Home / Headline / Belasan Napi Narkoba dan Ponsel di Lapas dan Rutan

Belasan Napi Narkoba dan Ponsel di Lapas dan Rutan

BP/ARRACHIM RAZIA NARKOBA DI LP PAKJO-Sat Narkoba Polda Sumsel bekerja sama dengan BNN Sumsel melakukan razia Narkotoka diLapas Pakjo Palembang, Selasa (19/4)

BP/ARRACHIM
Sat Narkoba Polda Sumsel bekerja sama dengan BNN Sumsel melakukan razia Narkotoka diLapas Pakjo Palembang, Selasa (19/4)

Palembang, BP

Hasil tes urine yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan petugas gabungan Polda Sumsel, Selasa (19/4), empat narapidana (napi) di Rutan Kelas I Pakjo, Palembang positif menggunakan narkoba.

         Empat napi itu terjaring dari tujuh napi yang menjalani tes karena telah menjadi target operasi. Selain napi pemakai narkoba, hasil penyisiran di Blok D dan E petugas juga menemukan sejumlah barang terlarang.

Barang terlarang tersebut antara lain sisa shabu serta sejumlah alat isap yang disimpan di sudut blok rutan dan berada di tempat yang cukup ramai karena menjadi tempat tahanan berkumpul.

Petugas gabungan juga menemukan 25 unit ponsel dan charger yang disembunyikan di dalam tumpukan pasir serta empat bilah senjata tajam (sajam).

Pantauan di lapangan, razia yang dilakukan petugas gabungan, mulai dari Direktorat Reserse Narkoba, Biddokkes, Laboratorium Forensik, Sabhara serta dikawal Satuan Brimob Polda Sumsel bersenjata lengkap dan polisi militer dilakukan sekitar tiga jam.

Baca:  5 Pejabat Eselon II OI Positif Narkoba

Sempat berlangsung tertutup hingga akhirnya petugas memperbolehkan sejumlah awak media yang telah menunggu ikut masuk ke dalam Rutan dan dibantu anjing pelacak, petugas melakukan penyisiran setiap sudut ruang tahanan yang dihuni 1.432 napi tersebut.

Kepala Bidang Pemberantasan BNN Sumsel AKBP Minal Alkarhi mengatakan, hasil razia ini membuktikan pergerakan narkoba di kalangan tahanan masih terbilang bebas.

“Dari penggeledahan ditemukan sisa shabu, handphone, dan sajam. Serta hasil tes urine didapat empat orang napi positif menggunakan shabu,” katanya.

Untuk narapidana yang hasil tesnya dinyatakan positif mengandung metafetamin tersebut, kata Minal, akan dilakukan rehabilitasi dan pemeriksaan lebih lanjut.

“Ini akan jadi agenda kita ke depan, dari mana dan siapa yang memasok narkoba itu akan kita selidiki,” ujarnya.

Sementara itu, Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Sumsel Juliasman Purba menegaskan, atas kejadian ini pihaknya akan memperketat pengawasan terhadap semua orang yang berkunjung ke rutan.

Baca:  Shabu 100 Juta Diamankan

Bisa saja barang haram tersebut dipasok oleh pengunjung dari luar rutan saat jam besuk. “Untuk napi yang positif akan kita rehabilitasi. Namun prosesnya kita serahkan sepenuhnya ke BNN,” tandasnya.

Juliasman juga mengakui kelemahan penjagaan baik di Rutan maupun Lapas, karena kurangnya personel yang memungkinkan jalur masuk narkoba. “Perbedaan jumlah petugas dan penghuni itu alasan klasik dan modus untuk memasukkan narkoba ini juga terus berkembang,” imbuhnya.

Hanya saja, Juliasman mengatakan, apabila memang terdapat petugas lapas yang terlibat narkoba maka akan ditindak secara tegas hingga dilakukan pemecatan.

Sebelumnya petugas gabungan ini juga melakukan razia dan tes urine terhadap sejumlah warga binaan yang ada di Lembaga Pemasyarakatan Merah Mata Klas 1, Palembang, Senin (18/4) malam.

Sama halnya dengan di Rutan Pakjo, hasil tes urine juga menemukan empat dari 23 warga binaan yang terbukti positif menggunakan narkoba. Hanya saja petugas tidak menemukan satu pun barang bukti narkoba.

Baca:  507 Butir Ekstasi dan 100 Gram Sabu di Musnahkan

Di lokasi razia, Kepala BNN Sumsel Brigjen Pol Iswandi Hari membenarkan terdapat empat warga binaan yang positif mengandung narkoba dari hasil tes urine yang dilakukan.

“Kita masih mendalami hasil ini dan masih dimungkinkan ada lagi yang positif narkoba. Razia ini sebagai bentuk komitmen mencegah peredaran dan penggunaan narkoba di masyarakat,” katanya.

Secara terpisah Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Ogan Komering Ilir (OKI) dan Satuan Reserse Narkoba Polres OKI juga melakukan razia di Lapas Klas III Kayuagung.

Sebanyak 445 napi menjalani pemeriksaan 70 personel, namun petugas tidak menemukan barang bukti narkoba ataupun perlengkapan mengonsumsi narkoba.

“Hasilnya nihil, artinya untuk sementara ini tidak terjadi peredaran narkoba di Lapas Kayuagung ini. Semoga ke depan tetap seperti ini,” tutur Kepala BNK OKI Ahmad.

Kendati tidak menemukan barang bukti narkoba, namun menurutnya dari razia petugas menemukan beberapa benda berbahaya seperti paku dan silet yang ada di dalam blok tahanan. # ris/osk/ros

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Rangkaian HUT RI ke-74, Bupati OKU Gelar Ramah Tamah

Baturaja, BP — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menggelar Acara Ramah Tamah dengan Perintis Kemerdekaan, Veteran, Purnawirawan, Wredatama, Warakawuri ...