DPRD yang kita bela ini adalah masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, sebanyak 23 dari 27 anggota DPRD Kabupaten Ogan Ilir mendatangi Kantor Gubernur Sumsel, Selasa (19/4). “Kita datang hendak melaporkan ke Pak Gubernur. Karena beliau tidak ada, kita diterima Pak Sekda. Kita tadi menceritakan suasana sudah dua kali memanas di paripurna. Lima fraksi meminta surat Gubernur dibacakan dan diproses. Tapi ketua dewan tidak mau. Kita ada 27 anggota dewan yang menandatangani setuju untuk dibacakan dan diproses,” ungkap Wakil Ketua DPRD Ogan Ilir Wahyudi usai pertemuan tertutup di ruang rapat Setda Provinsi Sumsel.

“Sedangkan ada 13 anggota lainnya dari Fraksi Golkar dan PPP. Termasuk satu dari Hanura bergabung ke PPP. Ketua DPRD OI tidak menindaklanjuti Surat Gubernur dan tidak mengajak DPRD untuk membahasnya. Padahal surat itu jelas DPRD OI diminta memproses Ilyas agar diangkat sebagai bupati dan memberhentikan Ilyas dari jabatan Wakil Bupati,” tambah Wahyudi.

Selain dikomandoi Wahyudi, Wakil Ketua DPRD OI yang juga dari Fraksi PDIP, hadir pula dari Fraksi Demokrat Hilmin Rusdi. Dari Fraksi PAN ada Arhandi TB. Lalu dari Fraksi Gabungan Berkibar ada Firman, Rahmadi, Kusharyadi. Dari Fraksi Partai Nasdem ada Aprizal dan Rizal Mustafa.

Menurut Wahyudi, Ketua DPRD OI selama ini berkilah permasalahan Bupati non aktif AW Nofiadi Mawardi, kasusnya belum inkrah. #osk

 

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pemkab OKU Kembali Rekrut CPNS dan P3K Tahap II

Baturaja, BP — Kabar gembira bagi para pencari kerja yang ingin mengabdi sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai ...